Saturday, 24 October 2020


Kelola Dana PWMP, Trio Milenial SMKPP Banjarbaru Rintis Hidroponik

15 Oct 2020, 08:45 WIBEditor : Gesha

Siswa SMKPP Banjarbaru ini merintis usaha hidroponik | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru --- Ide usaha budidaya tanaman dapat dijalankan dengan dengan modal minim, tetapi tetap menjanjikan keuntungan, seperti yang dilakukan trio milenial siswa SMKPP Banjarbaru dengan usaha hidroponiknya.

Sebagai negara agraris, potensi bisnis pertanian masih tebuka lebar untuk masyarakat indonesia bagi mereka yang mempunyai ide kreatif dan kemauan. Tak semua usaha harus dimulai dengan modal yang besar. Seiring perkembangan teknologi di sektor pertanian, berbagai ide peluang usaha terbuka dapat di lakukan dengan mudah jika kita mau menjalani prosesnya. 

Sebagai contoh ide usaha budidaya tanaman dapat dijalankan dengan dengan modal minim, tetapi tetap menjanjikan keuntungan. Bahkan, beberapa jenis budidaya tanaman tidak membutuhkan lahan yang luas, kita dapat menerapkan sistem hidroponik, aeroponik, atau integrated farming. Untuk potensi pasar, tak perlu diragukan selama manusia membutuhkan pangan, selama itu peluang pasar produk pertanian selalu terbuka.

Peluang inilah yang ditangkap oleh Adiatma Putra Pradana, Adi Hermawan dan Vouda Raditya Mahadi Yogama. Ketiga siswa SMK PP Banjarbaru ini memberanikan diri untuk mengajukan proposal usaha budidaya tanaman sayur hidroponik melalui program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

Mendapatkan modal usaha sebesar 15 juta rupiah pada tahun 2020 mereka telah berhasil memanen 1000 pohon selada hidroponik sekali panen dengan jumlah hasil penjualan mencapai dikisaran 3 juta rupiah per panen. Saat ini mereka sedang mempersiapkan penanaman kedua dengan mencoba membudidayakan kembang kol untuk perkembangan produknya.

Adiatma Putra Pradana menceritakan alasan mengapa ia memilih SMK PP. "Ayah saya seorang penyuluh pertanian, dan beliau menginginkan saya melanjutkan pendidikan yang lekat dengan sektor pertanian," bebernya.

Dirinya pun sempat saya berpikir mengapa harus sektor pertanian?? Tetapi ketika dirinya mendengar adanya program PWMP, seperti mendapatkan semangat baru. "Ternyata di SMK PP kami diajarkan bagaimana caranya budidaya dan bagaimana caranya menjadi wirausaha. Tak hanya saya, rekan-rekan saya pun merasa jatuh hati dan  yakin untuk melanjutkan pendidikan di jurusan pertanian setelah lulus SMKPP”, tegas Adiatma.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pilihan tepat bila generasi muda berada di sektor pertanian. “Sektor pertanian merupakan sektor yang dibutuhkan oleh semua pihak dan sektor pertanian sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan sebuah negara. Maka jangan takut menjadi petani dan wirausaha muda dibidang pertanian”, seru Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa salah satu sektor yang tetap bertahan disegala kondisi termasuk  pandemi covid 19. Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor”, papar Dedi.

“Melalui program PWMP kita dorong generasi milenial untuk menjadi wirausaha sukses. Dan terbukti, saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian”, tambahnya.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018