Sunday, 29 November 2020


Tinggalkan Hotel Berbintang, Galih Menggali Potensi Desa

09 Nov 2020, 13:39 WIBEditor : Yulianto

Galih di ladang bawang merahnya | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah lesunya perekonomian akibat dampak Pandemi Covid-19. Karena itu banyak masyarakat kini terjun ke dunia pertanian.

Galih Andika Saputra (27), salah satunya. Sebelum ia bekerja di sebuah hotel berbintang di ibukota negara, DKI Jakarta. Pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, membuat Galih khawatir pekerjaannya juga akan terkena dampak dari sepinya hotel.

Galih lantas memilih pulang ke kampung halaman dan menjatuhkan pilihannya menjadi petani. Apalagi ia melihat potensi pertanian di desanya sangat besar. “Saya memilih berhenti bekerja dari sebuah hotel di Jakarta dan kembali ke desa,” ujarnya.

Awal dirinya memulai terjun ke sawah hanya sebatas membantu kakeknya, Matno Rugino (82) menanam bawang merah pada April 2020. Matno merupakan salah satu anggota Kelompok Tani (Poktan) Sido Luhur, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pengalaman bersama kakeknya membuat Galih dapat menggali potensi desanya, khususnya komoditas hortikultura. “Sebagai petani bawang merah, alhamdulillah hasilnya lebih menjanjikan,” ujar Galih yang menanam bawang merah varietas Tajuk di lahan seluas 3.600 meter persegi. Hitungan Galih ia bisa mendapatkan untung hingga Rp 127 juta.

Galih mengaku tertarik bertanam bawang merah karena dari hanya satu benih bisa menghasilkan 20 anakan “Saya bersyukur, kakek saya selama bertanam bawang merah ini telah 7 kali panen. Kalau saya masih 2 kali panen,” ujar Galih yang kini layak disebut sebagai petani milenial.

Petani di Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, mempunyai pola tanam yaitu padi-padi-palawija. Saat tanam palawija, petani juga menanam hortikultura. Salah satu komoditas hortikultura yang dibudidayakan petani di Kecamatan Kalikotes yaitu bawang merah.

Camat Kalikotes, seniwati mengatakan, di wilayahnya bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang memiliki niai ekonomi tinggi. Apalagi dibudidayakan petani milenial yang mudah menyerap ilmu dan transfer teknologi, serta mudah diarahkan. Semoga Galih bisa mengispirasi petani milenial di Desa Ngemplak, serta daerah lainnya,” ujarnya.

 Lili Frischawati, Koordinator PPL di BPP Kalikotes mengatakan, Galih menjadi sebuah gambaran ketekunan berusaha. Tanpa harus keluar kampung, Galih bisa memiliki penghasilan. “Galih layak menjadi pengusaha muda di kampung sendiri. Apalagi bertani hortikultura perlu modal besar dan juga teknologi lebih intensif. Galih membuktikan bisa menikmati masa-masa keemasan saat ini,” imbuhnya.

Salah satu penyuluh pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kalikotes, Yohana mengatakan, budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25–32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang dikehendaki sekitar pH 5,6-7.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan bahwa kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya.

“Penyuluh wajib mendampingi petani untuk menggenjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” ungkap SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga mengingatkan, pentingnya mengoptimalkan fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui Konstratani. BPP berfungsi pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. Tentunya menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian.

 

Reporter : Lili Frischawati/Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018