Friday, 22 January 2021


Jana Rojana, Dari Dataran Cianjur Hasilkan Lettuce dan Bunga Krisan

02 Dec 2020, 10:26 WIBEditor : Gesha

Jana (paling kiri) | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Memiliki wilayah yang cocok untuk mengembangkan sayuran dan aneka bunga, dataran tinggi Cianjur telah melahirkan banyak petani milenial. Satu diantaranya adalah Jana Rojana yang fokus menghasilkan sayuran lettuce dan bunga krisan.

“Saya ingin sekali mewujudkan usaha pertanian unggul dan mandiri bersama petani dan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan sosial, ekonomi dan ekologi, pariwisata dan edukasi," harap pria yang menjadi Ketua Kelompok Tani Mandiri di Kp. Bengkok RT 02 RW 11, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur ini.

Ketika ditanya mengapa ia tertarik menggeluti sektor pertanian, Jana mengungkapka bahwa agroekosistem kabupaten Cianjur sangat mendukung dan untuk saprodi mudah didapat. Ia pun menjelaskan di Kabupaten Cianjur telah banyak petani senior yang berkenan untuk menularkan ilmunya kepada calon-calon petani seperti saya. “Bicara sektor pertanian seluruh komoditas pertanian banyak dicari dan digemari oleh konsumen. Dan ini menjadi jaminan tersendiri di pasar”, tambah Jana.

Di luas lahan 13,8 Ha,  Jana dengan 63 anggota Poktan Mandiri mengembangkan budidaya Lettuce mulai dari tahun 2018. Kegiatan bersumber dari Dana Desa dengan Bumdes Desa Sinanglaya dan Poktan Mandiri. Pemasaran lettuce ini, Poktan Mandiri memasok langsung untuk supplier lettuce untuk kebutuhan restoran cepat saji seperti Mc.D, Burger King, AW dan lainnya. Kerjasama ini masih berlangsung sampai sekarang, yang dituangkan dalam MOU kerjasama yang telah disepakati.

Selain Lettuce, Jana dan anggotanya mengembangan krisan potong sejak tahun 2019 dengan menjalin kerjasama Anwar Floris sebagai investor usaha dan pemasaran hasil produk krisan potong. Pemasaran dilakukan ke kota-kota besar di luar Pulau Jawa seperti Batam, Makasar dan Lampung. Pemasaran yang kontinu ini disepakati dengan harga kontrak.

Pada awal pandemi tahun 2020 dan diberlakukan lockdown, Poktan Mandiri tidak terlalu terkena dampak nya karena bunga potong yang dihasilkan terserap ke Pasar Rawa Belong dan mengikuti ajang Bazar di Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. Upaya selanjutnya adalah rotasi tanam dengan menanam komoditas sayuran di GH krisan.

Penyuluh pertanian yang mendampingi Poktan Mandiri, Suci menjelaskan untuk pengembangan keterampilan kelompok tani dalam menambah ilmu pengetahuan dan teknologi Poktan Mandiri menjalin kerjasama ICDF dengan Taiwan Technical Mission dan BBPP Lembang dan P4S Agro Segar Kecamatan Pacet. 

“Jiwa sosial mereka pun terus diterapkan oleh Poktan Mandiri melalui demonstrasi demplot komoditas sayuran dan hasilnya disumbangkan bagi Kepedulian Dampak Covid-19 di yayasan-yayasan sosial di sekitar wilayah Cipanas dan Pacet," tuturnya.

Poktan Mandiri juga memberikan kesempatan bagi siswa/iPKL dari SMK Pertanian Sukabumi untuk melaksanakan praktek lapangan. Dengan adanya dukungan dari Kepala Desa, Jana dan rekannya ingin mengembangkan usahanya  menjadi  kawasan  agrowisata. 

Program YESS

Untuk mengembangkan dampak sosial dan regenerasi petani di Cianjur, Jana menjadi bagian dari calon penerima manfaat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian. 

Seperti diketahui, YESS merupakan program regenerasi petani yang akan melahirkan petani  serta pengusaha muda pertanian  dan diharapkan melalui program ini akan memberikan nilai tambah luar biasa pada sektor sosial dan ekonomi terutama bagi masyarakat pertanian Indonesia. Program Yess hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan menambah dan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian bagi masyarakat dan generasi pertanian melalui pelatihan.

Diharapkan melalui program YESS  dapat meningkatkan penumbuhan jiwa kewirausahaan (enterpreneur) bagi para pemuda dipedesaan. Hingga pada akhirnya  dapat mendorong terciptanya iklim pertanian yang sehat (ramah lingkungan) dengan menjadi perintis dalam penggunaan input pertanian yang tidak berbahaya dan berbasis pada sumberdaya alam local serta menumbuhkan potensi pariwisata lokal berbasis pertanian.

Hal ini sesuai dengan harapan dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang kerap menegaskan dalam kondisi saat ini pertanian bisa menjadi ujung tombak dari pembangunan suatu bangsa terlebih di kondisi pandemi ini. Apalagi dengan dukungan generasi milenial.

Mengingat betapa pentingya peran petani, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mengupayakan regenerasi pertani. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama Kementan adalah mencetak petani milenial, sekaligus melakukan regenerasi petani. “Regenerasi adalah hal yang harus dilakukan. Apalagi, petani di Tanah Air saat ini didominasi petani usia lanjut. Pemuda merupakan generasi penerus yang memiliki semangat dan harapan yang besar untuk kemajuan sektor pertanian”, tegas Dedi. 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018