Sunday, 17 January 2021


Qomarudin, Pagi dan Malam Sapa Petani Lewat Radio

30 Dec 2020, 10:20 WIBEditor : Yulianto

Qomarudin, tanpa lelah sapa petani lewat radio | Sumber Foto:Iskak

TABLOIDSINARTANI.COM, Bojonegoro----Banyak cara untuk memberikan penyuluhan kepada petani. Selain secara langsung bertatap muka, bisa juga tidak langsung melalui siaran radio. Seperti yang dilakukan Qomarudin.

Kepala UPT Pertanian, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang akrab disapa Pak Qomar ini memanfaatkan stasiun radio yang ada di wilayah tersebut. Meski terkesan jadul, tapi menyampaikan penyuluhan melalui radio ternyata cukup efektif.

Buktinya, petani pendengar acara dialog pertanian (penyuluhan pertanian) di radio Istana FM, Malowopati FM, Prabu FM, dan Kota FM pasti mengenal Qomarudin. Dengan ramah dan humoris, Qomar selalu menyapa petani melalui radio. Setiap menyampaikan paparan dan menjawab pertanyaan pendengar pastinya diselingi lelucon yang menjadi ciri khasnya.

Sehari hari waktunya banyak dicurahkan untuk petani. Senin-Jum'at bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukosewu. Sabtu-Ahad, saat lainnya menikmati hari libur ia tetap semangat tanpa lelah mendampingi petani yang membutuhkan pemikiranya.

Tidak hanya siang, malam hari pun Qomar tetap menikmati peran sebagai petugas lapang. Bahkan yang dilayani tidak hanya petani Sukosewu dan kawasan Bojonegoro lainya, tapi hingga Kabupaten Tuban.

Qomarudin mengaku, sejak tahun 2011 setiap  Ahad pagi mengisi acara dialog pertanian di radio Istana FM, sedangkan  Rabu malam Kamis di radio Malowopati FM. "Ahad pagi jam 06.00-08.00 kita mendampingi petani dari udara dalam kopi pagi Istana FM bersama Pak Djoko PW dan Pak Imam Istana," kata Qomar.

Kemudian Rabu malam Kamis jam 19.00-21.00, Qomar bersama Djoko PW mengundara menemani petani di Malowopati FM dengan pemandu siar Iwan. “Dulu sebelum pandemi Covid-19 setiap Sabtu pagi, saya siaran juga di Prabu FM dan Senin malam di Kota FM,” tambahnya.

Ketika ditanya apa tidak lelah siang malam bersama petani? “Sebenarnya lumayan lelah, tetapi ketika sudah bertemu petani lelahnya menjadi hilang,” ujarnya sambil tertawa.

Kampanye Hemat Biaya

Qomar mengaku sangat senang bisa membantu petani dalam menyelesaikan persoalan usahatani. Bahkan ia selalu mengampanyekan "Biaya Hemat Produksi Meningkat" agar usahatani lebih efisien tetapi hasil panen tetap tinggi. Ini dilakukan Qomar, baik pertemuan langsung maupun di udara melalui siaran radio.

Salah satu kampanye yang Qomar lakukan adalah mendorong petani menanam varietas unggul baru (VUB) yang produktivitasnya tinggi dan tahan penyakit, yakni Inpari 32 HDB dan Inpari lainnya. Termasuk aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati harus banyak dilakukan petani untuk mengembalikan tanah dan efisiensi pemupukan kimia.

“Saya juga menyampaikan cara persemaian dengan baki, model tanam system rice of intensification (SRI), model salibu/singgang, penggunaan rice transplanter kepada petani,” tuturnya.

Pria kelahiran Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur itu juga selalu siap mengawal petani dalam budidaya hortikultura. Selain teknisi pertanian, kebetulan ia juga seorang praktisi pertanian, baik tanaman pangan juga hortikultura.

Saat ini ia juga lagi gencar-gencarnya memotivasi petani untuk mendirikan rumah burung hantu (rubuha) untuk membantu mengendalikan hama tikus. Seperti diketahui saat ini populasi tikus lumayan tinggi, salah satu penyebabnya adalah musuh alami tikus seperti ular, burung hantu sangat berkurang. Hingga kini desa di wilayah Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro sudah banyak berdiri rubuha. Boleh dikatakan Sukosewu merupakan kecamatan yang paling banyak rubuhanya.

M Muhyin, penyuluh lapang Kecamatan Sukosewu yang juga stafnya Qomarudin mengaku kagum dengan kepedulian Qomar dengan petani. “Saya pribadi sangat kagum kepada Pak Qomar dengan kepeduliannya kepada petani, setiap hari waktunya dicurahkan untuk petani," katanya.

Muhyin melihat sosok Qomar sebagai orang yang sabar tidak , pernah marah, selalu lapang dada menghadapi  kendala dan rintangan apapun, serta gigih dalam  segala hal. Karena itu menurut Muhyin, Pak Qomar, pantas dijuluki guru besar karena menguasai ilmu di semua sektor lebih-lebih pertanian.

Hal yang sama diakui Indro, Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Desa Kalicilik Kecamatan Sukosewu, "Pak Qomar memang seorang pigur lapangan. Dia tak parnah memikirkan materi, hanya kepuasan disaat petani yang dibina berhasil dan sukses. Apapun yang dilakukan dia tidak pernah menyerah kapan pun diundang pasti selalu siap dan oke,” ujarnya.

Sementara itu Imam Sudibyo, pemandu siar kopi pagi Istana FM yang selalu menemani Qomar setiap Ahad pagi menilai, ilmunya Pak Qomar sangat dibutuhkan petani dalam memecahkan masalah dalam bercocok tanam.  Orangnya sangat ikhlas dan sabar dalam membimbing petani, dan sangat terbuka dengan kritik. “Kritik sekeras apapun beliaunya tidak pernah marah dan tetap mencarikan solusi kepada petani," kata Imam.

 

Reporter : Iskak Riyanto ( PPL Disperta Bojonegoro)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018