Sunday, 17 January 2021


Pertanian Terpadu ala Peternak Milenial, Mampu Gaet Program YESS

05 Jan 2021, 14:52 WIBEditor : Gesha

Peternak milenial Malang, Almizsan Abdillah (baju merah) tengah memaparkan pertanian terpadu basis peternakan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Program YESS  (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services) menjadi salah satu sinergi program Kementerian Pertanian (Kementan) dan IFAD (International Fund for Agricultural Development) yang dirancang untuk mengembangkan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaaan untuk menjadi wirausahawan muda dan tenaga kerja profesional di bidang pertanian. 

Dusun Tulusayu Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang merupakan salah satu desa yang mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam program YESS ini.  Di desa ini, sektor peternakan dan pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, karenanya tak jarang banyak milenial yang terjun langsung dalam usaha tersebut.

Salah satunya adalah  Almizsan Abdillah sebagai salah satu pemuda desa dan juga ketua Kelompoktani Rahayu I yang mendapatkan kesempatan untuk menjalani monev atau validasi data yang diajukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wagir sebagai peserta program YESS. 

Pada kesempatan itu, tim mobilizer atau pengerak dari Polbangtan Malang Aris Nurtumitah melakukan kunjungan tanya jawab serta menggali informasi pribadi pada calon. Pada kesempatan itu tim di damping oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan Wagir Bentot Winoto dan Penyuluh wilayah Desa Sidorahayu Ferly P Tambunan.

Abdi panggilan dari Almizsan Abdillah memaparkan usaha peternakan itik petelurnya dan pertanian terpadu yang dirintisnya. Awal usahanya yang dimulai pada bulan Oktober 2020 hingga usaha pasca panen pembuatan telur asin. Dari keinginannya untuk memajukan sektor pertanian  tanaman padi dan jagung. Abdi juga mengajak petani sekitar dan petani anggota kelompoknya untuk dapat membangun kemandirian usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di dusunnya.

Dengan bantuan pemerintah desa Sidorahayu, kelompoktani ini berusaha untuk mendapatkan bantuan RMU/selep padi dimana ampas dedak nya dapat dimanfaatkan oleh peternak itik yang ada untuk campuran sumber pakan.

Sebagai seorang pemuda yang sudah memiliki usaha, diharapkan dirinya dapat menjadi fasilitator bagi generasi muda secara langsung dan diharapkan akan terwujud regenerasi pertanian khususnya pemuda.

Selain itu dapat meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian melalui program ini dalam bentuk pelatihan, sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, serta dapat  menurunkan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi.

 

Reporter : Ferly Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018