Saturday, 06 March 2021


Oen Kopi, Cafe Edukasi Pertanian Ala Milenial Aceh

28 Jan 2021, 18:08 WIBEditor : Gesha

Ovan (kanan) meracik kopi Arabika didampingi peneliti BPTP Aceh, Abda | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Jika berkunjung ke Aceh, pasti Anda dengan mudahnya menemukan warung kopi dimana-mana. Namun, jika ingin suasana berbeda, Anda bisa datang ke Oen Kopi yang ada di Tagrimart BPTP Aceh.

Suasana hangat dan canda gurau memang selalu terdengar di kedai-kedai kopi. Tapi suasana berbeda bisa Anda dapatkan jika datang ke Oen Kopi milik Milenial asal Banda Aceh, Fantashir yang biasa disapa Ovan. 

Milenial alumni Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala (USK) ini merancang konsep cafe berbasis edukasi terletak di taman Agroinovasi komplek perkantoran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh. Lokasinya sangat strategis Jl. TP. Nyak Makam terintegrasi dengan Tagrimart BPTP Aceh. 

Anak pertama dari empat bersaudara ini sebelumnya telah memiliki warung kopi di Gampong Lamgugob Banda Aceh. Selama 3 tahun Ovan telah berpengalaman mengatur bisnis warung kopi dengan pelanggan umumnya mahasiswa atau anak muda.

Namun ketika badai pandemi COVID 19 datang, dirinya mengaku sempat terkena dampaknya dengan penurunan omzet. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengembangkan usahanya. Merasa bisnisnya berjalan lancar, maka ia bersama dua teman akrabnya Erza dan Nizar beranikan diri untuk membuka cabang dengan konsep yang berbeda.

Kalau warung kopi pertama hanya menyediakan kopi saring Robusta, maka warung kedua ini selain Robusta juga Arabika dengan aneka rasa dan sensasi. Trio kompak Ovan, Erza, Nizar (OEN) akhirnya menjadi brand warung yg dikemas dengan nuansa inovasi karena tidak terlepas dengan misi visi BPTP. Di bagian dinding warung dipajang beberapa banner yang berisi content seluk beluk kopi yang bisa dibaca oleh pengunjung.

Dalam menjalani bisnis ini, Ovan dan rekannya merekrut tidak kurang 20 karyawan usia milenial yang diatur dalam dua shift.  "Alhamdulillah, selama tiga minggu setelah launching, pengunjung tetap ramai, bahkan ada komunitas yg melaksanakan meeting atau diskusi kelompok di warung kami," papar Ovan.

Ke depan ia berencana akan terus berusaha dan berkoordinasi dengan BPTP untuk menata lingkungan warung menjadi hijau dan asri dengan tanaman semusim dan sayuran organik yang bisa dijual dakam keadaan segar kepada pelanggan.

Reporter : Abdul Azis (Abda)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018