Saturday, 06 March 2021


Manfaatkan Peluang, Pemuda di Sumba Barat Alih Profesi Jadi Petani Milenial

01 Feb 2021, 16:01 WIBEditor : Gesha

Trio asal Sumba Barat Daya bersama Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumba Barat Daya --- Kementerian Pertanian terus meningkatkan minat generasi milenial pada sektor pertanian. Terbukti kini kian banyak yang memanfaatkan peluang dan beralih profesi menjadi petani milenial, salah satunya di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Oktavianus Gh. Bora dan Stefanus Seingo Kii, pemuda asal Sumba Barat Daya, NTT ini telah berhasil mengembangkan budidaya tanaman hortikultura yang tergabung di Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Sebelum menekuni sektor pertanian, keduanya merupakan calon guru. Pendidikan bagi calon guru telah ditempuh, namun lebih tertarik menjadi petani karena melihat Sumba Barat Daya yang kerap mendatangkan kebutuhan pangan hortikultura dari luar daerah. Harapan mereka sederhana, yakni bisa memasok kebutuhan pangan di Kabupaten Sumba Barat Daya sendiri, juga memasok ke daerah-daerah lain di masa depan.

“Sudah 3 tahun kami telah menggeluti usaha tani di tanah seluas 1,25 hektar dengan varian komoditas cabai, tomat, hingga bawang merah dengan dibantu oleh 3-4 tenaga kerja dari desa sendiri, hingga kami membuahkan hasil dengan meraup omzet hingga 15 juta per bulan”, terang Oktavianus.

Disela-sela pendampingan yang dilakukan oleh SMK PP Negeri Kupang, Oktavianus juga menceritakan awal usaha taninya dibuat dengan budidaya tomat di tanah seluas 0,5 hektar di Desa Rama Dana. Ia pun pernah mengikuti pelatihan tentang irigasi tetes yang diadakan oleh LSM SID dari Jerman. Ilmu yang ia peroleh dari pelatihan itu pun ia terapkan pada usaha pertaniannya.  

“Kami merasa banyak terbantu dengan adanya teknologi itu. Dan kami berharap bisa menerapkan teknologi-teknologi lain pada usaha tani ini, khususnya mengenai penggunaan alsintan. Selain itu juga kami berharap bisa mengikuti pelatihan tentang penggunaan pupuk, sehingga dapat memberikan produk yang terbaik untuk masyarakat”, tambahnya.

Ketika ditanya rencana selanjutnya, Oktavianus menyatakan akan melakukan pemasaran produk secara online. Pada tahun-tahun sebelumnya, ia urung melakukan pemasaran secara online karena khawatir permintaan melebihi persediaan. Ia juga berencana mencari mitra untuk terus mengembangkan usahanya.

Dukungan pun didapatkan oleh kedua milenial asal Sumba ini, Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya. Bahkan mereka telah diusulkan  menjadi  Duta Petani Milenial pada tahun 2021 ini. 

Semoga keberhasilan petani serta wirausaha pertanian milenial ini mampu membuktikan bahwa sektor pertanian layak dipilih menjadi profesi dan  mampu  menginspirasi serta memotivasi pemuda-pemuda lain di Sumba Barat Daya untuk menjadi petani serta wirausaha muda pertanian.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018