Saturday, 06 March 2021


Milenial Klaten Buktikan Profesi Petani Lebih Menjanjikan

02 Feb 2021, 13:59 WIBEditor : Yulianto

Galih menunjukkan hasil panennya | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Untuk bisa sukses tidak harus bekerja di kota-kota besar. Ini dibuktikan Galih Andika Saputra (27) yang meninggalkan pekerjaan di kota besar untuk terjun menjadi petani.

Sebelum terjun menjadi petani, Galih bekerja di hotel berbintang di Jakarta. Pandemi Covid-19 memaksanya kembali ke desa dan menjadi petani. Di bawah binaan dan pendampingan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten melalui BPP Kalikotes, Galih menekuni budidaya sayuran.

“Saya memilih bertanam bawang merah dan alhamdulillah hasilnya lebih menjanjikan. Keuntungan sebagai petani bawang merah varietas Tajuk di lahan seluas 3.600 meter persegi mencapai hingga Rp 127 juta, tutur Galih.

Musim ini Galih memilih menanam gambas atau oyong disela musim tanam bawang merah, karena curah hujan yang terlalu tinggi. Kurun waktu selama 40 hari Galih telah memanen oyong 4 kali dengan harga di tingkat petani Rp 5.000 – 5.500/kg. Harapan Galih panen bisa dilakukan sampai 30 kali dalam sekali musim tanam ini.

Camat Kalikotes, Seniwati juga ikut memanen gambas atau oyong yang dibudidayakan Galih. “Saya berharap petani di Kecamatan Kalikotes bisa maju dan berkembang, tidak ada kata terlambat untuk maju, tidak ada kata terlambat meskipun pandemi tetap terus semangat menanam, berbudidaya apa yang berpotensi di Kalikotes. Hidup Petani Milenial,” ujar Seniwati.

Lili Frischawati Koordinator BPP Kostratani Kalikotes menyampaikan, gambas atau oyong merupakan tanaman hortikultura yang memiliki niai ekonomi tinggi, apalagi dibudidayakan petani muda di daerahnya.

Menurut Lili, Galih menjadi salah satu gambaran milenial yang tekun usaha dan menghasilkan tanpa keluar kampung, bahkan memperoleh untung besar. Galih bisa menjadi pahlawan/wirausaha muda di Klaten. Apalagi bertani, khususnya hortikultura membutuhkan modal besar dan juga teknologi lebih intensif. Galih Andika Saputra bisa membuktikan kesuksesannya,” kata Lili.

Gambaran itu nampak dari salah satu kegiatan yang tengah digenjot BPP Kalikotes Kabupaten Klaten. BPP ini tergolong inovatif dan inspiratif di Kabupaten Klaten yang tidak pernah lelah dalam mendampingi petani dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas.

“Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan pangan di seluruh tanah air, ketersediaan bahan pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Karena itu, menurutnya, penyuluh wajib mendampingi petani untuk menggenjot produksi. “Sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tegasnya.

Selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedy Nursyamsi mengatakan, pentingnya mengoptimalkan fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui Konstratani.

BPP berfungsi pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. “Tentunya menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian,” pungkas Dedi. 

Reporter : Lili Frischawati/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018