Sunday, 28 February 2021


Sabun Edible Flower, Keindahan dari Indah Melina  

16 Feb 2021, 15:36 WIBEditor : Yulianto

Indah di tengah tanaman edible flowernya | Sumber Foto:Dok. Indah

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta---Apa kamu pernah melihat bunga cantik aneka warna yang dapat dimakan atau disulap menjadi bahan utama pembuatan skin care?  Kalau belum, coba tanya ke Indah Melina (45), pemiliki Hydro Fatih Garden.

Bermula dari hobi menanam, akhirnya Indah terjun ke dunia pertanian, khususnya produk sayuran organik dan bunga potong.  Indah mulai menanam sejak lima tahun lalu. 

“Awalnya hobi. Saya pecinta sayuran organik sejak tahun 2002. Saat itu selalu hunting sayuran organik, akhirnya saya banyak belajar tentang menanam sayuran,” kata wanita yang memiliki kebun sayur di daerah Wonokerto, Sleman, Yogyakarta saat Sinar Tani menghubunginya beberapa waktu lalu.

Hobi menanam bunga membuat idenya muncul menjadikan bunga tersebut bermanfaat untuk orang lain, bukan hanya indah di pandang, tapi menjadikannya skin care yang aman dan alami untuk wanita. Lahan yang dimiliki Indah sekitar 3 hektar (ha), lahan itu terbagi untuk kandang kuda dan kebun tanaman hiasnya.

Kebun saya masih kecil, karena saya masih bekerja sendiri. Untuk sayuran organik hanya untuk konsumsi sendiri saja mba,” kata Indah seraya menambahkan, dirinya lebih fokus membudidayakan tanaman hias. Konsep saya bunga yang saya tanam edible flower. Hampir 90 persen bunga yang ditanam bisa dimakan semua,” tambahnya.

 

Kini dirinya mencoba mengembangkan bunga yang biasa tumbuh di negara 4 musim. Dengan sedikit usaha dan kerja keras, menurut Indah, ternyata tanaman tersebut bisa berbunga di lahan dengan ketinggiannya cuma 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Jenis edible flower yang Indah tanam rata-rata aromanya plain.  Diantaranya, bunga Chamomile, Calendula cosmos dengan berbagai varietas yakni Dahlia, Phlox, Zinnia, Sunflower, Pansy, Rose. “Bunga edible flower yang saya tanam sangat banyak. Untuk benih saya beli dari supplier,” katanya.

Untuk menjaga kualitas bunganya, Indah tidak menggunakan pestisida. Pasalnya ia berharap bunga yang dihasilan organik. Lebah yang menghisap sari bunga tidak mati akibat pestisida kimia. “Memang nggak mudah, justru ini tantangan buat saya. Biar apa yang saya tanam bisa manfaat buat semua,” tuturnya.

Produk Skin Care

Dari beberapa jenis tanaman tersebut, yang aromanya tajam adalah Chamomile  dan Calendula. Menurut Indah, biasanya dua jenis bunga itu bisa untuk dibuat minuman teh. “Selain untuk teh, saya buat untuk bahan dasar skin care juga,” katanya.

Hingga kini produk skin care Indah mengakui masih dipasarkan untuk kalangan terdekat saja, di daerah Yogyakarta. Dirinya juga membuat sabun yang wangi dan aman untuk kulit dari bunga edible flower. “Ekstrak bunga pada produk perawatan wajah dipercaya mampu mendatangkan manfaat yang signifikan,” ungkap Indah.

Sejak dahulu, kandungan alami dari tumbuhan memang dipercaya dapat memberi khasiat untuk perawatan tubuh dan wajah. Salah satu tumbuhan alami yang sering ditemukan dalam kandungan skincare adalah bunga.

Bunga Chamomile penuh dengan alfa-bisabolol, chamazulene, dan apigenin, yang mampu mencerahkan kulit. Chamomile cocok untuk semua jenis kulit, sehingga pemilik kulit sensitif juga dapat mencobanya.

Bunga Calendula juga salah satu bunga yang sering dipakai untuk menjadi bahan skincare. Sejak abad ke-12 bunga Calendula sudah dipercaya sebagai bahan alami yang ampuh merawat kulit dan tubuh.

Bunga calendula juga termasuk dalam jenis tanaman yang mampu membunuh dan melemahkan perkembangan virus. Manfaat lain dari bunga Calendula adalah mencegah penuaan dini, melembabkan kulit dan lain-lain. Indah ingin menjadikan wanita itu indah dengan edible flower.  

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018