Wednesday, 01 December 2021


Ogah Menyerah dari Pandemi, Duo Lingga Buat Kebun Hidroponik

22 Feb 2021, 14:59 WIBEditor : Gesha

Didin dan Rian di Lingga | Sumber Foto:Febriyuanda

TABLOIDSINARTANI.COM, Lingga --- Dua orang pemuda asal Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau ini tergolong pandai memanfaatkan peluang dengan membuka kebun hidroponik disaat pandemi COVID 19. Berbekal otodidak dan akses informasi ke internet, keduanya optimis kebun hidroponiknya semakin menghasilkan.

Sejak Juni 2020, dua pemuda asal Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Didin Maulana dan Muhammad Indrian mulai mengembangkan ayuran dengan sistem Hidroponik  nutrient film technique (NFT). 

Diakuinya, tidak mudah untuk memulai hidroponik, karena itu mereka mulai belajar secara otodidak dari internet. Didin dan Rian memulai membangun sebuah tempat dengan ukuran cukup kecil, untuk mencoba menampung dan menanam sayuran jenis sawi dan selada.

Tentunya hal ini tidak mudah untuk mereka tekuni, karena dengan menyisihkan penghasilan yang tidak seberapa, sedikit demi sedikit mereka bangun dengan seadanya. "Untuk awalnya kami sisihkan seratus ribu buat beli kayu dan bahan-bahan lain. Ya gaji saya sendiri cuma dapat Rp 400 ribu sebulan, dari situ saya sisihkan," ungkap Rian.

Untuk diketahui, Didin merupakan pemuda yang telah menempuh pendidikan kuliah 1 tahun di Diploma I Pertanian dan Pertenakan IPB Dabo Singkep, Kabupaten Lingga yang lulus pada 2018 lalu. Sedangkan Rian, saat ini sedang menjalani kuliah semester 6 di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT ) Lingga, yang berlokasi di Dabo Singkep.

Mulanya, mereka menanam benih dengan 50 lubang, dan saat ini sudah mencapai 400 lubang. Didin masih ingat, banyak orang yang tidak percaya dengan idenya membuka kebun hidroponik karena ilmu mereka yang masih kurang. "Tapi kami jalani aja apa yang menurut kami bagus. Alhamdulillah sejauh ini kalau kami lihat, nampaknya akan berhasil dan sudah ada penghasilan dari sini," tuturnya.

Jatuh bangun usaha hidroponik juga dirasakan oleh mereka, di awal mula usaha mereka sampai gagal panen 3 kali. "Kami jual perbungkus plastik gitu dengan harga Rp 5 ribu, kira-kira sudah 300 bungkus terjual, dengan total hasil nya Rp 2.750.000 dari tiga kali panen," sebut Didin.

Namun, hasil uang yang mereka dapatkan masih digunakan untuk memperluas kebun milik mereka, ataupun menambah hal-hal yang perlu diperlukan."Kira-kira dari awal dibangun sampai sekarang, Kami sudah mengahabiskan Rp 6-7 juta. Dulu pernah dapat bantuan UMKM juga sebesar Rp 2,3 juta, namun kemarin masih banyak kekurangan untuk bangun kebun ini," tutur Didin.

Usaha kebun mereka ini, mereka beri nama InDi Hidroponik, dan telah mendapat pujian dari beberapa pihak Dinas Pertanian Kabupaten Lingga. Didin dan Rian sampai saat ini terus membangun usaha mereka sampai dikenal orang ramai, dan mereka berharap bisa menjadi perhatian pemerintah daerah. Kedua pemuda yang merupakan alumini SMA Negeri 1 Singkep Barat ini juga berharap, agar usaha positif yang mereka buat ini bisa memotivasi pemuda-pemuda Lingga, khususnya pemuda Kelurahan Raya.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018