Friday, 16 April 2021


Cerita Marzukri Lolos Seleksi Magang Jepang 2021

22 Mar 2021, 15:13 WIBEditor : Gesha

Marzukri, milenial Aceh Selatan yang lolos Seleksi Magang Jepang 2021 | Sumber Foto:ABDA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --- Nama saya Marzukri (Ukri) milenial asal Aceh Selatan, alumni Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh. Setelah mengikuti beberapa tahap seleksi di BPP Jambi, akhirnya dinyatakan lulus dan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan les bahasa Jepang. Ini cerita saya .... 

Awal Februari 2021, Ukri mendapatkan informasi tentang  program magang Jepang melalui WAG petani milenial. Selanjutnya ia mencoba hubungi panitia yang terdapat pada surat permohonan petani muda magang Jepang, program SSW (Specified Skill Worker). Surat tersebut dikeluarkan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jambi.

Termasuk surat rekomendasi dari Dinas Pertanian di daerah, Ukri bersama teman-teman yang alumni magang Thailand meminta rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh. Ada lima orang yang diberikan rekomendasi oleh Distanbun Aceh, "Sedangkan perserta lain, mereka dapat rekomendasi dari kabupaten masing-masing", tuturnya.

Tahap pertama, berkas mereka  diseleksi oleh panitia dari Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Dari Aceh hanya lolos 31 orang, dari 90 peserta yang daftar. Kemudian peserta yang lulus mengikuti seleksi tahap kedua yaitu IQ (kecerdasan intelektual), pada tahap ini yang lulus hanya 7 orang.

Tahap seleksi ini semua perserta yang ikut tes melalui Zoom Meeting yang dikawal ketat oleh panitia seleksi. Setiap perserta yang ikut tidak boleh mematikan kamera zoom selama ujian berlangsung. Siapa saja yang matikan kamera dengan segaja akan gugur.

Dari ketujuh perserta tersebut, satu berasal dari Kabupaten Aceh Selatan, dua orang dari Kabupaten Pidie, dan Aceh Tamiang satu orang, sedangkan dari Aceh Utara tiga orang. Satu-satunya milenial yang berasal dari Aceh Selatan yang lulus seleksi tahap akhir magang Jepang yaitu, Marzukri, SP, alias Ukri. Dari semua peserta yang direkomedasikan Distanbun Aceh hanya 2 orang yang lulus sampai tahap akhir yaitu Marzukri dan Muhammad Zaini dari Pidie.

"Dari awal proses tahap seleksi saya dan teman-teman yang mendapatkan rekomendasi dari Distanbun Aceh, selalu dibimbing oleh Ir. Safitri, selaku Kasi Pelatihan dan Pendidikan Distanbun Aceh. Berkat dukungannya, kami termotivasi untuk terus belajar supaya bisa lulus tahap-tahap seleksi yang diselenggarakan oleh panitia", kenang Ukri terharu.

Berangkat ke Jambi

Perjuangannya untuk bisa mengikuti tahap akhir seleksi magang Jepang, wajib hadir ke Bapeltan Jambi dengan biaya tranportasi pulang pergi (PP) ditanggung sendiri oleh peserta.Semangatnya semakin membara, ia memberanikan diri untuk berjumpa Bupati dan Ibu ketua PKK Kabupaten Aceh Selatan. Karena selain mewakili propinsi Aceh dirinya  juga satu-satunya mewakili kabupaten Aceh Selatan. 

"Alhamdulillah Pak Bupati dan ibu merespon dengan baik dan memberikan dukungan untuk mengikuti seleksi tahap akhir. Dan alhamdulillah juga, dari distanbun aceh juga sangat merespon kami dan memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan kami ke Bapeltan Jambi untuk mengikuti tahap seleksi akhir," tuturnya.

Ucapan terimakasih dan salam takzim dia sampaikan untuk Bupati dan ibu  PKK Aceh Selatan beserta Distanbun Aceh. Berkat bantuan beliau dan dukungan keluarga serta para sahabat, akhirnya ia lulus seleksi tahap akhir. Apresiasinya untuk Pemerintah Aceh, melalui Distanbun yang telah memberikan dukungan baik moril dan spiritual untuk putra putri dari Aceh. "Saya sangat bersyukur kepada Allah, atas radioNya mendapatkan kelulusan ini", pujinya.

Untuk Pemerintah Aceh selain memberikan bantuan juga perlu motivasi dan advokasi bagi putra - putri Aceh yang membawa nama Aceh ke tingkat dunia Internasional. "Mudah-mudahan kami bisa membawa harum nama daerah dan provinsi Aceh", janjinya.

Dari provinsi Aceh yang lulus untuk mengikuti pendidikan magang Jepang ada 4 orang dari Kabupaten Aceh Selatan 1 orang, Pidie 1 orang dan Aceh Utara 2 orang. Semua perserta yang ikut tahap akhir sudah pulang ke daerah masing-masing, dan nanti akan diundang kembali oleh Bapeltan Jambi untuk ikut pendidikan selama 75 hari persiapan magang Jepang, mulai 30 maret 2021 di Bapeltan Jambi.

Namun biaya berangkat dari daerah ditanggung oleh perserta sendiri, semoga Bapak Gubernur bisa membantu kami selaku putra - putri Aceh untuk lebih maju dan berkembang dengan wawasan yang lebih luas lagi. Disisi lain Kasi Pelatihan dan Pendidikan Distanbun Aceh, Ir Safitri, menyampaikan pesan kepada calon peserta untuk disiplin dan lebih rajin belajar.

Pihaknya akan berusaha untuk membantu biaya perjalanan ke Jambi. Walaupun dananya terbatas kalian harus tetap semangat dan pantang menyerah serta tetap sabar dan tawakal.   "Kalian harus menjaga kesehatan serta nama baik daerah sehingga menjadi contoh untuk milenial lainnya", harapnya.

Menurut keterangan panitia BPP Jambi Syairatman, jumlah pendaftar ada 300 orang, namun  yang diterima hanya 30 orang. Peserta berasal dari 6 provinsi, wilayah Balai Pelatihan Pertanian jambi (Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Sumbar dan Jambi). Materi yang di tes, selain Tes IQ, tes kebugaran, juga wawancara.

Reporter : Abdul Azis (AbdA)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018