Friday, 16 April 2021


Dari Resep Warisan, Endang Hadirkan Sambal Kering Mak’e Ndang  

24 Mar 2021, 14:44 WIBEditor : Yulianto

Endang Prihatin dengan produk cabainya | Sumber Foto:Endang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kuliner Indonesia tak bisa dipisahkan dari sambal. Hampir di banyak menu khas Nusantara, sambal merupakan pelengkap yang musti ada. Makan tanpa sambal serasa hambar dan kurang nendang. Begitu banyak orang sering bilang.

Karenanya, berbagai terobosan terkait kemudahan menikmati sambal terus dilakukan. Salah satu produk sambal yang ingin menghadirkan kemudahan menikmati sambal di manapun berada, dengan cara yang praktis, adalah Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang.

Sambal cabai Kering Mak’e Ndang dapat dibawa ke mana-mana. Dapat dinikmati saat menyantap berbagai menu seperti bakso, sup, mi ayam, mi instan, somay, cireng, gorengan, dan lain sebagainya.

Di blantika usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Nusantara, Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang termasuk pendatang baru. Namun termasuk yang mampu meraih capaian yang cukup menakjubkan dari sisi penerimaan pasar.

Warisan Emak

Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang dirintis, Endang Prihatin (39 tahun) sekitar September 2017. Brand Mak’e Ndang merupakan penghargaan Endang untuk emaknya yang telah berjasa memberikan resep sambal cabai kering spesialnya. “Kata Mak dipilih sebagai penghargaan untuk emak atau ibunya. Endang adalah namanya sendiri,” katanya.

Tuntutan ekonomi akibat kandasnya rumah tangga yang telah dibinanya sekian lama, menjadikannya harus berpikir keras untuk bisa memiliki usaha dan mempunyai sumber penghasilan.  Bagi wanita kelahiran 8 Agustus 1979 awalnya dirasa berat, mengingat sekian lama berumah tangga, ia memilih sebagai seorang ibu rumah tangga yang menyandarkan ekonomi sepenuhnya kepada suami.

Namun takdir tak bisa dielakkan. Setelah perceraian, ia bertekad memiliki usaha. Akhirnya, setelah melewati proses pemikiran yang cukup, sambal cabai kering dipilih sebagai usahanya. Ide sambal cabai kering sendiri bermula dari tradisi ibunda Jiyem yang sering membuat sambal cabai kering sebagai buah tangan kakaknya yang bekerja dan tinggal di Jakarta.

Sambal itu memang sangat digemari. Selain nikmat sebagai teman menyantap berbagai macam hidangan, juga awet karena bahan bakunya berasal dari cabai yang dikeringkan. Bahkan praktis karena mudah dibawa kemana-mana dan tidak ribet.

Ibu dengan tiga anak yang lahir di Grobogan, 8 Agustus 1979 itu, pertama kali membuat produk sambal cabai kering hanya 25 botol kecil. Dengan ukuran 27 gram sambal cabai kering, Endang menjual seharga Rp 10 ribu per botol.

Botol yang dipakai adalah botol plastik ukuran kecil yang biasa digunakan mengemas air zamzam sebagai buah tangan jemaah yang pulang haji. Ke-25 botol sambal cabai kering itu dibawa ke Jakarta oleh kakaknya untuk dipasarkan. Di luar dugaan, produk sambal cabai kering itu ternyata banyak disukai.

Dalam hitungan waktu yang tak lama, produk itu pun ludes terbeli. Bahkan repeat order. Hal itu menjadikan pemicu Endang untuk kembali membuat produk sambal cabai kering.

Tembus Pasar Mancanegara

Kini sambal cabai kering yang sejak awal diberi label Mak’e Ndang itu telah banyak menembus berbagai pasar, baik lokal, regional, nasional, bahkan pasar luar negeri. Selain Jakarta yang menjadi segmen pasar utamanya, sejak Agustus 2018, sambal cabai kering Mak’Ndang dapat diperoleh di jaringan toko ritel modern Trans Mart di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selain melalui jalur pemasaran toko ritel modern, menurut Endang, sambal cabai kering Mak’e Ndang juga memanfaatkan jaringan reseller untuk memasarkan produknya. Sampai kini, jaringan reseller-nya telah mengantarkan produknya melanglang buana di berbagai daerah di luar provinsi, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bengkulu.

Bahkan meski pandemi permintaan terus meningkat. Misalnya di Padang dan Pekanbaru. Di dua kota tersebut sudah ada agen yang ingin memasarkan produknya. “Awalanya hanya berapa dus, tapi kini ada permintaan tambahan. Apalagi masyarakat Padang dan Pekanbaru menyukai pedas,” ujarnya.

Bahkan berkat jaringan pemasarannya juga telah merambah pasar luar negeri, seperti Sydney (Australia), Okinawa (Jepang), dan Brunei Darussalam. Saat ini owner CV. Mak Endang Gemilang ini tengah menyasar pasar Timur Tengah.

“Di Jedah, produk kami sudah diikutkan untuk menerima SFDA atau BPPOM-nya Arab Saudi. Insha Allah akan langsung dihubungkan buyer luar negri,” katanya. Endang pun membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi distributor produk cabai olahan.

Sebagai pendatang baru dengan capaian yang luar biasa, Endang berharap, usaha yang digelutinya ini dapat terus berkembang dan semakin diterima pasar, baik dalam maupun luar negeri. Endang menjadi sosok yang tak pernah puas dengan setiap capaian yang telah diraih. Inovasi dalam produk dan pasar menjadikan ia terus berkembang.

Anda ingin mengikuti jejak Endang?

 ==

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018