
Amirul Mukminin dangan tanaman airnya
TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Tanaman air bukan sesuau yang asing bagi para pecinta aquascape, tapi pernahkan kita membayangkan kalau tanaman tersebut disilangkan atau hibridisasi.
Amirul Mukminin berkat ketekunannya mengembangkan berbagai jenis tanaman air untuk disilangkan dengan tanaman jenis lainnya.
Saat ini tanaman yang disilangkan adalah jenis lidah buaya atau alovera dengan melati air atau echinodorus yang umumnya berwarna hijau di tangannya dengan sentuhan teknologi bisa menghasilkan bentuk daun yang berbeda, ada yang nglencir dan yang bentuk nya pipih serta bisa menjadi warna merah.
Hibridisas adalah perkawinan antara spesies, suku, ras atau varietas tanaman yang bertujuan untuk menambah keragaman genetik baru dalam jumlah banyak dan menghasilkan kombinasi genetik tetua-tetua yang digunakan dalam persilangan.
Echinodorus adalah tanaman yang berasal dari Amazon, masuk dalam genus tanaman keluarga alismataceae yang didistribusikan di Amerika bagian barat, tengah sampai ke Argentina. Sedangkan lidah buaya adalah spesies tumbuhan dengan daun berdaging tebal dari genus Aloe. Tumbuhan ini bersifat menahun, berasal dari Jazirah Arab, dan tanaman liarnya telah menyebar ke kawasan beriklim tropis, semi tropis, dan kering di berbagai belahan dunia.
Tekniknya sama dengan pelajaran sekolah, “Jadi saya dulu mengadopsi pelajaran sekolah, ada namanya struktur bunga ada kelopak bunga, putik, benang sari, nah itu yang saya dalami, kita prektekkan pada tanaman yang kita sukai dan alhamdulillah jadi beberapa.”katanya.
Satu tanaman biasanya dicarikan serbuk sari yang bagus dengan beberapa tanaman lain untuk kombinasi warna. “Kalau bunga itu adalah bunga sempurna, nah kalau mau menyilang, itu bunga serbuk sarinya dihilangkan dahulu, kemudian kita carikan serbuk sari bunga tanaman lain,”imbuhnya. Ada beberapa spesies baru yang berhasil disilangkan, lidah buaya membutuhkan waktu 2 tahun baru mempunyai produk.
Menurutnya tanaman air sejenis Bucephalandra juga bisa disilangkan tetapi bunganya terlalu kecil, secara alami tanaman Bucephalandra bisa menyilang sendiri di alam bebas, varietasnya sangat banyak cara penyilangannya biasanya dibantu oleh sejenis serangga, lebah atau hewan lain yang berperan untuk menyilangkan, “saat ini belum ada orang yang menyilangkan buce,”katanya.
BACA JUGA:
Amirul menjelaskan untuk tanaman air jenis lumut atau moss kalau mau menyilangkan caranya berbeda, ilmu tentang material mikroorganik seperti spora, serbuk sari biasa dikenal dengan istilah palinologi, sporanya kecil sekali ukurannya mikro.
Tanaman lumut atau moss sendiri belum sempurna baru daun, akar kadang ada tergantung jenis mossnya hanya seperti itu saja, seandainya mau disilang caranya spora lumut sama spora tanaman yang lain lantas disemai pada batu yang lembah. spora sendiri sudah sempurna karena spora sendiri tidak jantan tidak juga betina, pada kulit spora terdapat cangkang apabila saling bertabrakan maka akan pecah dan bisa-bisa kontak dengan yang lain sehingga mejadi varietas baru, biasanya yang bisa dicampur masih keluarga dekat kalau spora moss dengan biji anggrek tentu tidak bisa karena tanaman anggrek sendiri sudah masuk tanaman rerumputan.
Model Rp 100 Ribu Plus Keterampilan
Pemuda berusia 33 tahun yang hanya menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), saat ini mempunyai sebidang tanah yang dijadikan lahan persilangan tanamannya, lahan yang tidak begitu luas tersebut menjadi bagian tersendirinya, karena memang bidangnya di tanaman air tampak berbagai varietas hasil silangannya. Secara fisik lahan di sawahnya tidak diperlakukan secara special, kesan tak terurus, bercampur dengan rumput-rumput liar sengaja dibiarkan agar tidak banyak mengundang orang.
Pemilik Mirelle AQuaBoll yang beralamat di Jl Raya Ngijo Karangploso No.292 Kendalsari, Ngijo, Kec. Karangploso, Malang, Jawa Timur awalnya hanya bermodalkan uang 100 ribu rupiah sampai dapat menbeli sebidang tanah dan membangun unit usaha, deretan aquarium besar berjejer rapi di tempat usahanya sungguh penampilan yang sangat menarik.
Menurut Amirul awal mula ide hibridisasi itu sewaktu berbelanja tanaman di Pak Matali yang juga tempatnya bekerja dan belajar di bidang persilangan tanaman air, penasaran dengan tanaman Pak Matali begitu luar biasa banyak varietasnya. “Nah pak matali itu bilang, ini sebagian ada yang silangan kita, saya penasaran, lo pak tanaman air itu gimana menyilangkannya, kan didalam air, “ katanya. “Terus pak matali bilang begini, tidak semua tanaman air di dalam air, tanaman air yang asli di dalam air itu cuma 20% saja, 80% yang darat tapi bisa dimasukkan ke dalam air, yang darat ini yang bisa disilang,”imbuhnya.
Menurut Amirul alat yang digunakan untuk mengambil serbuk sari berupa kuas makeup yang digunakan untuk memoles mata berbahan bulu yang lembut. “kalau kita pakai jari atau pinset bisa melukai, sebelum dipakai kuas digosok-gosokkan di tangan seperti ada magnetnya,” katanya. “Sesudah serbuk sarinya menempel, kita pindahkan ke tanaman yang lain, itupun menunggu bunganya matang baru bisa dikasih serbuk sari kalau sudah keluar kayak lendir, menunggu itu yang susah karena bunganya kecil,”imbuhnya.
Amirul biasanya membawa tube untuk mencari serbuk sari tanaman di siang hari dan sorenya harus sudah disemai karena serbuk sarinya tidak boleh kedaluarsa.
Kadang-kadang tanaman hasil penyilangan itu tidak stabil dibandingkan dengan tanaman yang aslinya karena kalkulasinya tidak sempurna seperti di alam, biasanya untuk menguji kepekaan terhadap air di satu wilayah tanaman hybrid baru diberikan ke beberapa teman di luar wilayah, bukan untuk dijual tetapi untuk menguji adaptasi dengan air.
Kendala penyilangan yang dialami adalah kalau musim hujan, kalau tidak ditutup dengan plastik atau disungkup bijinya akan menyebar sedangkan apabila ditutup plastic atau disungkup kadang tumbuh jamur.
Hasil penyilangan biasanya bentuk daunnya tidak akan sama, didarat masih hijau apabila dimasukkan ke dalam air bermutasi menjadi merah, jadi fermentasinya keluar sesudah di dalam air dan bentuk daunnya berbeda ketika sudah didalam air. Dalam 1 tahun biasanya produk yang dihasilkan lebih 100 batang, tapi yang dikenalkan hanya beberapa saja, kalau tidak stabil gennya akan dimusnahkan artinya tanaman tersebut di darat sehat di dalam air bagus tapi hanya bertahan 1 periode saja tidak sampai 1 tahun sudah mati sendiri.
Sebenarnya semua tanaman yang mempunyai bunga sempurna bisa disilangkan hanya di Indonesia orang yang belajar masih jarang, jadi belajar dari orang-orang yang kuliah diluar negeri.
Amirul mukminin menjual tanaman hasil penyilangan dengan harga bervariasi, mulai tanaman berusia 3 bulan dijualnya dengan harga 100 ribu sampai 1 juta, sedangkan yang benar-benar eksotis harganya bisa mencapai 10 juta, semua tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual.
--+
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/