Friday, 07 May 2021


Kreatif, Alumni Politeknik Kementan Kembangkan Olahan Bunga Telang

04 May 2021, 11:29 WIBEditor : Gesha

GS Farm kembangkan aneka olahan dari bunga telang | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Salatiga --- Sejak tahun 2019, Faiz Nur Hanifah, penerima manfaat program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Polbangtan Yogyakarta-Magelang, mengelola usaha di bidang agribisnis tanaman pangan dan hortikultura dengan nama Garda Serasi Farm (GS Farm). Bersama kedua rekannya, GS Farm fokus mengolah kembang telang dan teh telang herbal selain sayuran. 

“Bunga telang merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di sekitar tempat tinggal saya banyak sekali tanaman bunga telang , namun belum ada yang memanfaatkannya bahkan di biarkan jatuh begitu saja," ungkap Faiz yang menceritakan mengapa dirinya memilih bunga telang sebagai sumber usahanya.

GS Farm mencoba untuk memanfaatkan bunga telang menjadi olahan teh. "Alhamdulillah produk yang kami buat sudah mendapatkan izin PIRT," tambahnya.

Selain mengelola usaha, Faiz juga mengajar mata pelajaran PKK (kewirausahaan) di SMKPP Dharma Lestari. Ia ingin mengajarkan ke siswa-siswi  tentang kegiatan wirausaha hingga menjalin mitra usaha.  “Dengan modal yang diberikan oleh yayasan dan didukung oleh sarana dan prasarana sekolah. Maka dibuatlah usaha produk dari bunga telang dengan label dari yayasan dan sekolah itu sendiri bernama 'Agronefsa'. 

Dengan adanya kesepakatan dan MOU yang menguntungkan antara GS Farm dengan Yayasan dan SMK akhirnya teciptalah produk tersebut yang nantinya dapat berkelanjutan bekerjasama. "Untuk pemasaran kami menjual langsung di beberapa event pameran di desa wisata, serta cafe. Namun akibat pandemi Covid 19, semua kegiatan pemasaran lebih gencar melalui akun sosial media serta melalui event online seperti Podcast bersama Forbil Institute dan event panganfest bersama para inovator pangan lainnya,” tambah Faiz.

Keberanian Faiz dan rekannya tak terlepas dari  motivasi, pendidikan serta pengalaman yang didapatkan dari pendidikan Vokasi. Selepas pendidikan menengah pertama, Faiz melanjutkan ke SMK PP Dharma Lestari yang merupakan SMK binaan Kementerian Pertanian (Kementan) serta Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa). 

SMKPP Dharma Lestari sendiri memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan bidang pertanian terutama dalam pengembangan agro bisnis dan agro industri. Fokus pada akhlakul karimah para santrinya dengan pendidikan agama Islam, SMKPP ini pun menempa kemandirian para siswa hingga  produktif sebagai bekal dalam berdakwah dan berjuang di tengah-tengah umat/masyarakat.

Bagian Regenerasi Petani

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan usaha pertanian sangat menjanjikan karena memiliki pangsa pasar yang pasti dan menjadi basis ekonomi nasional bahkan sektor pertanian tumbuh paling tinggi di masa pandemi ini. 

“Upaya regenerasi petani terus dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM utamanya sejumlah Politeknik Pertanian dan SMK PP binaan Kementan di seluruh Indonesia yang diharapkan nantinya dapat mencetak alumni yang dapat menjadi pengusaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan terutama di bidang pertanian,” paparnya.

Dijelaskannya, jalinan kerjasama antara Kementan dengan SMK binaan akan terus ditingkatkan dalam upaya mencetak generasi muda pertanian dan menumbuhkan pengusaha pertanian milenial melalui pendidikan vokasi pertanian. Siswa/siswi lulusan SMK binaan dapat melanjutkan kuliah di politeknik  milik Kementan melalui jalur POSMK (Prestasi Olahraga, Seni, Keilmuan, Minat / Bakat).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan petani milenial berkualitas bisa dihadirkan melalui pendidikan vokasi. Dedi menambahkan, Kementan pun akan terus mendorong agar generasi muda dapat mengambil peranan dalam pembangunan pertanian. 

“Terbukti banyak pemuda terdidik saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan, apalagi ditunjang dengan mekanisasi dan inovasi pertanian yang menjadikan pertanian menjadi lebih modern dan menjanjikan,” ungkap Dedi.

Upaya regenerasi ini diharapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menegaskan pertanian itu tidak kenal krisis. "Dalam kondisi krisis seperti ini, pertanian harus terus produktif. Bertanilah bila ingin tubuh dan jiwa sehat," ujar Mentan SYL.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018