Sunday, 19 September 2021


Melukis, Sisi Lain dari Ani Andayani, sang Spesialis Nutrisi Tanaman

04 May 2021, 12:31 WIBEditor : Yulianto

Lukisan hasil karya Ani Andyani | Sumber Foto:Dok. Ani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Melukis merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan, tidak hanya bagi anak-anak tapi juga orang dewasa. Dengan melukis dapat mengekspresikan imajinasi dan kreativitas yang kita miliki yang jarang tersampaikan secara verbal.

Tak jarang, banyak orang yang memiliki hobi melukis di waktu luangnya menghasilkan karya yang unik dan imajinatif. Selain menyenangkan, melukis juga dapat menghilangkan stres dan imajinasi tertuangkan dalam karya gambar yang indah.

Adalah Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr wanita kelahiran Cirebon 20 Nopember 1958 ini mengaku dirinya mencintai dunia seni lukis sejak masih remaja. “Sejak usia SMP tepatnya kelas 3 yaitu di tahun 1973, untuk pelajaran menggambar saya selalu mendapatkan nilai bagus, gambar pertama saya adalah menggambar jari tangan sendiri (tangan kiri) dengan pensil. Sayangnya tidak saya simpan,” ujar Ani.

   

Ani yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian (2015- 2018) Kementan RI kepada Sinartani mengatakan, sejak SMA dirinya masih memiliki minat yang kuat terhadap menggambar. Pemandangan adalah salah satu objek yang sering dituangkan dalam lukisan.

“Saat dibangku kuliah saya sama sekali tidak melukis karena mungkin sibuk dengan kuliah, kemudian saya mulai bekerja sebagai PNS yaitu sebagai widyaiswara Departemen Pertanian di 1982 juga tidak merilis hobby melukis,” tuturnya.

Namun kemudian anaknya yang sulung, tahun 1993 saat tinggal di Tokyo, Jepang sekolah di SD Matsudo (Kakinokidai Shoogakko) Chiba Prefecture, lukisannya mendapat penghargaan Silver Medal (Medali Perak) dari Walikota Chiba untuk kategori lomba melukis usia SD kls 1-3.

Rupanya tidak harus mengajarkan menggambar kepada anak saya tetapi mungkin bakat menurun atau entah bagaimana lukisan anak saya mendapat apresiasi di Jepang,” ungkapnya.

Kembali dari sekolah di Jepang, Ani kembali aktif sebagai widyaiswara, tetapi sejak Otonomi Daerah pindah menjadi pejabat struktural. Nah, mulai disitu, saat “ruwet” kemudian hobi melukisnya muncul lagi.

Lulusan dari S-2 Horticulture Sciences , Chiba University, Japan (1995), S-3 Plant Nutrition , Nihon University Japan (1998) mengatakan, secara kebetulan dirinya sering terpisah dari keluarga. Artinya suami dinas di kota berbeda, sehingga untuk mengisi sisa waktu  luang dengan melukis.

Beberapa lukisan mulai 2018 semakin banyak karena mulai memasuki masa purnabakti. Saat pandemi Covid terlebih lagi, dalam beberapa bulan bisa membuat lukisan lebih dari 19 unit. Hingga kini mungkin total lukisannya ada 50 unit lebih dari berbagai ukuran kecil sampai besar. Ukuran kecil 20 x 30 cm, variatif, dan terbesar 90 x 175 cm .

“Lukisan itu sebagian sebagai hadiah atau kenangan, sebagian lagi dijual dan sebagian lagi sebagai koleksi saja,” imbuh Nenek dari 4 orang cucu ini.

Menurut Ani, tema lukisannya ini idenya datang secara alami. Tema dan objeknya semua tidak menentu, tetapi lebih sering ke flora fauna atau alam. Lukisannya tidak ada yang dibuat di alam dengan melihat naturanya, tapi  semua dibuat atas dasar inisiatif.

Kelebihan dan manfaat melukis bagi Ani adalah merilis pikiran atau sekedar healing dan rekreasi cara sendiri.  “Menanti mood, kemudian muncul ide dan baru mulai melukis. Itupun tanpa sketsa, asal aja. Ilustrasi objek nyata kadang dibantu dengan ingatan saat melihat objeknya beberapa waktu sebelumnya. Maka lukisannya asal karena semua depends on mood,” tuturnya.

Apakah tertarik dengan lukisan cantik karya Bu Ani?

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018