Friday, 18 June 2021


Pangan Sehat serba Kering dari Wiwik

15 May 2021, 07:39 WIBEditor : Yulianto

Wiwik kembangkan produk olahan kering | Sumber Foto:Wiwik

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Bumi Nusantara telah dikenal memiliki sejuta kekayaan alam, termasuk rempah sejak era penjajahan. Dengan potensi itu, kini pelaku usaha dalam negeri pun banyak memanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan.

Adalah Wiwik Widyaningsih wanita berusia 38 tahun ini sang founder dari Kato Dehydrated Foods yang berhasil mengolah berbagai jenis rempah, buah, sayuran, biji-bijian dan aneka macam bunga lokal Indonesia.

“Awal mulanya di tahun 2019 mulai usaha rempah-rempah berkualitas, Saya riset sejak awal 2019. Mulai jualan produk Juni 2019. Tanpa merk tanpa label apapun. Masih polosan," katanya.

Namun sejak Mei 2020, Wiwik baru memakai merk Kato Dehydrated Foods dan logo produknya. Pasalnya, hal itu menjadi persyaratan dari ajang kompetisi Foods Startup Indonesia, yang diselenggarakan Kemenparekraf RI. 

Sejak 15 Januari 2021 berdiri perusahaan yang resmi untuk mengeluarkan produk Kato DF ini. Salah satunya ada produk daun pepaya serbuk. "Saat ini saya baru memiliki 95 jenis produk yang terbagi dalam 7 kategori,” ujarnya pada Sinartani.

Wiwik wanita asal Malang ini menambahkan, dirinya membuat olahan produk pertanian yang semuanya dikeringkan. Pengeringan menggunakan proses khusus yakni teknologi dehydrated. processing dengan menggunakan mesin dehydrator.

"Produk-produk yang kami buat ini semuanya masih original, nutrisinya juga masih sangat terjaga, rasanya sangat mirip dengan rasa asli segarnya. Warnanya sudah pasti menyerupai dengan warna asli segarnya. Jadi boleh dibilang tidak ada perubahan warna yang cukup signifikan dari proses pengeringan dengan metode ini," katanya.

Kemudian untuk rasa, Wiwik juga menjamin sangat mirip dengan rasa segarnya. Jadi keunggulan dari proses ini memiliki rasa yang sangat terjaga, warnanya juga terjaga.

Adapun kelebihan lainnya yang paling utama menurut Wiwik adalah memiliki masa kadaluarsa yang cukup lama.  "Jadi produk kita ini prinsipnya adalah ‘original food’ tanpa ada tambahan pewarna, tanpa ada tambahan pengawet maupun zat additives lainnya,” ujarnya.

 

Sementara untuk pemasarannya, Wiwik mengatakan, saat ini ke para trader dan beberapa kota di luar Jawa Timur. Biasanya para trader menjual ke luar negeri.

Namun Wiwik mengakui, kendala saat ini dirinya belum memiliki sertifikat produk. Kendala lainnya adalah sulitnya menembus perizinan produksi. "Saya ditolak ngurus PIRT sampai dua kali. Mau konsultasi IUI juga ngak direspon oleh 2 orang staf kedinasan. Akhirnya ya dengan browsing saja cari pengetahuan tentang prosedur yang baik,” kenangnya.

Wiwik mengatakan, dalam memproduksi pihaknya mendapatkan bahan-bahan tersebut langsung dari petani. Namun ada juga yang dibeli di pasar tradisional. Hingga saat ini produk yang dihasilkan diantaranya, buah-buahan dan rempah-rempah yang sangat berkualitas yang usia tanamnya telah berumur 1,5 tahun. Misalnya, tanaman jahe, ada juga produk bubuk mentimun, bubuk wortel, dan laen-laen.

Kedepannya Wiwik akan terus berinovasi meracik daun katuk dan daun pepaya yang diakuinya sangat bermanfaat bagi ibu menyusui. Selain katuk ada juga daun pepaya bagi para vegetarian. “Daun pepaya kan buat mengurangi penyakit mulai dari kolesterol, darah tinggi, kencing manis, asam urat,” katanya.

Wiwik pun telah melakukan proses kemasan yang aman dan bagus. Selama ini melakukan ‘pengiklanan’ produknya, dalam bentuk promo produk dan manfaatnya di grup WhatsApp dan personal. “Promo dan penawaran pada saat acara perlombaan,” katanya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018