Saturday, 23 October 2021


Sofian, Bosan Kerja di Rumah Coba Urban Farming

28 May 2021, 06:16 WIBEditor : Ahmad Soim

Sofian dan temannya coba kembangkan urban farming di lahan marginal | Sumber Foto:Suroyo

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang -- Bosan lebih banyak kerja di rumah, Sofian anak muda di Tangerang Banten ini mencoba mengembangkan urban farming memanfaatkan lahan marginal di perkotaan. 

Maret 2020 merupakan masa awal pandemi Covid 19 di Indonesia. Berbagai sektor terkena dampak negatif akibat mewabahnya virus tersebut. Tak terkecuali Sofiyan Aditiya, Alumni Agroekoteknologi Faperta Untirta. Tempat ia bekerja terpaksa harus mengambil keputusan untuk mengurangi beban gaji pegawai dengan cara mengurangi jumlah hari kerja. Terbiasa dengan kesibukan, ketika jumlah hari kerja berkurang ia merasa bosan. akhirnya untuk mengisi waktu luang ia kembali menjalankan hobinya, yaitu berkebun.

Memanfaatkan lahan marginal, lahan yang tidak produktif yang ada di sekitar wilayah perkotaan, ia kemudiaan melakukan aktifitasnya, yaitu urban farming. Urban farming merupakan konsep pertanian yang dilakukan di daerah perkotaan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, lahan fasum, serta lahan marginal yang belum termanfaatkan untuk ditanami berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura. 

BACA JUGA:

Di lahan tersebut ia tanamani berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan serta tanaman pangan. Sofiyan menyampaikan “Tanaman sayuran yang ditanam terdapat kacang panjang, mentimun, cabai, kangkung, pakcoy, selada, tomat serta terong. Untuk jenis tanaman buah terdapat aneka jenis pisang (mas, badak, kepok, barangan, muli, ketan, tanduk, raja bulu, raja sereh, ambon lumut, & ambon kuning), pepaya California, markisa, anggur & labu madu). Sementara untuk tanaman pangannya terdapat singkong, ubi, & talas bogor.” Ujar Sofiyan kepada Tabloid Sinar Tani (25/5)

Setelah 1 tahun berlalu berbagai jenis tanaman yang ia tanam terasa hasil panen buat dirinya.  Baginya hasil dari kegiatan urban farming tentunya sangat bermanfaat. “ Pada saat penghasilan berkurang, suplai sayur dan buah dari kebun selalu tersedia. Selain itu kita dapat mengoptimalkan produktivitas  lahan marginal, yang sebelumnya hanya ditumbuhi ilalang dan jenis gulma lainnya kini menjadi lebih produktif dengan hasil berupa sayur, buah dan bahan pangan untuk konsumsi kita sehari-hari” pungkas Sofiyan

Berawal dari kegiatan urban farmingnya, kini Sofiyan Aditiya mencoba terjun lebih dalam untuk membudidadayakan tanaman pisang ambon kuning secara komersil di lahan marginal yang masih tersedia. “ Harapannya saya usaha budidaya ini mampu berkembang lebih luas lagi dan mampu mewujudkan cita-cita menjadi seorang petani” tutup Sofiyan

____

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Suroyo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018