Wednesday, 21 October 2026


Anthurium dan Philodendron Depok, Berjaya di Pasar Amerika

01 Jul 2021, 11:56 WIBEditor : Gesha

Paul Makarello, Anthurium dan Philodendronnya tembus Amerika

TABLOIDSINARTANI.COM, Depok --- Nama Bogana Pot Plants di Amerika Serikat bukanlah pemain baru produsen Anthurium dan Philodendron. Banyak youtuber pecinta tanaman pot yang sudah mengulas tanaman dari Sawangan, Depok ini. Semua berkat tangan dingin sang owner Bogana Pot Plants, Paul Makarello.

Tak ada yang menyangka, sebuah screenhouse sederhana milik Paul di Sawangan Depok ternyata menjadi penghasil pundi-pundi puluhan juta Rupiah bahkan dollar Amerika. Contohnya saja, Janda Bolong (Monstera adansonii) Paul bisa ditawar sampai Rp 80 juta !. Tak hanya janda bolong, jenis Anthurium dan Philodendron  dari Depok ini juga sampai ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

“Kita mulai sejak 2006-2007, mulai saat ramai-ramainya Anthurium. Awalnya emang karena senang, terus beli. Ternyata menjanjikan (peluangnya). Dari situ mulai terbersit, kayanya ini bisa jadi pilihan bisnis saya,” ungkapnya.

Dirinya memilih membesarkan aneka tanaman hias famili Araceae seperti Anthurium, Aglaonema, Alocasia,hingga Philodendron. “Tanaman-tanaman famili ini memang banyak di Indonesia, contohnya saja Anthurium yang di Indonesia lebih dikenal sebagai tanaman kuping gajah, dan banyak ditanam di teras-teras rumah tapak. Kemudian Aglaonema yang lebih dikenal sebagai tanaman sri rejeki. Dulu memang lebih nama lokal, tapi trend sekarang kan lebih popular pakai nama Anthurium, Aglaonema, Philodendron,” jelasnya.

Paul menuturkan, dahulu tanaman jenis Araceae ini di rumah tangga Indonesia jarang dirawat bahkan dianggap penting. Tetapi semenjak mudah mengakses internet dan permintaan dari luar negeri akan jenis-jenis Araceae ini, mulai berlomba-lomba merawat, beli bahkan berjualan. “Permintaan datang ke kami dari Amerika, Kanada, Jerman, Inggris, Perancis dan beberapa negara Asia. Kita mulai merespon dan mengumpulkan hingga kemudian ekspor,” tambahnya.

Tak hanya mengumpulkan, Paul juga melakukan perbanyakan benih Anthurium di screen house  miliknya. Memang ada anggapan, melakukan perbanyakan benih di dataran rendah lebih sulit daripada pelaku usaha di dataran tinggi.

Namun, Paul telah mencoba dan sukses memperbanyak anthurium lewat biji di dataran rendah. Semula Paul menyemai biji anthurium hookeri di media kapas basah dengan meletakkan 24 biji anthurium di kapas berukuran 7 cm x 13 cm.

Selanjutnya, Paul meletakkan media itu di dalam plastik tertutup rapat. Ia membuka kantong plastik ketika hendak menyiram media tanam 3 hari sekali untuk mencegah kekeringan. Penyemaian benih di tempat teduh atau terpapar sekitar 25% sinar matahari pada siang hari untuk menjaga kelembapan media selama perlakuan atau 30 hari.

Menurut Paul beberapa syarat supaya penyemaian berhasil, biji berasal dari tanaman dewasa. Itu terkait dengan ketersediaan zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan biji menjadi tanaman baru. Anthurium di dataran rendah mencapai masa dewasa pada umur 4 tahun, sedangkan di dataran tinggi pada umur 3 tahun.

Ekspor Dipermudah

Paul sendiri menggeluti pasar ekspor sejak akhir 2018, dengan mengandalkan sosial media yang dimilikinya seperti Facebook (Bogana Potplants) dan Instagram (@boganapotplants). Bahkan beberapa pembelinya sendiri merupakan youtuber penggiat dan pecinta tanaman hias, sehingga tak jarang dirinya mendapatkan pesanan dari follower yang mengaku mendapatkan info dari video youtube.

Selama ekspor, dirinya mengaku tidak kesulitan karena telah memenuhi berbagai persyaratan dari Kementerian Pertanian, salah satunya dengan mendapatkan Phytosanitary Certificate. “Kita dibantu Kondo dari Jojo and OP Nursery untuk bisa memenuhi persyaratan ekspor. Lebih mudah karena prosesnya cepat mulai 3 jam-1 hari. Kemudian lapor ke Karantina Pertanian untuk datang memeriksa kondisi tanaman. Pagi diperiksa terus dikirim ke lab, sorenya sudah ada hasilnya dan dikasihkan Phytosanitary Certificate,” cerita Paul.

Dirinya mengaku tidak menyangka dari penjualan tanaman hias di screen house sederhananya tersebut bisa memberdayakan warga sekitar untuk dipekerjakan sebagai tenaga packing dan perawatan. 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018