Tuesday, 03 August 2021


Asnawi, Motivator dan Penggerak Peternak Sapi di Dua Desa

17 Jul 2021, 17:46 WIBEditor : Yulianto

Asnawi di dalam kandang peternakannya | Sumber Foto:Suriady

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap---Nama Asnawi sudah banyak dikenal peternak sapi di Desa Padangloang dan Padangloang Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Pria berusia 55 tahun itu dikenal karena kepemimpinan dan kepeloporannya dalam membangun dan menggerakkan kelompok ternak sapi.

Sebagai Ketua Kelompok Ternak Sipakainge, ia telah mendapatkan sertifikat sebagai kelompok ternak berprestasi di bidang peternakan. Ssertifikat tersebut diterimanya saat  acara Tudang Sipulung Terpadu Tingkat Kabupaten Sidrap Tahun 2020.

Pria kelahiran, 15 Mei 1967, sebelum terjun ke usaha peternakan sapi, Asnawi mengaku pernah menjadi sopir mobil, bekerja di PT Bumi Karsa, PT Adikarya, PLTU Bakaru. Bahkan pernah mengikuti casting pemeran pembantu dalam film Brama Kumbara. Ia juga mencoba sebagai petani tahun 1997 hingga 2013 atau 15 tahun yang lalu.

Asnawi yang hanya tanaman SD mulai menjalankan aktifitasnya dalam beternak sapi dengan sistem penggemukan sejak tahun 2014. Awalnya Asnawi hanya memiliki dua ekor sapi. Sesuatu yang tidak mudah untuk dapat dijalankan, tapi berkat ketekunan dan keuletan sehingga Asnawi berhasil dan memperoleh predikat  sebagai Kelompok Ternak berprestasi di tahun 2020.

Keberhasilan yang didapatkannya itu tidak dengan mudah diraihnya. Persoalan besar yang dihadapi dan dirasakan ketika pada awal merintis usaha peternakan adalah ketiadaan modal usaha.

Luas lahan 20 are dijadikan kandang untuk beternak sapi dengan luas 5 are dan 15 are untuk kolam ikan dan lahan rumput gajah. Berbekal lahan keluarga yang dimiliki, Asnawi memilih untuk merintis usaha baru yakni beternak sapi karena dianggap sebagai pekerjaan yang menguntungkan serta prospek kedepannya menjanjikan.

"Awalnya saya hanya memiliki dua ekor sapi dan hanya 5 orang anggota, baik di Desa Padangloang maupun di Desa Padangloang Alau, karena waktu itu warga kurang tertarik untuk budidaya ternak sapi karena dianggap merugikan,” katanya.

Motivasi warga

Berkat motivasi dan dorongan yang terus Asnawi berikan kepada warga akhirnya satu persatu warga tertarik untuk budidaya ternak sapi. Apalagi setelah sudah melihat hasil dari ternak sapi milik Asnawi.

Sekarang sapi yang ada di Desa Padangloang dan Padangloang Alau sudah mencapai 250 ekor dan akan terus berkembang, baik populasi ternak maupun anggota kelompok ternaknya. "Alhamdulillah, dari dua kelompok ternak yang ada di Desa Padangloang dan Padangloang Alau sudah ada 250 ekor dan kedepannya akan terus berkembang.

Potensi untuk budidaya ternak sapi di dua desa tersebut sangat besar karena lahan milik warga masih sangat memungkinkan. Namun kendala yang dihadapi warga untuk budidaya sapi yakni modal usaha untuk membeli sapi.

Dalam budidaya ternak sapi Asnawi memiliki pola integrasi yang sangat membantu dalam pemeliharaan ternak sapi, budidaya ikan, dan rumput gajah karena terdapat sistem simbiosis mutualisme di dalamnya.

Dalam pemeliharaan ternak sapi, budidaya ikan dan rumput gajah ada sistem symbiosis mutualisme. Air kencing sapi (urine) dan tahi (feses) sapi dapat mengalir melalui saluran pembuangan yang masuk kedalam kolam ikan dan masuk pula ke lahan rumput gajah, sehingga ikan tumbuh sehat dan rumput gajah tumbuh subur.

 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018