Tuesday, 03 August 2021


Rizky Maulana, Ajak Investor Tanam Talas Beneng di Kota Bogor

22 Jul 2021, 07:25 WIBEditor : Gesha

Tanam Talas Beneng di Bogor | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor-- Meskipun Kota Bogor sudah identik dengan Talas dan segala olahannnya, ternyata tak menyurutkan niat Rizky Maulana untuk mulai merintis tanam Talas Beneng dan Porang di Kota Hujan ini. Tak mau sukses sendiri, dirinya membentuk Komunitas Petani Generasi Muda Bogor Timur. 

"Awalnya saya diserahi lahan seluas 1 hektar milik keluarga untuk ditanami lengkuas. Ngolah lahan sendiri, tanam sendiri, " ungkap Muhammad Rizky Maulana ketika ditanya ketertarikannya bertani. 

Apalagi saat itu, di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Dirinya melihat banyak lahan-lahan kosong milik warga yang telantar karena tidak diolah.

Rizki mengaku benar-benar nol besar bergelut di pertanian, karena dirinya tak memiliki latar pendidikan pertanian. "Saya cuma lulusan SMP, mengadu nasib jadi office boy di sebuah pabrik garmen di Cikarang, " tuturnya. 

Tapi dasar milenial, ada saja caranya untuk mencari ilmu. Berbekal Berbekal menonton video di YouTube, Rizky mulai mempelajari bagaimana caranya mengolah tanah, bagaimana memilih bibit, merawat tanaman, memupuk, memanen, hingga belajar teknik pemasaran. Hasilnya, panen lengkuas pertama dia berhasil memanen sekitar 20 ton lengkuas dengan laba Rp 30 juta bersih. 

"Bibit ambil dari hutan, pupuk pakai pupuk kandang, lahan punya sendiri, cuma modal tekun liatin YouTube sama tanya petani senior, " jelasnya. 

Sukses dengan lahan milik keluarganya, Rizky mulai berpikir bagaimana caranya lahan-lahan kosong lain yang ada di kampungnya juga bisa dimanfaatkan dan menghasilkan.

Akhirnya, Rizky menggandeng sekitar 20 pemuda desa untuk membentuk komunitas Petani Generasi Muda Bogor Timur. Bersama pemuda lainnya, Rizky mulai merambah untuk mengolah lahan-lahan lain yang telantar. Dirinya menemui pemilik tanah untuk minta izin, ketika pemilik tanah sudah memberi lampu hijau, maka Rizky dan teman-temannya akan mulai mengolahnya.

Rizky dan komunitasnya menawarkan lahan-lahan kosong tersebut melalui media sosial untuk mendapatkan investor. Ternyata respons dari publik cukup besar, kini sudah ada 9 investor yang bermitra. 

Dirinya kini tengah merintis bertanam Talas Beneng dan Porang di lahan lahan terlantar tersebut selain lengkuas dan jahe merah. "Sebenarnya mitra bebas memilih komoditas apa yang ingin dia tanam. Tetapi kami arahkan mana komoditas yang bagus. Tapi keputusannya tetap ada di tangan mereka, pengen nanam apa," tuturnya. 

Luas lahan yang mereka kelola juga semakin besar, saat ini ada sekitar 26 hektar yang mereka kelola menggunakan mekanisme sewa tersebut. Harga sewa satu hektar tanah bervariasi, tergantung pada hasil kesepakatan pemilik tanah dan calon mitra.

Tak ada juga tips khusus yang digunakan oleh Rizky untuk mendatangkan investor atau mitra. Dia tidak memberikan janji-janji besar supaya calon mitranya tergiur dan mau berinvestasi. Dia hanya menceritakan bagaimana dia dan teman-temannya bekerja serta menunjukkan hasil kerja mereka kepada calon mitra.

Untuk pembagian hasil, mereka juga tidak mematok harga pasti kepada mitra. Upah untuk pekerja tergantung bagaimana kesepakatan di antara keduanya. Yang penting semua biaya yang dikeluarkan untuk mengolah lahan dan merawat tanaman dikembalikan.“Tergantung mitranya nanti mau kasih berapa, jadi kesepakatannya bagaimana,” ujarnya. 

Berkat bertani, kini pendapatan atau laba bersih Muhammad Rizky Maulana yang kini masih berusia 20 tahun sudah mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta sebulan. Bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi 50 orang petani sekitar dan pemuda desa.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018