Thursday, 23 September 2021


Teuku Mufizar Mengisi Waktu Pensiun dengan Bertani

02 Aug 2021, 15:31 WIBEditor : Gesha

Ternak Bebek Teuku Mufizar | Sumber Foto:ABDA

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Nama Teuku Mufizar sudah tak asing lagi di Pemkab Aceh Jaya. Pria kelahiran Calang, 5 Agustus 1958 ini, merupakan sosok pria yang ramah dan mudah bergaul dengan banyak orang. Kini setelah pensiun di tahun 2016, dirinya banyak menghabiskan waktu dengan bertani, memelihara bebek serta ikan.

Suasana asri begitu terasa di kediamannya ketika Sinar Tani bertandang ke rumahnya, di Meunasah Gla Cot Irie Aceh Besar bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Cut Huzaimah. Saat itu, kami disuguhi minuman teh dari bunga telang. "Untuk meringankan anak, saya ikut terlibat, mulai tanam hingga pengolahan bunga menjadi minuman teh," kilahnya.

Teuku Mufizar memanfaatkan pekarangan rumahnya yang cukup luas dengan menanam berbagai sayuran dan buah - buahan, termasuk bunga Telang. Menurutnya, dalam menggeluti hobi dibantu anak bungsunya yang sedang kuliah di prodi THP Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Bahkan ketika panen, aneka tanaman sayuran dan buah - buahan di pekarangan, kerap kali dibagikan ke tetangga.

Bunga Telang sendiri sudah ditanam sejak dua tahun lalu dan menghasilkan bunga yang lumayan banyak. Dirinya bahkan berpromosi jika bunga telang ini miliki banyak khasiat, selain berguna sebagai anti oksidan, dan jika diremas bersama air dapat menyehatkan mata sehingga penglihatan menjadi terang. "Manfaat lain bunga Telang, daunnya juga bisa dijadikan sayuran seperti kelor. Setiap tamu yang berkunjung pun, sering saya sajikan sebagai minuman teh Telang," ujarnya promosi.

Keluarganya dari kakek (sepupu) tercatat 80 orang yang sudah menanam bunga Telang di pekarangan rumah. Khasiat bunga Telang sambungnya sudah terbukti bagi keluarganya dan selalu ketagihan untuk terus mengkonsumsinya. Awalnya dia memperoleh bibit bunga Telang dari kakak sepupunya di komplek Vila Citra. Anehnya kata dia, bunga ini semakin banyak diberikan bukan malah mati, tapi akan semakin tumbuh dan subur.

"Kalau mau tanam bunga Telang, bisa ambil bibitnya disini. Gratis. Bunga ini selain bermanfaat untuk kesehatan juga bisa dijadikan sebagai tanaman pelindung dari matahari," bebernya.

Selain bunga telang, pensiunan birokrat ini juga beternak ikan di halaman belakang. Setidaknya ada  dua unit kolam ikan berukuran masing - masing berukuran 7 x 8 meter. Di dalam kolam tersebut dipelihara Lele, Patin dan ikan Nila. Bahkan Air kolam tersebut dijadikan tempat berenang bebek. "Waktu panen 400 ekor ikan Nila tidak dijual, tapi dibagi bagi ke warga dan tetanga. Untuk menolong orang lain dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dimasa Covid-19," timpalnya. 

Bebek yang dipelihara dua jenis yakni, Entok 45 ekor dan Peking 30 ekor. "Bibit bebek Peking dibeli Rp 8.000 umur seminggu. Sedangkan bibit Entok ditetaskan sendiri. Kemudian dipelihara selama 3 - 4 bulan dan diminta beli warga Rp 80.000, kalau Entok dijual Rp 250.000 per ekor," sebutnya.

Dirinya menambahkan, memelihara bebek sangat mudah, pakan yang diberikan cukup dedak saja. Namun dengan tersedianya kolam untuk area berenang kata dia, dapat membantu mempercepat perrumbuhan bebek yang dipelihara.

Semasa berkarir di dunia birokrasi, sederet prestasi dan karirnya melejit. Pada tahun 2003 - 2007 pertama sebagai Kadis Sosial selama empat tahun, dan menjadi Kadistan Aceh Jaya 2007 - 2009, Kadis Pariwisata 2009 - 2011. Selanjutnya selama enam bulan sempat menjadi staf ahli Bupati dan asisten. Kemudian tahun 2011-2012, menjabat Kadis Perikanan serta terakhir menjabat Kabadan Penyuluhan dan Pertanian 2012 - 2014.

Setelah sekian lama mengabdi akhirnya ia mengambil masa pensiun tahun 2015 dan kembali ke Banda Aceh untuk mengurus ibunya yang terkena stroke. "Setahun mengurus ibu, akhirnya 2016 beliau wafat dan meninggalkan luka mendalam. Sementara almarhum ayahnya sudah wafat tahun 2003," kisahnya pilu.

Hasil pernikahan Ketua Ikatan Alumni Konservasi Sumberdaya Lahan(IKA-KSDL) Universitas Syiah Kuala (USK) ini dengan Cut Ainun Mardiah yang berasal dari Pidie dikaruniai empat putra dan putri yakni  Teuku Fairuzzabadi, Cut Fathia, Teuku Fadlurrahman dan Cut Fatima. 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018