Thursday, 23 September 2021


Beras Mutiara, Menu Muhrodi Satukan Jagung dan Singkong

09 Sep 2021, 08:16 WIBEditor : Yulianto

Muhrodi, Punggawa Beras Mutiara | Sumber Foto:Ikbal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Muhrodi tak pernah membayangkan sebelum, apalagi bermimpi. Usahanya mengembangkan pangan alternatif beras Mutiara yang merupakan perpaduan tepung singkong dan jagung membawa dirinya bertemua orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

Bersama kelompok binaannya, produk beras Mutiara meraih penghargaan Tingkat Nasional Adhikarya Pangan Nusantara 2015 mewakili Provinsi Jawa Tengah. Bertemu langsung dan berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhrodi saat menerima penghargaan kategori pengembangan pangan lokal.

Apa yang dicapai Muhrodi melalui jalan pangan yang tak mudah. Berbekal pelatihan dan alat penepung yang diperolehnya dari kegiatan Pelatihan Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal yang diselenggarakan Disnakertransos Kebumen pada tahun 2013, ia bersama kelompok usahanya mulai melakukan pembuatan beras analog.

Kelompok usaha yang berdiri pada tahun 2010 ini, awalnya hanya mengolah singkong dan jagung menjadi produk oleh-oleh. Diantaranya, rengginang singkong, sriping, oyek special dan emping jagung.

Setelah mendapatkan pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah berikut mendapat bantuan alat ekstruder tahun 2015, kapasitas produksi beras analog Mutiara bisa ditingkatkan mencapai 1,2 – 1,5 ton perbulan.

Konsumen beras Mutiara ini mayoritas memang masih di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, ujar Muhrodi saat Webinar Jagung, Sumber Karbohidrat Kaya Manfaat. Namun belakangan ini Muhrodi juga mendapatkan pesanan ke beberapa daerah lain melalui penjualan online.

Perilaku konsumsi makanan pokok masyarakat sekarang mulai bergeser dan berorientasi bukan hanya mengenyangkan, namun juga sehat menjadi salah satu alasan Muhrodi menekuni pembuatan beras Mutiara ini. Apalagi bagi yang mengidap penyakit tertentu seperti diabetes mulai menghindari konsumsi beras nasi dan mulai menggantinya dengan beras analog berbahan dasar umbi-umbian dan jagung.

Peluang inilah yang mendorong Muhrodi, Ketua Kelompok Pengolahan Pangan Lokal “Mutiara Baru” Kebumen Jawa Tengah untuk memproduksi beras analog dengan merk “Mutiara”. Beras Mutiara merupakan salah satu produk diversifikasi pangan, yang terbuat dari perpaduan antara tepung jagung dan tepung mocaf (singkong).

Pembuata beras Mutiara

Muhrodi menjelaskan, proses pembuatan beras Mutiara ini adalah dengan cara mencampurkan tepung mocaf  dan tepung jagung dengan komposisi masing-masing 50 : 50. Untuk mendapatkan beras analog sebanyak 20 kg, dibutuhkan masing-masing 10 kg tepung jagung dan tepung mocaf. Setelah dicampur dan diaduk secara merata kemudian diberi sedikit air sehingga membentuk adonan dan adonan tersebut dijadikan butiran kecil mirip seperti beras.

Berikutnya, setelah menjadi butiran agar tidak lengket, adonan tersebut dipisahkan secara manual dengan menggosok-gosok dengan kedua tangan. Proses selanjutnya yaitu pengeringan, dengan cara di jemur secara langsung memanfaatkan panas matahari, atau dimasukan kedalam oven. Setelah kering, butiran beras tersebut dikemas dalam kemasan kedap udara, dan siap untuk dipasarkan.

Penggunaan tepung singkong dan tepung jagung sebagai bahan baku beras Mutiara ini, karena melimpahnya produksi singkong dan jagung di Kebumen, ujar Muhrodi. Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen memang mempunyai potensi bahan baku ubi kayu yang besar dengan luas tanam lebih dari 350 ha dan rata-rata panennya 15 kuintal/ha.

Muhrodi menambahkan, beras Analog Mutiara mempunyai berbagai manfaat. Diantaranya sangat cocok untuk orang penderita diabetes dan cocok juga digunakan sebagai menu program diet. Beras Analog Mutiara ini juga dibuat tanpa bahan pengawet. Dari serangkaian uji yang sudah dilakukan, beras mutiara memiliki manfaat menjaga kadar gula darah dan menekan kadar kolesterol.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018