Sunday, 24 October 2021


Dari Buruh Bangunan, Azhar Kini Sukses jadi Penangkar Benih

07 Oct 2021, 10:32 WIBEditor : Gesha

Azhar dan benih padi bersama anaknya yang bungsu | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Pidie --- Menjadi penangkar benih padi jika ditekuni dengan baik, bisa menambah pendapatan ekonomi. Seperti halnya Azhar Adhari sosok petani binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh satu ini sejak 2011. Setelah sebelumnya jatuh bangun dalam bertani dan pernah bekerja sebagai buruh bangunan.

"Alhamdulillah dengan bertani, kehidupan keluarga kami pun semakin baik dan sekarang telah punya rumah yang bisa menyimpan benih 10 ton serta gudang benih kapasitas 30 ton," ujar Azhar kepada tabloidsinartani.com. Azhar mengaku pernah menjadi petani selama 2 tahun lebih menggarap seluas 1,5 hektar di Gampong Jumphoh Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Azhar bercerita, di tahun 2011 dirinya belajar penangkaran benih padi Ciherang semasa Ir Teuku Iskandar, MSi sebagai kepala BPTP Aceh melalui Unit Pelayanan Benih Sumber (UPBS). Ketika panen, benih padi dijual kepada masyarakat hanya Rp 40.000 per 5 kg benih. Padahal di pasaran harganya berkisar Rp 12.000/kg. "Saya menjual murah untuk memotivasi masyarakat agar mau tanam padi dengan varietas unggul baru," kenangnya. Selanjutnya program mandiri benih hanya digeluti setahun dan kembali lagi menjadi penangkar benih.

Sewaktu berhenti sebagai buruh bangunan, tahun 2010 ia mulai menggarap sendiri sawah milik almarhumah ibunya seluas 0,5 ha. Padahal sebelumnya sawah tersebut disewakan kepada orang lain. "Karena bertani memberi keuntungan maka saya berinisiatif menanam sendiri dan tidak menyewakan lagi," tuturnya.

Di desanya Azhar dikenal pribadi jujur dan berdedikasi tinggi memotivasi kelompok. Wajar sejak tahun 2016 ia terpilih menjadi ketua kelompok penangkar Makmur Tani. "Dengan inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian melalui  varietas unggul baru (VUB) hasil padi meningkat dari 8 ton menjadi 10 ton/ha," bebernya.

Ayah empat anak ini mengaku hasil usahanya selama ini bisa menyekolahkan anak bahkan anak sulungnya Nurul Asma sudah tamat sekolah akademi kebidanan. "Selain itu saya juga sudah membangun rumah, lantai jemur dan gudang benih. Sedangkan mobil pickup saya beli untuk kelancaran operasional benih di lapangan.

Dengan adanya program Unit Penangkaran Benih Sumber (UPBS) dan benih VUB ia menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Badan Litbang Pertanian. Program tersebut secara nyata memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan taraf hidup petani. Termasuk penggunaan VUB Inpari IR Nutri Zinc katanya, saat musim tanam rendeng hasilnya pun cukup bagus.

Dia berharap kepada pemerintah walaupun nanti BPTP tidak ada lagi, hendaknya ada program serupa yang berpihak kepada petani.  "Saya tetap akan menjadi penangkar untuk memenuhi ketersediaan benih sumber bagi pengguna," timpalnya.

Semangat Azhar termotivasi setelah sebelumnya diikutsertakan melalui BPP Mutiara Timur pada beberapa pelatihan mulai dari Pidie, Aceh Besar dan Banda Aceh. Namun tahun 2014 ada satu kenangan terindah dalam hidupnya saat diajak BPTP Aceh ikut pelatihan ke BB Padi, Sukamandi Jawa Barat. "Sebab seumur hidup saya baru pertama kali naik pesawat dan itu tercatat dalam sejarah kehidupan," ucapnya penuh haru.

Alumni SMA Kembang Tanjung 1989 kelahiran Adan, 12 Maret 1971 ini mengatakan manfaat menjadi penangkar sangat prospektif katanya, selain menolong masyarakat juga bisa meningkatkan kesejahteraan. "Benih padi yang sudah berlabel saya berikan kepada petani di Kembang Tanjung dan Beureunuen, sedangkan bayarnya waktu saat panen," ungkapnya.

Tapi dirinya pernah mendapat kenangan pahit saat menjadi penangkar benih yakni saat dia memberi bantuan benih satu mobil pickup kepada petani di Bireuen yang dikenalnya waktu pelatihan di Saree. "Saya percaya saja karena niat saya untuk membantunya tanpa uang panjar sepeserpun. Hingga sekarang hutangnya belum juga lunas," lirihnya.

Terkait program Gerakan Penanaman (GEPEUAMAN) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh di Gampongnya, dia sangat mendukung. Tak pelak program ini sangat bermanfaat untuk pertanian berkelanjutan karena menggunakan pupuk organik. Pihaknya pun berjanji untuk mensukseskan program tersebut. "Kedepan saya juga menerima apabila ada mahasiswa yang ingin bersinergi melakukan praktek dengan berbagai pupuk organik termasuk produk Eco Farming," ujarnya mengakhiri.

Azhar juga melayani pemesanan benih melalui layanan telepon 085260607301.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018