Sunday, 24 October 2021


Dengan Hortikultura, Maulana Elang Bersiap jadi Jutawan Desa

13 Oct 2021, 10:46 WIBEditor : Gesha

Maulana Elang di lahan kubisnya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Langkah pertama selalu tidak mudah, namun jika langkah pertama sudah dilewati, maka langkah-langkah berikutnya jadi lebih mudah. Inilah yang dilakukan oleh petani milenial asal Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang, Maulana Elang Putra (20 tahun) yang kini bersiap menjadi jutawan desa berkat pertanaman kubis. 

Predikat petani milenial sekarang ini dirasa makin popular, makin keren dan makin menjadi tantangan. Betapa tidak, kisah sukses dari berbagai petani milenial dengan berbagai macam usaha, menjadi satu cambuk bagi petani milenial lainnya. Pilihan profesi petani pun masih menjadi satu tantangan dan peluang, karena jika tidak memiliki totalitas dalam perjalanannya, bisa-bisa gagal dan jadi bahan gunjingan.

Nun jauh di pelosok desa, Elang, panggilan akrabnya memberanikan diri tampil beda dan melangkah beda. Di sekitarnya, para petani sudah turun temurun membudidayakan cabai, pepaya, tebu, jagung dan ubi kayu, sedangkan Elang seperti mencoba peruntungan baru yakni menanam kubis.

Hortikultura adalah komoditas yang memerlukan perhatian ekstra, namun jika berhasil, maka keuntungannya pun juga ekstra. Dirinya membuktikan dengan menanam kubis di areal sekitar 0,25 hektar dan populasi sekitar 4000 bibit kubis dan melakukan pemeliharaan intensif selama 60 hari, bisa mendapatkan hasil maksimal. 

“Saya harus menjadi pembeda, namun dengan hasil yang tidak kalah dengan para petani lain. Sebelum memutuskan menanam kubis, saya terlebih dahulu membaca dan melihat beberapa video di youtube tentang budidaya kubis. Tidak lupa juga saya diskusi dengan penyuluh pertanian di BPP Kalipare, dengan rekan-rekan dan juga tokoh petani di desa. Intinya kemantapan hati, media siap, air siap, teknologi budidaya juga siap dan eksekusi," tutur Elang dengan penuh semangat.

Diakui Elang, kesan panen pertama begitu menggoda karena sebagai petani milenial pemula, Elang sudah bisa menikmati hasil panen yang sangat bagus. Dengan berat rata rata 2 kg per kubis, harga di lahan setidaknya 3.500 rupiah/kg, dengan 4000 populasi, maka sekitar Rp 28 juta bisa masuk rekeningnya.

“Saya sangat menikmati suasana sekarang ini. Ada kepuasan dan ini bukanlah akhir, tapi ini baru awal yang sangat bagus," ungkap Elang yang sangat optimis dengan langkahnya saat ini.

Komoditas hortikultura dan peran petani milenial dirasa akan makin mewarnai dinamika pertanian ke depan, terlebih ancaman pandemi yang makin menurun. Kubis di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare akan mendapat tempat baru dalam pangsa pasar kubis di Lokal Malang Raya, bahkan di Jawa Timur. Inovasi dan keberanian menanam beda dengan persiapan yang matang akan menjadi penentu keberhasilan di kemudian hari.

Mantri Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Kalipare Supariyadi, SP mengaku sangat senang dengan progres hortikultura di Desa Kalirejo khususnya di Poktan Sri Lestari I.

“Saya sangat senang dengan perkembangan yang positif di Desa Kalirejo dan saya terus memantau dari waktu ke waktu. Yang menarik adalah, pandemi yang makin menghilang, meski tetap terapkan protokol kesehatan dan makin muncul banyak petani milenial dan kiprahnya makin menarik perhatian, " tuturnya. 

Dirinya mencatat, luasan lahan kubis di Desa Kalirejo juga terus meningkat. Setiap keberhasilan selalu diawali dengan keyakinan dari pelaku dan didukung oleh banyak pihak. "Saya sangat siap mendukung, baik dari sisi teknologi, informasi pasar dan program dari Dinas. Yang terbaru tentu Program YESS yang tentu sangat pas bagi Elang dengan bendera kubisnya dan juga petani milenial lain, " tuntas Mantri Tani yang selalu mobile dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

 

 

 

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018