Sunday, 26 June 2022


Cerita Munawar Alumni SMK-PP Saree, Petani Berprestasi dari Abdya

06 Dec 2021, 12:44 WIBEditor : Gesha

Munawar dan pertanaman sawit miliknya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Munawar merasa terharu saat dirinya terpilih sebagai petani berprestasi pada malam penganugerahan penghargaan insan pertanian yang digelar Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Kamis (2/12).

Ketika ditemui tabloidsinartani.com, Munawar mengaku termotivasi menjadi petani saat mentornya di sekolah yang sekarang Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Saree, kerap menyampaikan Hadih Maja Aceh, Tapak Jak Urat Meunari... Na Tajak Na Raseuki yang artinya, kaki/Telapak kaki yang berjalan, Urat - urat seperti menari - nari.  Jikalau kaki sudah melangkah tentu harapannya rezeki itu akan datang (ditemui).

"Dengan pemahaman, jikalau hanya terpaku disuatu tempat, malas bergerak, malas berusaha, malas mencoba, mana mungkin Rezeki itu akan kita dapati/dimudahkan," ungkapnya menjelaskan. Inilah yang membangkitkan semangatnya dan merasa bangga menjadi petani. 

Dirinya mengaku banyak komoditas yang ditanamnya selama ini. Mulai dari tanaman padi, jagung dan cabai merah, selain itu ada juga kakao, buah-buahan dan kebun sawit seluas dua hektar serta kolam ikan. 

Menelisik latar belakang Munawar, putra sulung dari empat bersaudara pasangan Erfendi dan Salmawati kelahiran Blang Raja- Babahrot, 4 Maret 1990 ini ternyata merupakan alumni SMK - PP Saree tahun 2009. Ia mengaku tertarik dan mulai terjun menjadi petani milenial usai lulus sekolah tersebut. Sosok Munawar tidak pernah minder dan malu mengikuti jejak sang ayah yang juga seorang petani tradisional. "Pasalnya bertani dengan mengadopsi inovasi teknologi mampu meningkatkan produktivitas," timpalnya.

Pengalaman bertaninya berawal tatkala membatu sang ayah menaman sawit di lahan 2 hektar bantuan program Pemkab Abdya. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2011 Munawar bergabung dan aktif mengikuti program Sekolah Lapang Kakao bersama Swisscontact. Dari pengalaman tersebutlah ia pernah menjadi Manajer Koperasi Kakao Sejahtera Abdya.

Sejak tahun 2012, ketika tanaman belum menghasilkan (TBM), disela tanaman sawit milik ayahnya yang terus berkembang hingga 20 hektar, ia berinisiatif melakukan tumpangsari dengan tanaman jagung. Tak hanya itu, dalam usianya yang relatif muda (2018 - 2019) saat menjabat PJ Geuchik (Kades), Munawar mengajak masyarakat di Gampongnya untuk menanam jagung. "Hingga sekarang setelah panen padi di lahan sawah kami masih bertanam jagung. Saya juga ada kolam ikan di depan rumah seluas 625 meter," ujar Munawar bersemangat.

Kaya Prestasi

Munawar yang juga ketua kelompok Petani Muda Mita Jeulamee, berkisah dari usahatani yang digelutinya bisa membeli dua hektar lahan dan membangun ruko. Bahkan saat melamar isterinya untuk menikah maharnya pun diperoleh dari hasil bertani. Tahun 2017 setelah Munawar terpilih sebagai ketua Kelompok Petani Muda Mita Jeulamee dengan 20 anggota, ia telah beberapa kali meraih prestasi dan juara pada lomba asah terampil petani andalan (LAT-PA) se kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Karena telah mampu, maka tahun 2018 ia pun melamar seorang gadis cantik pilihannya bernama Diana Fajar. Dari hasil pernikahannya kini mereka telah dikaruniai seorang putra. "Kami sekarang merasa hidup bahagia bersama keluarga tercinta," kenang Munawar.

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan, sambil bertani Munawar juga melanjutkan kuliah melalui program kelas jarak jauh jurusan Teknologi Hasil Pertanian pada Universitas Serambi Mekkah dan lulus tahun 2014.

Dirinya mengaku, jika dalam kehidupan ini perlu penghasilan maka jadilah petani. Pasalnya menjadi petani adalah pekerjaan mulia dan memberikan keuntungan nyata. Ketika ditanya terkait harga komoditi pertanian yang berfluktuatif?... "Jangan putus asa, sebab kita masih bisa mendongkrak hasil melalui inovasi teknologi untuk  peningkatan produktivitas," tantangnya. Kini di lahan gambut dua hektar yang diperoleh dari hasil keringatnya dijadikan sebagai lahan demplot tanaman jambu mangga, rambutan dan alpukat Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

 

Munawar tak merasa tersaingi, walau ada beberapa temannya alumni SMK-PP Saree yang bekerja di sektor pemerintahan maupun swasta dan ada juga yang menjadi pengusaha serta anggota dewan. "Namun  sampai sekarang belum pernah membawa ijazah untuk melamar pekerjaan, karena saya lebih senang menjadi petani," ujar Munawar bangga sambil menaiki L300 menuju kampung halamannya.

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018