Monday, 23 May 2022


Segudang Keuntungan Penyuluh Kuasai TIK, Contohlah Evrina

17 Dec 2021, 17:43 WIBEditor : Yulianto

Evrina Budiastuti, penyuluh pertanian Kabupaten Bogor | Sumber Foto:Dok. Evrina

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Berkembangnya era digitalisasi, kini bermunculan aneka profesi seperti content creator, content writer, sosial media strategist, dan sebagainya. Bagaimana kiat profesi penyuluh pertanian agar dapat beradaptasi dengan era industri 4.0 sekaligus mendulang cuan ?

Contohlah Evrina Budiastuti. Penyuluh Pertanian Muda dengan Wilayah Kerja (Wilker) Kabupaten Bogor ini sukses memanfaatkan perkembangan TIK. Evrina bisa dibilang sebagai penyuluh blogger dengan akun evrinasp.com.

Sebagau seorang blogger, Evrina aktif menulis, baik website atau jurnal online yang memuat beragam informasi seperti artikel, foto, video yang selalu diperbarui secara rutin. Tidak hanya itu, alumni IPB ini juga aktif di berbagai media social.

Sebut saja, Instagram/Twitter @evrina.sp , Facebook Evrina Budiastuti, YouTube: Evrina Budiastuti. Bahkan kini membuat Podcast, evrinasp Podcast. Dengan memanfaatkan website dan media social, Alhamdulillah dapat menambah penghasilan,” katanya.

Saat ini dirinya bekerjasama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk konten Instagram. Selain itu, tulisan seputar pertanian untuk iklan perusahaan secara soft selling, campaign produk. “Dengan memanfaatkan TIK, saya juga berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri,” katanya.

Kesuksesan Evrina yang mampu beradaptasi dengan TIK dapat menginspirasi para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia, terutama kaum milenial yang sangat berminat dengan teknologi kekinian.

Sebelum era digitalisasi, menurutnya, seorang penyuluh pertanian menjalankan tugasnya secara tatap muka (face to face) dengan petani. Bahkan ada anggapan kalau tidak ke lapangan berarti tidak bekerja. Selain itu, menyuluh hanya di Wilbin (wilayah binaan) dan harus meninggalkan hasil kerja dalam dokumen atau berkas.

“Kini, penyuluhan tidak hanya tatap muka, tetapi juga dapat melalui media sosial yang interaktif, dan jejak digital sebagai salah satu bukti kinerja, serta tanggung jawab mendukung pembangunan pertanian tidak hanya di wilbin saja, tetapi meluas hingga ke level masyarakat di luar wilbin,” tuturnya.

Selain itu, tujuan penyuluhan tidak terbatas pada meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi penyuluh tersebut juga mampu menjadi seorang wirausahawan/entrepreneur. Banyak rekan-rekan saya penyuluh pertanian yang berhasil menjadi wirausaha di bidang pertanian,” tuturnya.

Evrina menyarankan bagi penyuluh pertanian yang ingin menulis, namun tidak mempunyai website atau blog, dapat memulai dengan menulis di cyber extension, sebuah fasilitas dari BPPSDMP. Pelajaran berharga dari penyuluh blogger. 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018