Monday, 23 May 2022


Sarjana Komputer Ini Berbisnis Anggur dari Pekarangan

21 Dec 2021, 11:07 WIBEditor : Gesha

Pertanaman anggur Faraby di pekarangannya | Sumber Foto:Faraby

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Barat Daya --- Memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah dapat menyalurkan hobi dengan tanaman yang menghasilkan seperti Anggur, karena dapat menyejukkan mata juga menambah penghasilan. Seperti yang dilakukan Sarjana Komputer bernama Farabi Amany ini.

"Mulai umur 30 bulan tanaman anggur sudah bisa dipanen. Setelahnya, anggur bisa dipanen setiap minggunya. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami lakukan pengaturan sehingga bisa panen berjenjang tiap minggunya," ungkapnya kepada tablodsinartani.com belum lama berselang.

Saat ini tanaman anggur yang ditanam oleh komunitas Aceh Barat Selatan (ABAS) ini dilakukan di halaman Rumah Perumnas Lhueng Asan, Aceh Barat Daya. 

Untuk membangun kebun bibit induk berukuran 4 x 10 m, dirinya sudah menghabiskan dana berkisar 150 juta. Sebelumnya komunitas Anggur ABAS hanya beranggotakan personil tetap, tapi kini jumlah anggotanya kian bertambah tersebar hingga 80 orang.

Usaha dan bisnis anggur sudah dilakukannya sejak tahun 2015. Saat itu Farabi sudah menanam Anggur Impor jenis Jupiter. "Namun karena permintaan konsumen, kami juga menyediakan varian bibit impor lainnya seperti Oscar, Dixon, Anggelica, Ninel, Nizina, New Baikonur, Banana dan banyak lagi" ujarnya.

Bibitnya yang tersedia diperbanyak melalui stek dan grafting. Penjualan bibit dan buah Anggur di kebun bibit induk (KBI) yang berlokasi di Perumnas Lhueng Asan, kecamatan Guhang. Selain itu juga dapat dibeli secara online melalui WA  08114517412 dan akun Instagram/Facebook Farabi Aminy. "Kalau bibit Anggur lokal umur 3 - 4 bulan harganya dijual mulai 10 ribu, tapi kalau yang impor 300 ribu per polybag," bebernya. 

Diakui Faraby, saat panen produksi Anggur impor lebih tinggi mencapai 15 - 20 kg /batang. Sementara harga buah bervariasi tergantung jenis, kalau Angelica 120 ribu, sedangkan Oscar 250 ribu/kg. Bentuk buah anggur Angelica berwarna kuning dan merah jambu. Sementara Oscar lebih unik dengan warnanya yang merah gradien. 

Selama ini kata Farabi, masyarakat kurang antusias, namun dengan adanya anggur impor ini petani dan masyarakat mulai tertarik untuk membudidayakannya. Pasalnya produksi buah lebih tinggi dan harganya sangat menjanjikan. 

Tertarik Tanam 

Walau pernah kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Logika Medan. Namun tak menyurutkan bakatnya untuk belajar budidaya anggur bersama Zoel Lina Erita selaku senior dalam komunitas Anggur ABAS.  Farabi mengakui sebelumnya sempat menganggur tanpa pekerjaan tetap, namun setelah bergabung dalam komunitas tersebut dia mendapat support baik dalam teknis budidaya maupun sistem pemasarannya.

Keseharian suami Yulia Erfina dan ayah 3 anak ini bekerja sebagai Perangkat Desa menjabat Kaur Perencanaan di Pemerintah Desa Sikulat, Kec. Sawang, Kab. Aceh Selatan. Lanjut Farabi, kesenangan yang dialami yakni sensasi saat panen bisa memetik anggur. Bahkan jika ada konsumen yang berminat membeli umumnya mereka memetik sendiri.

"Kami siap bersinergi dengan mahasiswa dan masyarakat yang ingin bergabung baik magang  maupun praktek langsung di kebun, InshaAllah kita bisa bangkit menumbuhkan sektor ekonomi," harapnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018