Monday, 23 May 2022


Sarjana Cumlaude ini Teliti Mutu CPO Indonesia

17 Jan 2022, 11:35 WIBEditor : Gesha

Oza di depan lokasi penelitiannya | Sumber Foto:ABDA

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Komoditi kelapa sawit merupakan salah satu sumbangsih terbesar bagi devisa negara. Namun permasalahan mutu minyak kelapa sawit/ Crude Palm Oil (CPO) merupakan suatu hal yang harus diperhatikan agar minyak kelapa sawit di Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Hal inilah yang diteliti oleh mahasiswi Fakultas Pertanian Rozza Zara Safira, S.TP sebagai bahan tugas akhir menempuh Sarjana di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. "Permasalahan mutu CPO selama ini disebabkan rendahnya rendemen dan tingginya kadar asam lemak bebas," ungkapnya.

Selama satu bulan, Oza (panggilan akrab Rozza) meneliti minyak kelapa sawit mulai produksi hingga mutu CPO. Tujuannya jelas Oza untuk menganalisis konsistensi kualitas CPO harian berdasarkan tiga parameter kualitas yaitu asam lemak bebas (FFA), kadar air dan kadar kotoran.

Hasil risetnya tersebut berhasil dipertahankan pada sidang skripsi dihadapan para dosen penguji Dr Ir. Irfan, M.Sc dan Dr Juanda, S.TP., M.Sc yang didampingi dosen pembimbingnya Dr Ing. Sri Haryani, S.TP., M.Sc dan Dr Zalniati Fonna, S.TP., M.Si.

Atas kesungguhannya menempuh studi tepat waktu, tak pelak saat diwisuda 10 November 2021 lalu di kampus Universitas Syiah Kuala (USK), Oza memperoleh gelar Sarjana Teknologi Hasil Pertanian (S.TP) dengan predikat cumlaude. "Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para dosen yang telah memberikan ilmu dan wawasan sehingga lulus dengan pujian (cumlaude) dalam waktu 3 tahun 11 bulan," ucapnya bersyukur.

Untuk mencapai kunci sukses dalam studi lanjut Oza, kita perlu belajar serius dan selalu yakin dengan kemampuan yang kita miliki. Harapannya dengan menyandang gelar sarjana, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu diaplikasikan dalam pekerjaan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Multitalenta

Rozza Zara Syafira merupakan anak sulung dari dua bersaudara kelahiran Langsa, 14 April 1999 pasangan Syafruddin karyawan swasta dan Sri Wahyuni sebagai Ibu Rumah Tangga, tinggal di Desa Bukit Rata, Kejuruan Muda, kabupaten Aceh Tamiang. Sejak bersekolah di SDN 1 Kualasimpang, SMPN 4 Percontohan, SMAN 1 Kejuruan Muda selain memiliki prestasi ia punya bakat multitalenta.

Oza berkisah, bakat seni menari telah terasah saat masih duduk dibangku sekolah dasar dengan mengikuti berbagai kontes termasuk tarian khas Tamiang (Ula - ula lembing dan sekapur sirih). Kemudian ketika di SMP aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler dan English Club. Oza juga menguasai seni bermonolog dalam bahasa inggris (Story Telling). Selain itu, pernah mewakili sekolahnya tampil pada ajang lomba tahunan Story Telling. "Pada tahun 2014, Oza berhasil menyabet juara 1 dan mewakili Kabupaten Aceh Tamiang untuk lomba tingkat Provinsi di Banda Aceh," kenangnya.

Dimasa remaja (SMA) Oza juga terlibat aktif  dalam kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yakni menjadi Ketua Bidang Bahasa Asing dan pernah menjabat Sekretaris Umum di sekolahnya. Prestasinya saat di sekolah dasar ia sering mendapat ranking dan selalu masuk peringkat 5 besar di kelas. "Alhamdulillah waktu melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi tahun 2017, saya diterima tanpa tes melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN)," ujarnya. 

Gadis imut yang senang berkomunikasi dan memiliki banyak teman ini mengaku tertarik mengenai dunia pertanian, pasalnya semua orang butuh bahan pangan untuk bertahan hidup. Perasaannya sering terenyuh ketika melihat sosok petani. "Dalam benaknya ia ingin mengaplikasikan ilmu untuk mendampingi petani meningkatkan kesejahteraannya," gumamnya. 

Lanjut Oza, selama tinggal di rantau dan jauh dari orang tua, ini merupakan konsekuensi proses pendewasaan diri. Selain harus bisa me-manage waktu dan uang bulanan secara baik perlu bersosialisasi serta beradaptasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah. "Namun tekad yang saya tanamkan selama kuliah adalah harus bisa lulus tepat waktu," timpalnya. 

Pengalaman berorganisasi di kampus selain sebagai ketua bidang acara dalam berbagai kegiatan, Oza pernah menjabat menjadi Ketua Bidang Minat Bakat Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himatekh) serta anggota Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Masih segar dalam ingatan katanya untuk mata kuliah rumit kita perlu merubah mindset. "Saya menyusun strategi yakni belajar sebelum masuk mata kuliah serta berfikir positif mata kuliah Biokimia adalah mata kuliah yang menyenangkan," tuturnya berfilosofi. 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018