Friday, 01 July 2022


Narji Cagur: Jangan Baper dan Minder, Bertani bisa jadi Miliader

25 Mar 2022, 15:57 WIBEditor : Yulianto

Narji kini menjadi petani | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Siapa yang tak kenal dengan Narji, salah satu komedian yang kerap mengisi layar kaca. Kini sahabat dari Bedu dan Deni dalam kelompok lawak Cagur (Calon Guru) ini sibuk di dunia pertanian.

Salah satu alasan utama mengapa Narji menggeluti pertanian adalah melihat krisis generasi muda yang terjun ke dunia pertanian. Ketika dirinya survei di Solo, Pekalongan, Purwokerto dan beberapa kota yang dikunjungi mengenai keinginan bertani anak-anak muda, ternyata banyak yang enggan menjadi petani.

“Ketika saya berkunjung ke beberapa daerah dan bertanya, kepada anak-anak muda, apa cita-citanya, ternyata jawabannya tidak ada yang mau jadi petani. Mereka bilang singkong satu kebun belum tentu menjadi uang, di Jakarta, satu botol air bisa menjadi uang. Ini kan jadi problem,” tuturnya.

Karena itu, dirinya ingin memberikan motivasi kepada anak-anak muda untuk mencintai pertanian. Sebab menjadi petani adalah sebuah kebanggaan karena dapat memberi makan kepada orang. “Pekerjaan lain semuanya mencari makan, kalau jadi petani justru ngasih makan,” katanya.

“Jadi ketika saya membuat konten soal pertanian, bukan mengharapkan viewer dan banyaknya subscriber, tapi ingin mengajak anak-anak muda menjadi petani,” tambahn Sunarji, nama lengkapnya saat acara Propaktani bertema Tata Kelola Pangan di Jakarta, Jumat (25/3).

Jadi lanjut Narji, chanel youtube yang dirinya buat tujuannya ingin memberikan semangat dan motivasi anak muda dan milenial agar mau terjun ke dunia pertanian. “Saya punya slogan, jadi petani no baper, no minder, jadi miliader,” katanya.

Alasan lain yang membuat Narji tak malu terjun ke pertanian adalah hutang budi kepada kakek- nenek dan orang tuanya yang pernah menjadi petani di era Tahun 1970-1980. Dari usaha tani cengkeh, kopi dan sawah padi gogo yang dilakukan orangtuanya, ia bisa sekolah. “Tapi sekarang lahan sawah orangtuanya sudah tidak ada lagi, karena telah menjadi klaster perumahan,” keluhnya.

Dengan alasan tersebut, Narji pun berpikir, jika lahan sawah tidak diselamatkan, maka pertanian ke depan tidak akan ada lagi di Indonesia. Padahal pertanian merupakan persoalan serius dan tulang punggung bangsa Indonesia.

Untuk membangkitkan pertanian menurutnya, pekerjaan rumah pemerintah saat ini adalah tata kelola generasi muda untuk mau bertani. Sebab, problemnya kini anak-anak muda enggan menjadi bertani. Hal ini menjadi persoalan yang sangat realistis.

“Petani kita rata-rata umurnya di atas 50 tahun. Jadi banyak orang yang bertani menuggu tua. Padahal kalau sudah tua kan berkurang kemampuannya,” ujarnya.

Dengan menjadi influencer, harapan lain dari Narji adalah jangan sampai petani padi menjadi legenda bangsa Indonesia, seperti pembuat keris. Bahkan dirinya khawatir pada 10-20 tahun mendatang pertanian tinggal sejarah.

“Sekali lagi saya ajak anak-anak muda, jangan baper, jangan minder, petani pun bisa menghasilkan menjadi miliader,” tegasnya. Untuk itu Narji juga mendorong agar setiap daerah ada duta petani muda guna membangkitkan keinginan generasi muda bertani.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018