Friday, 01 July 2022


Fikri, Eksplorasi Potensi Desa dengan Milennials Offroader  

14 Apr 2022, 09:18 WIBEditor : Yulianto

Fikri angkat potensi desa dengan mileniallis off roader | Sumber Foto:Dok. Fikri

TABLOIDSINARTANI,COM, Malang---Terjun ke dunia pertanian bagi kaum milenial kini bukan hal yang tabu lagi. Bahkan banyak mereka yang menuai sukses hidup di desa.

Desa dan pertanian menjadi area dengan pelbagai komoditas eksotik menarik untuk di dalami bukan hanya nikmat dikonsumsi. Adalah Fikri Aditya Pradana (23) alumni Hubungan Internasional Universitas Brawijaya tahun 2020 ini yang terpukau dengan potensi desa dan pertanian.

Ia membentuk millennials offroader untuk bisa menjangkau desa-desa terpencil/ arginal melalui organisasi imut “Jelajah Desa Pangan Millenials Represent 4x4.”

Bahkan Ramadhan tahun ini, mereka bersiap menjelajah pesantren-pesantren terpencil ke 20 pesantren di lima Kabupaten di Jatim (Malang, Batu, Kediri, Ponorogo, Pacitan). Kegiatan yang bertema “RamadaNU Millenials Adventure: Eksplorasi Pesantren Pangan di Jawa Timur“ akan dilaksanakan mulai 18 – 27 April 2022.

“Alhamdulillah kegiatan social movement ini telah dibuka Wapres RI KH Makruf Amin, PBNU, Kementan, Badan Pangan Nasional, Universitas Islam Malang dan DesaNews.ID saat Dies Natalis UNISMA Malang ke 41, tanggal 27 Maret lalu,” jelas Fikri.

Mantan penyiar radio swasta di Malang itu menyatakan, team milenialnya tertarik menjelajah ke pesantren karena kagum saat observasi dengan budaya santri saat bertani dan beternak. “Mereka mampu memadukan antara ilmu budidaya terapan dengan mustajabahnya doa. Hasilnya saat panen berlimpah dan ternaknya gemuk-gemuk,” katanya.

Namun, dari hasil observasi yang komunitas offroader, ternyata banyak keterbatasan di pesantren, termasuk ilmu teknis terkini budidaya, alat mesin pertanian, edukasi dan pemasaran termasuk permodalan. Menariknya, lanjut Fikri, meski terbatas kalangan santri tak patah arang. “Budaya nadhliyin nrimo katanya,” sambungnya.

Dengan difasilitasi Universitas Islam Malang dan dukungan PBNU, Fikri mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Fikri meyakini, jika pesantren diperkuat stakeholder terkait, bukan tidak mungkin akan menjelma menjadi pesantren-pesantren tangguh pangan. Para santri tidak hanya khatam ngaji kitab, tetapi juga khatam dalam ngaji tani.

“Atas dasar itu kami menyelenggarakan acara penjelajahan ke pesantren-pesantren di Jawa Timur di bulan Ramadan ini dan hasilnya akan kami posting di beritakan ke media massa mainstream dan media sosial baik itu facebook, Instragam, twitter maupun tiktok,” tuturnya.

Fikri berharap, setelah Ramadan, komunitasnya dapat menjelajah ke pesantren-pesantren dari Banten hingga Banyuwangi untuk berburu para santritani milenial. “Saya harapkan nantinya menjadi inspirasi bagi para santri yang lain di negeri petani ini, lanjutnya. 

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum PBNU Yusron Wahid mengaku kagum dengan gebrakan milenial yang akan mempengaruh milenial lainnya. Pesantren pangan memang seharusnya didukung.

Hal itu diamini Masduki Bakri Rektor UNISMA Malang yang menyambut ide kreatif ini untuk bersama dibuka saat Dies Natalis ke 41 UNISMA di Kampus Unisma Malang.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi saat Dies Natalis UNISMA Malang menyampaikan, pemerintah bersungguh-sungguh menciptakan petani milenial yang tangguh dan mandiri melalui program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Service). “Tidak terkecuali dari kalangan santri,” ujarnya.

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018