Friday, 01 July 2022


Dirut PT. SGN, Aris Toharisman : Restrukturisasi Bisnis Gula Nasional  

25 Apr 2022, 21:41 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah bentuk holding industri gula PT. SGN untuk mengembalikan kajayaan gula nasional | Sumber Foto:PT. SGN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Gula menjadi komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian utama pemerintah. Apalagi produksi gula dalam negeri hingga kini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan, sehingga masih ada impor gula berupa gula mentah (raw sugar) dan gula rafinasi.

Padahal Indonesia pernah menjadi negara eksportir gula di dunia. Untuk membangkitkan kejayaan gula nasional, holding Holding Perkebunan Nusantara melakukan restrukturisasi bisnis gula, sebagai langkah strategis  menjawab tantangan ketahanan gula nasional. 

"Kami bersama ingin kembalikan kejayaan gula Nusantara. Holding ini melakukan restrukturisasi bisnis gula dalam 1 perusahaan yaitu PT Sinergis Gula Nusantara yang dibentuk 17 Agustus 2021," tutur Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Aris Toharisman kepada tabloidsinartani.com, Senin (25/4).

PT Sinergi Gula Nusantara merupakan gabungan tujuh anak perusahaan pengelola perkebunan tebu (Perkebunan Nusantara). Holding ini akan mengelola 36 pabrik gula (PG) dari 7 PTPN di Tanah Air yaitu PTPN II di Sumatera Utara, PTPN VII di Lampung, PTPN IX di Jawa Tengah, PTPN X, PTPN XI, dan PTPN XII di Jawa Timur, serta PTPN XIV di Sulawesi Selatan. "Kami sudah menggandeng investor yang miliki pendanaan untuk bersama-sama bangun industri gula (modern)," tuturnya.

Target Kerja

Pembentukan PT. SGN ini memiliki tiga  inisiatif utama yaitu, modernisasi pabrik gula, intensifikasi melalui peningkatan produktivitas,  serta ekstensifikasi lahan dengan cara sinergi BUMN dan program kemitraan dengan petani tebu.

Holding Perkebunan Nusantara ini telah memiliki roadmap bisnis gula yang sejalan target Pemerintah dalam mencapai swasembada gula. Holding ini memiliki tanggung jawab dalam melipatgandakan produksi gula menjadi 1,8 juta ton untuk mendukung swasembada gula konsumsi tahun 2025 sekaligus menyejahterakan petani tebu rakyat.

Melalui kerjasama dengan BUMN pangan lain, hHolding ini akan berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan dan pendanaan untuk meningkatan produktivitas, serta minat petani dalam menanam tebu. 

Selama ini, sumber pasokan tebu PTPN berasal dari HGU sendiri dan bekerjasama dengan Petani Rakyat.  Produktivitas tebu petani beberapa tahun belakangan ini masih sangat rendah yaitu di bawah 70 ton tebu/ha yang karena rendahnya kualitas bibit dan teknik budidaya serta pengelolaan lahan yang kurang baik. Bahkan bongkar ratoon bisa melebihi 4 tahun. 

Kondisi ini menyebabkan tingginya beban pokok petani tebu rakyat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan petani tebu. Karena itu, Aris yakin dengan kolaborasi PTPN dan Petani Tebu Rakyat dapat menyukseskan swasembada gula konsumsi nasional, menyejahterakan petani, dan menciptakan gula dengan harga yang wajar.

"Beberapa hal diperbaiki mulai dari varietas, manajemen air dan lainnya. Bahkan saya ingin ada Badan Penghimpun Dana Perkebunan (BPDP) untuk tebu. Tapi kami meyakini jika usaha pengembangan tebu rakyat bukan cuma perusahaan tetapi juga pemerintah,” tuturnya.

Aris melihat bisnis gula di Tanah Air selama ini dikuasai pedagang dan petani yang tidak murni petani (pekebun tebu yang hanya menyewa lahan). Akibatnya, untuk bisa memperbaiki kualitas lahan menjadi terkendala.

"Target kami, untuk bisa meningkatkan luasan area tebu dari 150 ribu ke 250 ribu hektar. Perlu upaya yang sungguh-sungguh dari petani maupun lahan PG," tuturnya. Apalagi jika berkaca pada upaya PTPN di tahun 2003-2008 yang mampu meningkatkan luasan areal dari 16 ha menjadi 50 ha dan produktivitas pun mampu melonjak hingga 6,2 ton/ha.

Mengenai riset, Aris menyebutkan, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia  (P3GI) akan menjadi bagian holding ini dan berfokus kepada pemuliaan varietas serta research and development (RND) untuk industri gula Tanah Air. P3GI akan menjadi lembaga penelitian yang kuat dan profesional, serta mampu memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan pergulaan.

Reporter : Gsh
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018