Monday, 23 May 2022


Sumertha Ajak Milenial Kenal Smart Farming

09 May 2022, 14:46 WIBEditor : Gesha

I Nengah Sumertha | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Generasi milenial menjadi andalan untuk menguasai pertanian modern melalui smart farming. Namun secara praktiknya, tidak semua petani milenial menguasai dengan baik. Disinilah peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) PMK Karya Sari Sedana yang dipimpin oleh I Nengah Sumertha.

“Kami di Petani Muda Keren (PMK) memperkenalkan smart farming, kita kembangkan bersama untuk petani muda di Bali bisa menerapkan smart farming ini," kata Executive Vice President Petani Muda Keren yang juga Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) PMK Karya Sari Sedana, I Nengah Sumertha.

Sumertha menjelaskan, petani muda diajari smart farming mulai dari monitoring pH tanah, pH air, kelembaban udara, curah hujan dan lainnya yang bisa dipantau melalui smartphone dan real time. “Cara ini juga menjadi upaya penghematan air sekaligus menekan biaya produksi dengan mengurangi biaya tenaga kerja,” tuturnya.

Sumertha mengakui, petani muda perlu diajak dengan cara sederhana terlebih dahulu. Misalnya, menggunakan irigasi tetes, kemudian meningkat pada penggunaan sprinkle, dan sistem lainnya. “Dengan irigasi tetes saja, kita bisa menghemat 60-80 persen air, penghematan yang luar biasa. Kita juga bisa mengatur kebutuhan air untuk tanaman sehingga pertumbuhannya bisa lebih optimal,” tambahnya.

Untuk mengajak milenial setempat mengerti konsep smartfarming dengan tepat, P4S PMK Karya Sari Sedana membuka kesempatan pelatihan. Mulai dari edukasi mengenai mekanisasi pertanian dan smart farming, penerapan smart farming pada lahan perkebunan, praktik instalasi pipanisasi dan pompa pada lahan perkebunan, praktik instalasi smart farming hingga analisis biaya implementasi smart farming.

Akhir tahun lalu, P4S PMK Karya Sari Sedana melaksanakan workshop mekanisasi pertanian smart farming berbasis internet of things dengan peserta pelatihan dari Rikolto Indonesia. Lokasinya di P4S PMK Gobleg. “Peserta masing-masing ada yang berbudidaya kopi, kakao, padi, hortikultura dan berbagai macam komoditas lainnya,” tambahnya. Bagi yang tertarik, Sumertha mengatakan, bisa mengakses website petani muda keren. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018