Monday, 23 May 2022


Diwang Hendro Wasdiantoro : Sanitasi Kandang , Hindarkan Sapi dari Penyakit

12 May 2022, 16:23 WIBEditor : Gesha

Diwang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung -- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tengah membayangi peternak sapi Tanah Air. Namun menurut peternak muda di Metro, Lampung bernama Diwang Hendro Wasdiantoro ini, penyakit sapi sebenarnya bisa dihindari dengan penerapan bio security kandang, sanitasi hingga pemberian vaksinasi serta memperkuat imun tubuh sapi.

Rasa cinta akan kampung halaman dan keinginan untuk memajukan kampung halamannya, menjadi pijakan lulusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Institut Pertanian Bogor ini untuk membuka peternakan sapi potong. Perjalanan dirinya dimulai sejak tahun 2013 dengan hanya 2 ekor sapi yang dibelinya sebagai modal pertama. Saat ini sudah lebih dari 300 ekor sapi yang dipelihara di kandangnya.

“Dengan manajemen dan pola yang baik, ibu rumah tangga pun bisa menjalankan bisnis sapi potong ini. Pasarnya pun sangat terbuka lebar baik di lokal Lampung hingga ke Jawa,” jelasnya.

Namun bagi yang ingin berkecimpung dalam usaha ternak sapi agar berkelanjutan adalah kandang yang ekonomis dan bersirkulasi baik serta mampu menerapkan sanitasi yang baik agar sapi sehat dan pertumbuhannya tidak terkendala. “Diupayakan agar sirkulasi udara di kandang pun bagus. Untuk tempat pakan, saya dilapisi keramik ubin agar mudah untuk mengumpulkan pakan-pakan sisa sehingga tidak mengendap dan mengurangi bau yang berpengaruh pada nafsu makan sapi, “ tuturnya.

Menjaga kebersihan kandang dilakukan dengan cara merancang ventilasi kandang agar aliran udara dapat berjalan dengan lancar, merancang bangunan kandang agar sinar matahari dapat masuk, tidak membiarkan kotoran sapi menumpuk di kandang serta sesegera mungkin membersihkan sisa-sisa pakan yang tercecer di lantai kandang.

Sanitasi kandang diakui Diwang menjadi kunci dalam menjaga kesehatan ternak dan manusia sendiri. “Limbah sapi yang banyak, tanpa diikuti pengelolaan yang baik dapat menjadi agen penyakit dan mempengaruhi kesehatan manusia karena mengandung mikroorganisme seperti E. Coli dan Salmonella sp yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yaitu diare dan tipes, “ jelasnya.

Selain menjaga sanitasi kandang, menjaga kebersihan badan sapi juga diperlukan, salah satunya dengan memandikan sapi dengan rutin. “Badan sapi terutama pada bagian kulit seringkali kotor bisa menyebabkan radang kulit, menyulitkan sapi untuk membuang zat yang merugikan melalui keringat, sapi kesulitan mengatur suhu badannya dan tentunya akan mengganggu kenyamanan sapi sehingga pertumbuhannya tidak maksimal,”jelasnya.

Diwang menambahkan, desinfeksi kandang juga diperlukan untuk mencegah berkembangnya virus dan sumber penyakit lain yang dapat membahayakan ternak dan manusia. Kegiatan penyemprotan desinfektan tidak hanya dilakukan saat kandang baru dibangun tapi dilakukan secara rutin 1 kali dalam 1 bulan.

Dalam peternakan, penyebaran penyakit dapat terjadi sangat kompleks karena dapat disebabkan akibat kepadatan populasi dalam suatu kandang, spesies, dan sistem sanitasi pada peternakan tersebut, sehingga pengembangan biosekuriti sangat penting guna mencegah masuk dan tersebarnya penyakit yang merugikan. Biosekuriti ini meliputi sanitasi, lalu lintas dan isolasi jika terkena penyakit.

Seperti melakukan cuci tangan sebelum dan setelah menangani hewan yang sakit, memakai sepatu khusus/bot pada saat masuk kandang dan melakukan dipping sepatu pada disinfektan, memakai pakaian khusus (cattle pack) pada saat masuk ke kandang, peralatan kandang senantiasa dibersihkan dengan disinfektan bahkan tempat penyimpanan pakan yang senantiasa dibersihkan secara rutin.

Penyakit bakterial seperti Anthraks dan ngorok (SE) serta penyakit viral seperti penyakit mulut kuku (PMK) dapat dicegah dengan cara vaksinasi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melaksanakan pencegahan penyakit di samping vaksinasi, seperti memberikan pakan yang bergizi, menjaga sanitasi kandang dan lingkungan peternakan serta konsisten dalam menerapkan kegiatan biosekuriti.

Kesehatan ternak dapat terganggu apabila melakukan kesalahan dalam manajemen pemeliharaan ternak seperti kepadatan kandang yang tinggi artinya jumlah ternak yang ditampung dalam kandang tidak sesuai dengan ukuran kandang, sistem ventilasi yang buruk, intensitas cahaya yang terlalu tinggi serta tingginya tingkat populasi di lingkungan kandang.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018