Thursday, 30 June 2022


Aman Firman, Dari Panen Taruk Jipang Bisa Beli Mobil

14 Jun 2022, 13:12 WIBEditor : Gesha

Aman bersama istri saat panen | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bener Meriah --- Atas keyakinan dan kegigihannya dari penghasilan usahatani tersebut Setia Budi alias Aman Firman bisa membeli mobil Fortuner. 

"Mobil Fortuner saya beli 6 bulan lalu dari hasil panen taruk (pucuk) labu Jipang yang saya tanam tiga tahun lalu," ungkap Aman Firman membuka ceritanya melalui telepon kepada tabloidsinartani.com. 

Permintaan taruk Jipang di luar Dataran Tinggi Gayo, cukup tinggi dan meningkat. Harga yang biasanya murah meriah di Dataran Tinggi Gayo, sampai di luar harga melonjak naik.

Apabila dibudidayakan atau bertani jipang, akan mendulang rezeki buat petani. Hal ini seperti yang dialami oleh seorang warga Bener Meriah yakni Aman Firman, asal Kampung Kepies, Kecamatan Permata, Bener Meriah.

Bertani Jipang atau labu Siam telah dijalankan Aman Firman sejak tiga tahun yang lalu. Wal hasil, jipang membuatnya memiliki penghasilan harian dan bulanan yang cukup lumayan dan menggiurkan bagi dirinya dan keluarganya.

Aman Firman telah menikmati hasil tani taruk Jipang-nya. Menurut penjelasannya, semakin hari harga taruk Jipang di pasaran semakin naik dan menjanjikan.

“Saya bercocok tanam taruk Jipang saat harganya Rp 800 per kilogram. Alhamdulillah hari ini pasar memberikan harga sebesar Rp 4000 kepada saya per kilogramnya,” sebutnya.

Firman menuturkan, kini ia telah memiliki lebih kurang 3 hektar lahan kebun. Padahal, sebelumnya ia bercocok tanam Jipang pada lahan seluas 1 hektar saja.

“Saya masuk ke Kampung Kepies ini pada tahun 2003. Awalnya tidak punya apa-apa. Alhamdulillah saat ini selain sudah memiliki lahan kurang lebih 3 hektar, bisa membangun rumah, dan membeli 1 unit mobil Fortuner tahun rendah dengan harga Rp 230 juta,” ucapnya bersyukur. 

Dia menjelaskan bercocok tanam Jipang hampir setiap hari bisa panen, tidak seperti pertanian kopi di kawasan Kepies, dimana panen Kopi hanya 1 tahun sekali.

Aman Firman juga mengajak kawan - kawannya untuk bercocok tanam Jipang atau labu siam, karena saat ini ia hanya bisa memenuhi permintaan lokal dan sebahagian wilayah Aceh saja, selain itu ia juga membudidayakan Markisah dan Kopi Gayo.

Dikatakannya, permintaan pasar taruk Jipang per hari yang bisa dipenuhi hanya 100 sampai dengan 150 kg. "Dari jumlah tersebut akan menambah pendapatan Rp 400 - 600 ribu setiap harinya,” jelasnya bersemangat.

Menurutnya, untuk saat ini bercocok tanam taruk Jipang memiliki pangsa pasar yang jelas dan harganya pun cenderung stabil.

Aman Firman, mengajak petani menanam labu Jipang untuk dibudidayakan di kebun kopi. "Kita terbuka untuk semua kalangan, dan jika ada masyarakat/ petani yang ingin melihat langsung atau berkonsultasi dapat menghubunginya melalui HP. 0852-7709-1782," bebernya.

Masa kecil Setia Budi dilalui dengan penuh penderitaan, pasalnya karena alasan ekonomi keluarganya ia terpaksa hanya bisa menamatkan pendidikan SMP saja. 

Anak ketiga dari lima bersaudara kelahiran Teupin Mane Aceh Utara 42 tahun lalu, menikah dengan Suryani gadis Gayo. Pada tahun 2015 ia membeli kebun atas saran dan bantuan ibu angkatnya suku Karo seharga Rp 5 Juta dan pada tahun 2019 ditambah 1,5 hektar seharga 70 juta. 

Dari lulasan 3 hektar lahan kopi ditanami marqisa dan 6 rante ditanami labu Jipang. Harga pucuk labu dijualnya 4 rb/kg. Sebulan bisa menghasilkan panen pucuk hingga 4 ton. 

Alasannya menanam labu Jipang untuk menambah penghasilan. "Harapannya kedepan semoga lahannya terus bertambah, sehingga membuka lowongan kerja bagi saudara dan warga sekitar," pungkasnya.

Labu siam atau jipang adalah salah satu jenis tumbuhan merambat dengan nama ilmiah Sechium edule. Tumbuhan ini dapat dimakan buah dan pucuk mudanya.

Di Bener Meriah labu siam ini dikenal dan disebut taruk jipang. Tumbuhan ini tumbuh subur di pekarangan, atau kebun warga tanpa mesti dibudidayakan.

Tumbuhan ini merupakan makanan kegemaran masyarakat Dataran Tinggi Gayo, Khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain buahnya, pucuk taruk jipang sudah menjadi konsumsi sayur mayur sebagai pendamping makanan pokok atau nasi sehari – harinya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018