Monday, 08 August 2022


Buka Peluang dan Pengalaman Kerja, Tak Harus jadi PNS

04 Jul 2022, 06:16 WIBEditor : Gesha

Agustiar S.TP dan Renika Dwi Setia, S.Psi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Sebenarnya tujuan kuliah hanya untuk menambah ilmu dan wawasan. Namun, untuk mencari pengalaman kerja terbuka peluang di segala bidang. 

Seperti halnya Agustiar S.TP dan Renika Dwi Setia, S.Psi kedua milenial ini nota-benenya sarjana, namun mengisi waktu luangnya magang menjadi waiters restoran seraya melatih kemampuan public speaking di hotel Grand Arya, Kualasimpang kabupaten Aceh Tamiang.

Sosok Agustiar, S.TP adalah alumni Fakuktas Pertanian Prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh tahun 2021.

Sebagai anak tunggal, dia tak pernah memanjakan diri. Apalagi orangtuanya, hanya sebagai pedagang bakso keliling di Kecamatan Seruway. "Ayah telah bersusah payah membiayai kuliah saya hingga menjadi seorang sarjana," kenang Agustiar memulai ceritanya kepada tabloidsinartani.com. 

Alasan Agustiar magang sebagai waiters untuk melatih kemampuan public speaking selain mengisi waktu luang juga ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarga serta untuk lebih displin. "Kalau bekerja bisa dimana saja tidak harus menjadi Pegawai Negeri," timpalnya.

Sejak bekerja di sini lanjut Agustiar usai sholat Subuh saya bersiap untuk berangkat. Setiap harinya dia berangkat lebih awal. Karena jarak tempuh dari rumahnya ke tempat bekerja butuh waktu 30 menit. Jam kerja setiap hari mulai dari jam 7 pagi sampai pukul 18.00 wib sore.

Selain mendapat sarapan dan makan siang gratis dari program Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Provinsi Aceh juga diberikan insentif. "Alhamdulillah dalam sebulan dihitung 25 hari kerja dan diberikan uang saku Rp 50.000 per hari," ucapnya bersyukur.

Menurutnya, dengan ikut program magang bisa membawa perubahan dalam kehidupannya.  Kalau di rumah saja bangunnya selalu kesiangan karena tidak ada yang dikerjakan. "Melalui program ini kita terlatih beraktivitas dan lebih disiplin karena bangun dan tidurnya lebih teratur," bebernya.

Agustiar menyelesaikan S1 setelah berhasil mempertahankan judul skripsinya Subtitusi tepung ubi jalar ungu dalam membuat donat. 

Sementara temannya Renika menuturkan, dari pada menganggur lebih baik kami magang untuk menambah pengalaman dan wawasan baru. "Disini kami magang selama 4 bulan hingga Oktober mendatang," ujarnya.

Sebelumnya kami juga pernah melamar di beberapa perusahaan, tapi belum diterima. Namun semangatnya untuk berjuang tak pernah pupus.

Renika anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Kasman dan Rahimah kelahiran Purwodadi 4 April 1997 tinggal di Sungai Liput, Aceh Tamiang.

Gadis ayu lulusan Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) tahun 2021 ini juga memiliki bakat bidang make-up. "Saya juga ada usaha salon kecil - kecilan di rumah sambil menyalurkan hobi," ujarnya.

Selain itu, untuk promosi semua aktifitas di salon nya sering di upload dalam konten tiktok dan Instagram @im.rendws. Harapannya dengan magang bisa menjadi batu loncatan dan pengalaman kerja baru serta membangun relasi dengan rekan kerja lainnya.

"Dari pengalaman ini bisa terbentuk pribadi yang lebih disiplin dan berkarakter," ujarnya bersemangat.

Untuk menyelesaikan studi S1-nya Renika meneliti pengaruh pola asuh otoriter terhadap perilaku agresi verbal pada siswa di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

Untuk mendapat gelar psikolog harus lanjut kuliah S2 magister profesi psikologi. "Saya pernah ikut tes jalur beasiswa Online Scholarship Competition (OSC), tapi gugur di tahap interview," tutupnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018