Wednesday, 17 August 2022


Safaruddin Jaga Kelestarian Alam dengan Pupuk Cair S7SE7

01 Aug 2022, 15:08 WIBEditor : Gesha

Safaruddin (kanan) dan Razuardi ex Setda Kabupaten Bireuen dan Aceh Tamiang. | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang--- Lingkungan perlu dijaga kelestarian ekosistemnya demi kelangsungan hidup. Inilah yang kemudian mencetuskan Safaruddin yang akrab disapa Prof Din asal Alue Ie Puteh, Baktya, Kabupaten Aceh Utara menciptakan Pupuk Cair S7SE7.

"Produk S7SE7 selain mengandung vitamin dan mineral juga mampu merombak C-organik dan N-organik di dalam tanah serta meningkatkan pH tanah," ungkap Prof Din kepada tabloidsinartani.com. Produk yang berupa probiotik ini mulai viral dan banyak digunakan oleh petani sebagai pengganti pupuk dan pestisida kimia.

Dalam produk S7SE7 terdapat sejumlah bakteri yaitu Azobacter sp, Lactobacillius sp, Rhizobium sp dan beberapa bakteri fungsional lainnya. Kegunaan formula S7SE7 untuk pertumbuhan akar, daun dan buah. Sedangkan Azobacter potensial berguna menyediakan N, fitohormon dan anti fungi serta meningkatkan pertumbuhan dengan cara fiksasi nitrogen sehingga dapat mensubstitusikan hara, ZPT dan fungisida. Sedangkan Azospirillium menghasilkan hormon tanaman seperti AA, IBA dan Ga.2, hizobium sp memfiksasi/mengambil nitrogen areal atmosfer begitu juga bakteri fungsional lainnya.

Diterangkan, formula S7SE7 dapat juga berfungsi sebagai pestisida (bakterisida, fungisida dan insektisida) serta mampu memperbaiki unsur hara dan peningkatan pH tanah serta perbaikan sel jaringan tanaman. "S7SE7 selain mengandung vitamin dan mineral juga mampu merombak C-organik dan N-organik di dalam tanah serta meningkatkan pH tanah. Selain itu tersedia juga sejumlah unsur hara makro dan mikro," jelasnya.

Safaruddin mengilustrasikan secara sederhana fungsi bakteri pada rumput yang hijau. Padahal katanya, tidak ada perlakuan khusus karena di dalam tanah ada bakteri yang bekerja memfiksasi N di udara. "Begitu juga halnya ketika diaplikasikan formula S7SE7 pada tanaman maka akan terjadi peningkatan jumlah mikroba yang ada di dalam tanah. Untuk pemesanan luar Aceh dapat menghubungi telepon/WA. 0822-6011-3814," ujar Safaruddin yang juga alumni teknik kimia Politeknik Lhokseumawe, berpromosi.

Sementara Musafir, S Pi selaku penyuluh perikanan di Kecamatan Baktya ketika dihubungi melalui telepon mengatakan, penggunaan pupuk S7SE7 tidak hanya bermanfaat bagi tanaman tapi mampu meningkatkan produksi udang windu di kecamatan Baktya.

Dari hasil pemantauan secara bertahap pada lokasi tambak masyarakat di desa Matang Cut dan Matang Raya berhasil meningkatkan produktivitas tambak. Ia juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada penemu formula S7SE7. "Alhamdulillah dengan pupuk S7SE7 bisa meningkatkan produksi dan pendapatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, komposisi yang terkandung dalam formula tersebut sangat baik untuk pertumbuhan  fitoplankton, diatom dan berbagai jenis alga," sebutnya.

Disisi lain, Ir. M Ridwan, MP alumni Konservasi Sumberdaya Lahan (KSDL) USK menuturkan, walaupun secara visual pengunaan S7SE7 di lahan pertanian dan tambak menunjukkan hasil yang bagus. "Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan peneliti dan akademisi," tambahnya.

Menurutnya, keberadaan pupuk organik S7SE7 yang ditemukan Safaruddin sangat bermanfaat bagi pemberdayaan santri dayah dan bagi petani serta masyarakat sekitar. "Ini perlu kita dukung bersama mengingat inovasi pupuk organik menjadi solusi bagi petani," pungkasnya.

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018