Thursday, 22 October 2026


Kiprah Khairul Fadli Melestarikan Lingkungan di Aceh

08 Aug 2022, 16:51 WIBEditor : Gesha

Khairul bersama masyarkaat

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Menyongsong Hari Bumi akhir Mei lalu, "Satu Bumi untuk Satu Kehidupan",  sosok ini aktif berkiprah membantu pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat, bibit tanaman dan santunan anak yatim. Dia adalah Khairul Fadli. Yuk kenalan dengan sosoknya.

Sebagai aktivis lingkungan milenial asal desa Simpang Empat, Karang Baru kabupayen Aceh Tamiang kelahiran 16 Juni 993 dari keluarga sederhana ini merupakan anak ke 6 dari 9 bersaudara pasangan Ali Akbar dan Fatimah. Penghasilan orang tuanya yang pas pasan sebagai pedagang Es kaki lima membuat dirinya rela tidak melanjutkan kuliah. Walau hanya sempat kuliah hingga semester 3 di salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Medan. Namun ia rela pulang kampung untuk merawat ibunya yang saat itu sakit keras.

 

"Irul sempat gagal bang dalam perkuliahan karena faktor ekonomi," sambungnya melanjutkan cerita kepada tabloidsinartani.com. Ia beranggapan walau gelar sarjana itu perlu, tapi tidak bisa menjamin untuk meraih sukses. "Pasalnya, kita juga harus memiliki skil agar keilmuan kita dapat diaktualisasi dalam kehidupan," ungkapnya.

Melalui Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia Provinsi Aceh, Fadli memiliki tekat kuat dalam menjaga lingkungan agar tetap lelestari. "Untuk melakukan perubahan dan inovasi kita perlu serius dan komitmen dalam bekerja (do it)," ungkap Khairul Fadli berfilosofi.

Salah satu upaya melestarikan lingkungan ia juga menggalang serta melakukan penanaman 400 bibit buah buahan di desa Sekumur 2 Agustus 2022. Tak hanya itu, bahkan untuk mendukung program penanaman 1 juta pohon se indonesia ia bersama Mapel Aceh bulan lalu ikut berkontribusi menyumbang 2000 pohon manggrove di desa Alur Nunang dan sepanjang pantai Pulau Rukui akhir tahun lalu. Menurutnya, hal ini penting, sehingga apa yang kita lakukan bisa bermanfaat serta menjadi contoh dan panutan bagi anak cucu kita kedepan.

Perjalanan Panjang

Selepas SMA Irul bersama temannya Chaidir Azhar (yang kini menjadi Ketua Mapel Aceh) terpaksa hijrah ke Medan untuk mencari jati diri dan sempat luntang lantung di perantauan.  Untuk memenuhi biaya hidup ia pun bekerja serabutan menjadi pengangkut barang di pajak tradisional MMTC, penjaga parkir hingga aktif berorganisasi di  Forum Silaturahmi Mahasiswa Aceh  (FORSIMA) menjadi aktivis sosial.

Pada tahun 2017 bersama sahabatnya tersebut ia mulai menjajaki dunia EO dan menggelar acara seminar hingga menjadi motivator muda. Selain itu pernah juga belajar otodidak menjadi pesulap dan sempat beberapa kali memainkan aksi panggung yang memukau di Sumatra dan Aceh Tamiang.

Akhirnya 2018 ia pun kembali ke Aceh Tamiang dan membuat gebrakan bersama sahabatnya mendirikan  Aliansi Garang (Gerakan Aksi Rakyat Aceh Tamiang) sering melakukan aksi unjuk rasa di Aceh Tamiang dan membuat beberapa  seminar untuk pelajar bertema pendidikan dan semangat bangkit menjadi agen perubahan desa.

"Perjalanan hidup tidaklah mudah seperti dibayangan. Kita perlu bekerja cerdas karena untuk meraih sukses harus diikuti dengan proses," cetusnya. 

Walau jiwanya sempat terpukul dan sempat depresi berat ketika ibundanya wafat 29 Desember 2016. Masih terngiang dalam ingatan saat pesan terakhir sang Ibunda "...jaga ayah ya nak, jangan biarkan ayah sendirian ...kamu harus bisa menjadi kebanggaan keluarga," kenangnya terisak pilu.

Berkat dukungan dan suport dari teman-temannya, akhirnya ia pun bisa bangkit kembali. Itulah terus melanjutkan impiannya berkiprah kembali menjadi motivator dan pesulap hingga ia diperkealkan dalam sebuah yayasan masyarakat pelestari lingkungan Indonesia (Mapel) Aceh sebagai wakil ketua 1. 

Menurutnya, Yayasan ini bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan serta lingkungan.  "Program penanaman 2000 manggrove di Aceh Tamiang dan kegiatan sosial lingkungan sempat diliput salah satu televisi nasional," ujarnya bangga. Tak pelak atas kiprahnya tersebut, kini ia menduduki jabatan sebagai seketaris Forum Relawan bersama (Foreber) Aceh Tamiang.

 

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018