Sabtu, 01 Oktober 2022


Herman Khaeron Kembali Pimpin MPPI

13 Agu 2022, 19:41 WIBEditor : Yulianto

Herman Khaeron | Sumber Foto:Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Secara aklamasi akhirnya Dr. H.E. Herman Khaeron terpilih kembali menjadi Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) periode 2022-2027. Sebelumnya anggota dewan dari Partai Demokrat ini telah memimpin MPPI pada periode 2017-2022.

Ketua Umum MPPI terpilih, H.E. Herman Khaeron berharap, sebagai sebuah forum, MPPI harus menjadi pengikat untuk berdiskusi, melahirkan ide dan gagasan, bahkan menampung curahan hati seluruh pihak di dunia perbenihan dan perbibitan tanah air.

 “Jadi sebagai organisasi naungan, harusnya MPPI menjadi organisasi pejuangan, baik sektor perbenihan maupun pertanian. Bahkan menjadi wadah yang melahirkan solusi bagi bangsa,” katanya saat Musyawarah Nasional MPPI di Jakarta, Jumat (12/8).

Anggota Komisi VI DPR RI ini juga mengingatkan kelahiran MPPI jangan menjadi pesaing dengan organisasi lain yang bergerak dalam dunia perbenihan dan perbibitan. Jika selama ini MPPI hanya menampung pelaku usaha di industri perbenihan, maka ke depan Herman akan merangkul kalangan peneliti di perguruan tinggi.

“Sebagai forum MPPI ke depan tidak perlu terstruktur ke bawah di daerah, tapi yang perlu digandeng sekarang adalah perguruan tinggi. Dengan berkolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan masyaraka perbenihan. Bahkan menjadi lembaga yang menggodok berbagai persoalan dalam perbenihan dan perbibitan,” tuturnya.

Kepada industri perbenihan dalam negeri, Herman berharap agar terus berinovasi menghasilkan varietas unggul baru untuk mengkonversi benih yang selama ini masih impor. Namun di sisi lain, ia juga meminta dukungan pemerintah kepada industri dalam negeri dalam bentuk regulasi. “Permudah ijin pelepasan, jangan mempersulit industri benih,” tegasnya.

Dengan peran penting benih dan bibit dalam peningkatan produksi pangan, Herman menyesalkan ketika alokasi anggaran untuk perbenihan senilai Rp 1,5 triliun tidak ada lagi. Karena itu ia berharap, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan benih dan bibit kepada petani/peternak. “Padahal ketika suasana bangsa kurang baik dengan adanya Covid-19, justru pelaku perbenihan dan perbibitan tetap jalan. Ini jadi spirit baru bagi dunia pertanian,” ujarnya.

Hal lain yang akan menjadi prioritas Herman ke depan adalah bagaimana MPPI bisa ekspansi bekerjasama dengan negara lain dan perguruan tinggi. Ia menilai, keberadaan perguruan tinggi dan kerjasama dengan luar negeri sangat strategis dalam pengembangan dunia perbenihan dan perbibitan Indonesia.

Selain itu, politisi Partai Demokrat itu melihat ke depan industri perbenihan masuk dalam bagian agroindustri. Karena belum menjadi bagian dalam bidang agroindustri, menyebabkan industri benih menggantung. “Sebagai industri, tapi justru berada di luar,” katanya.

Krisis Pangan

Menghadapi krisis pangan global, Herman mengatakan, pemerintah harus bisa cepat mengantisipasi karena harga komoditas pangan cenderung naik dan sulit turun kembali. Apalagi kondisi pangan diperparah perubahan iklim dan adanya perang Rusia dan Ukraina, sebagai negara penghasil gandum dunia.

“Padahal kita impor gandum cukup besar,” ujarnya. Untuk itu, Herman menyarankan agar ke depan pemerintah kembali mendorong program diversifikasi pangan dengan mengonsumsi pangan lokal. Selama ini masyarakat Indonesia justru diversifikasi pangannya ke produk berbahan baku gandum, seperti mie dan roti gandum.

Menurutnya, bangsa Indonesia juga tidak boleh tergantung pada satu komoditas yakni beras. Untuk itu, pemerintah harus kembali mendorong diversiifkasi pangan dengan meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal. Saat ini ia melihat, banyak pangan lokal yang mulai langka.

“Kita harus kembali ke komoditas asli Indonesia, pangan lokal. Kalau kita mendorong pengembangan pangan lokal, masyarakat akan banyak pilihan produk pangan. Masyarakat kita tidak paksakan untuk mengonsumi pangan lokal, tapi kita berikan pilihan dan alternatif,” tuturnya. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018