Sabtu, 01 Oktober 2022


Milenial ini Bersedekah Kopi Gratis Setiap Jumat

15 Agu 2022, 16:15 WIBEditor : Gesha

Adi Polem (kiri) dan Barista. | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh ---  Polem Kopi merupakan warung semi cafe memiliki bangunan 2 lantai yang terletak di Jalan Panglima Polem, Peunayong, Banda Aceh. Pelanggan di warung tersebut umumnya dari semua kalangan dan komunitas. Di warung ini juga menyediakan lapak untuk pedagang UMKM seperti nasi gurih Apacut dan soto Polonia 88 Medan.

"Kopi espresso dibandrol Rp 10 ribu dan ada juga kopi spesial Polem harganya Rp 25 ribu, sedangkan nasi pagi mulai Rp 10 ribu - 12 ribu. Bahkan kami juga menyediakan nasi bungkus seharga Rp 6.000," sebut Vahriadi alias Adi Polem selaku owner kepada tabloidsinartani.com. 

Kalau anda ke Banda Aceh dan melintas di jalan Panglima Polem, khusus hari Jumat disiapkan kopi gratis kepada pengunjung. "Konsep kita buka warung kopi bukan hanya sekedar bisnis, khusus hari Jumat kita sediakan kopi gratis. Semoga dengan bersedekah usaha kita menjadi berkah," ujar Vahriadi yang juga alumni Fakultas Hukum USK. Menurutnya, pemberian nama warkop tersebut sesuai lokasi yang terletak di jalan Panglima Polem Peunayong, Banda Aceh.

Pria kelahiran Medang Ara, Aceh Timur, 4 Juni 1995 ini merupakan bungsu dari 3 bersaudara pasangan Darmawan dan Nuraina. Adi Polem telah memiliki pengalaman, pada tahun 2008 -2012 saat masih sekolah ia pernah berjualan kopi dan mie di Aceh Timur. Selain itu tahun 2011 Adi juga memilki hobi berkebun menanam Jabon seluas 4 hektar. 

Setelah tamat kuliah tahun 2020 saat pandemi Covid-19 ia malah nekat membuka warung kopi dengan anggapan kalau rezeki itu tak kan pernah tertukar asal kita yakin dalam berusaha. Adi selalu mengingat pesan ibundanya, bahwa kunci sukses dalam kehidupan harus rajin bersedekah dan tidak  meninggalkan sholat serta selalu berusaha dan berdoa.

Menurutnya kuliah bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman saja, tidak menentukan jenis pekerjaan. "Ibaratnya kalau sekarang S1 sama seperti angkot, S2 taksi dan S3 memiliki mobil rental," ujarnya berfilosofi. 

Umumnya milenial sekarang masih kurang percaya diri dan enggan untuk mengembangkan ide dan kreatifitas yang dimiliki. Mereka hanya senang duduk santai dengan gadget ditangan. Dalam membangun bisnisnya Adi telah merekrut 8 milenial baik yang putus sekolah dan mahasiswa sedang kuliah. "Kami yakin dengan selalu menjaga kualitas konsumen pasti akan kembali lagi," terangnya.

Berbagai varian menu di Polem Kopi dapat dikases pada akun IG @POLEM coffee premium dan menerima pelayanan untuk berbagai acara pesta, ultah dan kantoran. Pria tampan yang menamatkan SD hingga SMA di kecamatan Nurussalam, Idi ini sejak kecil aktif belajar ilmu agama. Saat duduk di bangku SMA pernah menjadi ketua OSIS dan waktu SMP  membawa harum nama sekolahnya menjuarai olimpiade bola volley se Aceh Timur. Kemandirian dan bakat Adi Polem sudah terasah sejak kecil dan terbukti saat dia menjadi mahasiswa."Waktu kuliah, untuk menambah uang jajan dan meringankan biaya orangtua saya sempat bekerja di doorsmer," ujarnya bersemangat.

Andry karyawan BSI Ulee Kareng mengapresiasi kreatifitas milenial seperti Adi Polem yang masih muda tapi energik bisa menciptakan lapangan kerja. Pihaknya juga bersedia membantu para milenial lainnya untuk mengembangkan usaha yang sedang berjalan dengan kemampuan membayar, bukan usaha dari nol.

 

Iskandar tukang becak yang merupakan pelanggan tetap menyebutkan kopi espresso cup di Polem Kopi harganya standar tapi rasanya lebih nikmat dan terasa.

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018