Rabu, 28 September 2022


Basiri si Petani Padi Hidroganik

23 Agu 2022, 15:14 WIBEditor : Herman

Basiri Petani Padi Hidroganik | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Keterbatasan lahan dalam melakukan usaha tani membuat Basiri berfikir panjang. Dengan pengalama bertani sayur hidroponik, Basiri menemukan cara bertani unik dengan sistem Hidroganik, yaitu tanam padi sekaligus budidaya lele sistem hidroponik tanpa kimia dalam perawatanya.  

Kondisi keterbatasana lahan tidak membuat warga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini putus usaha bertani. Keinginan yang kuat untuk bertani dan memperkenalkan pertanian pada 7 orang anak asuhnya membuat Basiri terus mencari cara.  

Dengan pengalamanya menanam sayur hidroponik, mejadi inspirasi Basiri menerapkan hal tersebut pada pertanian padi. ‘Karena menurut saya, orang desa kalau belum makan nasi sepertinya  belum makan jadi saya mencoba menanam padi daripada menanam sayur,” tambahnya.   

Ia menggunakan pot plastik yang diletakkan sejajar pipa paralon. Di bagian bawah pipa tersebut dijadikan kolam lele, yang airnya dialirkan melalui pipa-pipa paralon yang dipompa dari kolam lele. Sehingga dalam satu sistem bisa bisa menghidupi padi sekaligus ikan lele.  

“Awalnya bertani sayur secara hidroponik, kemudian saya tertantang untuk menanam padi. Untuk menanam padi waktu itu kita mencoba masih menggunakan paralon dengan 32 lubang, hasilnya nilai ekonomisnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga, juga mempunyai ikan di kolam karena kami harus bisa makan dan harus bisa hidup,” ungkapnya.

 

Basiri menceritakan,pada awalnya hampir selama tahun ia tidak pernah keluar rumah. Ia terus berusaha mengembangkan pertanian padi Hidroganik nya sehingga bisa menghasilkan seperti ketika menanam padi di lahan sawah dengan cara konvensional 

“Oleh orang-orang saya ini dikira orang stress, malam-malam tidak bisa tidur mikir yang tidak jelas. Saya bilang ke anak-anak, kalau saya ini memikirkan masa depan, kalau sawah ini akan habis tapi ayah ini mencari solusi mungkin solusi ini untuk 20-50 tahun ke depan akan digunakan, kalau saat ini mungkin belum kepakai, makanya saya namakan ini sebagai bengkel mimpi,”ujarnya. 

Basiri mengaku kerja kerasnya tersebut mendapatkan support dari keluarga, Hal tersebut sejalan dengan keinginanya mengjak anak-anak untuk tertarik ke pertanian. Dengan konsep pertanian organik ini, membuat pertanian lebih mudah yang bisa dilakukan tanpa harus jauh-jauh ke sawah namun dengan hasil yang tidak kalah. 

Awal bertani padi hidroganik adalah hal tersulit bagi Basiri, karena padi yang ditanam, yang merupakan padi dari sawah dan dipindahkan ke sistem hidroganik tidak menunjukan tanda-tanda kehidupan. Baru pada hari ke 20 menampakkan kehidupan, dan akhirnya 70 hari itu tumbuh serta berbuah.    

“Secara hitungan matematisnya memang sudah saya siapkan unsur haranya, bagaimana, dan berapa sudah saya siapkan dan saya hitung walaupun saya sebetulnya tidak ada dasar tapi saya belajar dari baca buku-buku,” ceritanya. 

Keberhasilan Basiri menanam padi Hidroganik membuatnya dikenal, dan hal tersebut membuatnya makin percaya diri dan memutuskan untuk menambah produksinya menjadi 400 titik.  

Basiri mengatakan, pertanian hidroganik yang dia lakukan tidak memiliki kendala yang berarti. Kendala hadir pada cuaca dan ancaman penyakit pada ikan lele, dan hal tersebut dianggap wajar karena juga terjadi pada cara konvensional.  

“Memang tidak bisa mengelak karena tergantung kondisi cuaca, tapi itu jarang. Sedangkan untuk lele, bisa diatasi dengan rajin memperhatikan ikan lele jika mengalami sakit, solusinya harus segera diobati kalau ada gejala,” ujarnya.  

Basiri mengatakan bahwa pertanian hidroganik mudah dilakukan, bagi yang ingin mencoba cukup menyiapkan instalasi paralon sebagai tempat menanam padi (seperti pada sistem hidroponik).Dan instalasi dapat dialiri air dari kolam lele menggunakan pompa aquarium,.   

“Tidak perlu mengganti air setiap hari, karena kotoran yang ada di air akan hilang dan tersaring dengan sendirinya ketika dialirkan ke padi. Untuk jumlah ikan lele yang berada di masing-masing kolam tergantung ukuran kolam, dan biasanya bisa dipanen 2 kali dalam satu bulan,” ungkapnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018