Sabtu, 01 Oktober 2022


Herry Dermawan Kembali Terpilih Menjadi Ketua GOPAN

22 Sep 2022, 09:17 WIBEditor : Gesha

Herry Dermawan sebagai Ketua GOPAN | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) IV GOPAN dan Herry Dermawan kembali terpilih menjadi Ketua GOPAN hingga tahun 2025 mendatang. 

Ketua Panitia Munas IV GOPAN, Setya Winarno mengungkapkan, kegiatan Munas IV GOPAN sebagai upaya menggerakkan roda organisasi yang seharusnya setiap 5 tahun mengadakan Munas tetapi karena Pandemi Covid-19 menjadi tertunda selama 2 tahun.

Sehingga diputuskan yang terpilih menjadi Ketua Umum dan pengurus inti masa baktinya selama 3 tahun agar total periode kepengurusan selama 5 tahun dan tidak menyalahi AD (Anggaran Dasar) dan ART (Anggaran Rumah Tangga). 

Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional disingkat GOPAN, nama resmi sesuai Undang-Undang pemerintah tentang Perkumpulan yang kemudian diubah menjadi Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional.

Organisasi ini didirikan oleh 19 organisasi peternak ayam daerah dan diresmikan oleh Presiden RI di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 10 Agustus 2004. Organisasi-organisasi di bawah GOPAN menaungi peternak-peternak unggas di daerah masing-masing yang terdiri dari peternak rakyat kecil, menengah, dan sebagian peternak besar.

Dalam 18 tahun kiprahnya, GOPAN telah berhasil menjadi salah satu pilar penting pembangunan industri peternakan ayam di Indonesia. Di tengah arus globalisasi, industrialisasi, dan kapitalisasi. GOPAN berhasil mempertahankan bahkan menumbuh kembangkan peternak-peternak anggotanya menjadi peternak-peternak yang sukses atau bisa diandalkan, walaupun ada sebagian peternak yang bergabung dengan peternak-peternak lainnya (bermitra). 

Sesuai dengan perannya, GOPAN senantiasa berperan aktif dalam ikut membangun peternakan Indonesia khususnya budidaya broiler (ayam pedaging) yang melibatkan sebesar-besarnya peran peternak.

Setelah melalui masa pemilihan, nama Herry Dermawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga 2025. Sebelumnya, Herry memegang jabatan yang sama untuk periode 2015 – 2020.

Menanggapi pemilihan dirinya kembali untuk menjadi Ketua Umum GOPAN, Herry menuturkan dirinya memiliki banyak tugas perbaikan di tubuh organisasi dan industri perunggasan secara luas. "Pertama kita lakukan perubahan keanggotaan yang otomatis merubah AD ART. Jika sebelumnya keanggotaan adalah organisasi perunggasan, sekarang seluruh insan perunggasan seperti perorangan, kelompok, koperasi, hingga badan usaha peternakan ayam, diperbolehkan menjadi anggota GOPAN, " tuturnya. 

Untuk memperkuat cengkraman GOPAN, struktur organisasi pun diubah dengan dibentuknya organisasi GOPAN di tingkat provinsi hingga kabupaten sehingga seluruh insan perunggasan di daerah dapat berpartisipasi secara aktif. Komposisi peternak ayam milenial juga ditargetkan mencapai 70 persen dalam organisasi GOPAN sehingga dapat terlihat proses regenerasi peternak ayam di Indonesia. 

Perbaikan Perunggasan

Diakui Herry, kondisi perunggasan saat ini memang sedang ‘sakit’. Fluktuasi harga livebird merupakan masalah klasik yang masih sering kali terjadi di industri perunggasan dalam negeri. Selama ini, kebijakan pengendalian produksi DOC FS melalui apkir dini PS dan cutting telur tetas (HE) fertil umur 19 hari, masih menjadi pilihan pemerintah dalam menjaga keseimbangan supply and demand yang telah membuat gejolak di industri perunggasan.

Namun ketidakjelasan data supply demand ayam membuat bisnis ini semakin carut-marut. Peternak seringkali dihadapkan pada harga di bawah BEP, sehingga kerugian tak bisa dihindarkan. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh oversupply, serta BEP yang sangat tinggi dibanding harga jual. Dan biaya produksi yang sangat tinggi itu banyak dipengaruhi oleh pakan dan DOC.

"Saat ini peternak tidak punya daya tawar. Selama ini telah banyak peternak dan asosiasi yang menyuarakan persoalan-persoalan yang terjadi, namun belum mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Hal ini menandakan ada sesuatu yang tidak beres,” terangnya. 

Karena itu, dirinya merasa harus benar-benar ada pendataan supply-demand yang jelas, jika hal itu bisa diselesaikan, ke depan ia yakin perunggasan bisa berjalan mulus.

Di sisi lain, industri perunggasan terdiri dari 4 pilar yaitu pabrik pakan, breeding farm, peternak, dan para bandar/penjual ayam. Sayangnya, keempat pilar ini sampai saat ini belum bisa bekerja sama dengan baik.

Sementara itu Dewan Pembina GOPAN, Tri Hardiyanto memberikan pesan agar GOPAN melakukan advokasi dalam pemerataan GPS (Grand Parent Stock) terutama bagi breeding farm yang memasok peternak mandiri dan juga memberi kesempatan peternak mandiri untuk “mandiri bibit” melalui model “Mini GPS Farm”.

Advokasi juga harus dilakukan dalam penguasaan live bird (ayam hidup) melalui mini RPA (Rumah Potong Ayam) dan proses lanjutan dengan kearifan lokal. “Penguatan peternak mandiri melalui kajian/advokasi skema model integrasi horizontal/sentra peternakan rakyat (SPR)/inclusive closed loop yang terlembaga melalui koperasi (bagi kelompok peternak kecil) atau PT (bagi kelompok peternak menengah/besar),” sarannya. 

Dewan Penasehat GOPAN, Prof Muladno juga berpesan agar  GOPAN bisa menjadi teladan bagi para peternak. Juga harus bisa mempelopori perubahan besar yang sifatnya fundamental untuk kebaikan perunggasan. “GOPAN harus bisa memetakan keanggotaannya sekaligus berbenah dan memperkuat soliditas di internal melalui konsolidasi agar bisa menjadi organisasi yang profesional,” pintanya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018