Jumat, 23 Februari 2024


Anita Ariyani, Pimpin Wanita Tani Indonesia dalam HKTI

24 Okt 2022, 03:31 WIBEditor : Gesha

Dra. Anita Ariyani kini pimpin Wanita Tani Indonesia | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sebagai organisasi sayap dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Wanita Tani Indonesia menjadi bentuk kesungguhan kaum hawa yang ingin ikut berperan aktif untuk kemajuan pertanian Indonesia. Kini, organisasi tersebut dipimpin oleh Dra. Anita Ariyani. 

Nama Anita Ariyani bukanlah sosok baru di dalam organisasi penggerak wanita. Mengawali karier sebagai pengajar di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Al Kalam, wanita ramah dan murah senyum ini nyaman berorganisasi sejak 2015.

Bu Anita, sapaan akrabnya ini berorganisasi dalam Yayasan Mahkota Insan Cita (MIC) hingga sekarang. Mulai bergabung dengan organisasi sayap Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di tahun 2018 sebagai Wakil Ketum Bid. OKK DPP Wanita Tani HKTI. Tahun 2020, Bu Anita masuk jajaran Dewan Pengurus Pusat HKTI sebagai Kepala Bidang Organisasi DPN HKTI. 

Perjalanannya dalam organisasi penggerak wanita, tak hanya berpatok pada Wanita Tani Indonesia HKTI saja. Bu Anita juga tercatat sebagai Dewan Penasehat PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Bahkan sejak 2020, Bu Anita menjadi Ketua Bid. Perlindungan Hak dan Kesetaraan Perempuan DPP Partai Gerindra serta menjadi Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pengurus Pusat PIRA. 

Kini di penghujung tahun 2022, Bu Anita terpilih secara aklamasi menggantikan Ony Djafar Hafsah memimpin organisasi Wanita Tani Indonesia HKTI hingga periode 5 tahun mendatang berdasarkan hasil Munas III Wanita Tani Indonesia HKTI, Selasa-Rabu (18-19 Oktober 2022). Organisasi sayap penggerak wanita Tani Indonesia ini mendorong adanya diversifikasi pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Organisasi ini menawarkan strategi pembangunan pangan dalam menuju ketahanan pangan di nusantara, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global. 

Untuk diketahui, HKTI membidani lahirnya Wanita Tani Indonesia sejak 1979 dengan nama Bidang Wanita Tani HKTI hingga tahun 1984. Ketua Bidang Wanita Tani Indonesia saat itu adalah Mien Sugandhi yang saat itu juga menjadi Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Periode 1984-1993 dipimpin oleh Rini Soerojo dan menjadi organisasi sayap HKTI yang bergerak dalam pemberdayaan wanita Tani Indonesia. Memasuki tahun 2000-2011, Ony Djafar Hafsah memimpin Wanita Tani Indonesia. 

Sejak 2011 saat dilakukan Munas I, Wanita Tani Indonesia ini menjadi sebuah organisasi otonom dengan nama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wanita Tani Indonesia HKTI. Dan melantik Pimpinan Daerah Wanita Tani di seluruh Indonesia. Kini, Wanita Tani Indonesia HKTI telah terbentuk 26 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 200 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia. 

Adapun visi dari Wanita Tani Indonesia adalah mewujudkan wanita Tani Indonesia yang mandiri, demokratis, memiliki harkat dan martabat luhur dalam memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya wanita tani demi keadilan dan kesetaraan gender.

Sedangkan misinya adalah memperjuangkan wanita dan warga tani dalam pembangunan, memperkuat organisasi wanita tani, terwujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam semua bidang kehidupan, meningkatkan kapasitas wanita tani dan membangun kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lainnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018