Senin, 17 Juni 2024


Mengikrarkan Klaten Mandiri Pangan, Bupati Sri Mulyani Diganjar Adhikarya Pembangunan Pertanian

15 Agu 2023, 11:56 WIBEditor : Gesha

Bupati Klaten Sri Mulyani menerima penghargaan | Sumber Foto:Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, dianugerahi Penghargaan Adhikarya Pratama atas jasanya yang luar biasa dalam mendorong kesuksesan sektor pertanian. Salah satu prestasinya adalah dedikasinya terhadap program "Klaten Mandiri Pangan", yang kini menjadi pilar penting dalam penyediaan cadangan pangan nasional.

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyerahkan penghargaan Adhikarya dalam pembangunan pertanian di Aula Istana Wakil Presiden RI Jakarta, Senin (14/08).

Penghargaan yang istimewa ini diberikan kepada sejumlah tokoh, termasuk 2 menteri, 10 gubernur, dan 12 bupati yang termasuk di dalamnya adalah Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Dengan rasa tulus dan penuh rasa syukur, Sri Mulyani, menerima penghargaan ini. Ia melihat penghargaan tersebut sebagai bukti nyata serta keseriusan Kabupaten Klaten dalam menjalankan peran pentingnya di bidang pertanian.

Sebagai salah satu pilar penting dalam menyokong ketahanan pangan nasional, Kabupaten Klaten telah memprioritaskan sektor pertanian sebagai keunggulan utamanya. Dengan tekad kuat ini, berbagai program pertanian skala nasional telah berhasil diimplementasikan dengan sukses di wilayah Kota Bersinar, Klaten.

Komitmen yang tinggi terhadap sektor pertanian sangat terasa di Kabupaten Klaten, dan Bupati Klaten Sri Mulyani sendiri telah mengambil langkah signifikan dengan mengambil ikrar "Klaten Mandiri Pangan". Ikrar ini mencerminkan tekad kokoh Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menggalakkan produksi pangan lokal yang berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mereka dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Menurut pandangannya, sektor pertanian di Kabupaten Klaten memegang peran yang sangat penting dan strategis dalam memajukan sektor pertanian tidak hanya di tingkat Jawa Tengah, tetapi juga di skala nasional.

Bupati Klaten Sri Mulyani menegaskan bahwa Kabupaten Klaten memiliki reputasi sebagai penyedia utama sumber beras, baik di wilayah provinsi Jawa Tengah maupun di tingkat nasional.

Oleh karena itu, ia menganggap sangat penting untuk berjuang demi menjaga ketersediaan pangan, terutama beras, di Kabupaten Klaten. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan lokal, regional Jawa Tengah, dan nasional dapat terpenuhi dengan baik.

Bupati juga menyoroti bahwa semangat inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Klaten untuk terus mengembangkan dan memperbaiki program-program yang sudah ada, guna meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Dengan tekad yang kuat, Kabupaten Klaten berkomitmen untuk tetap bergerak maju dalam upaya pembangunan pertanian, demi keberlanjutan pasokan pangan yang penting bagi masyarakat.

Varietas Lokal

Sri Mulyani, selaku Bupati Klaten, memiliki fokus khusus pada pengembangan varietas padi Rojolele Srinuk dan Srinar. Melalui pengembangan varietas ini, pendapatan petani telah berhasil ditingkatkan sebesar 17 persen. Menurut bupati, minat terhadap beras Rojolele, yang merupakan varietas baru yang berasal dari Klaten, sangat tinggi. Terlebih lagi, para aparatur sipil negara (ASN) secara rutin membeli beras ini sebagai bentuk dukungan kepada petani yang menanam padi Rojolele Srinuk dan Srinar.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa saat ini para distributor sudah mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan, karena minat terhadap beras ini tidak hanya berasal dari Klaten sendiri, tetapi juga dari luar wilayah Klaten.

Dalam upaya untuk memperluas budi daya padi varietas Rojolele Srinuk dan Srinar, pemerintah Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk mengembangkan varietas ini. Sri Mulyani juga menyebut bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten telah diminta untuk menganggarkan bantuan kepada petani agar mereka dapat dengan mudah mendapatkan benih varietas ini. Pada tahap awal, benih akan diberikan secara gratis kepada petani atau kelompok tani.

Sri Mulyani menekankan bahwa DKPP harus memastikan bahwa benih Rojolele Srinuk dan Srinar tersedia dalam jumlah yang cukup dan berkualitas. Benih ini nantinya akan didistribusikan atau dijual di wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Perlu dicatat bahwa padi varietas Rojolele Srinuk dan Srinar merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Klaten dan BATAN sejak tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk memperpendek masa pertumbuhan tanaman padi Rojolele dari semula 155 hari menjadi 105 hari. Selain itu, tinggi tanaman juga berhasil diperpendek dari 155 sentimeter menjadi 110 sentimeter, sementara kualitas beras tetap terjaga.

Varias Rojolele Srinuk dan Srinar berhasil lulus penilaian dan evaluasi dari Kementerian Pertanian pada tahun 2019, serta mendapatkan rekomendasi untuk dilepas sebagai varietas yang sah. Pemerintah Kabupaten Klaten juga memperoleh hak perlindungan varietas (PVT) atas varietas ini pada tahun 2022.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018