Senin, 17 Juni 2024


Milenial Sambas Ini Nikmati Manisnya Bertani Cabe

03 Nov 2023, 11:33 WIBEditor : Yulianto

Farhan di ladang cabe saat panen | Sumber Foto:Juliadi

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Pertanian kini mulai banyak dilirik kalangan milenial sebagai salah satu usaha yang menjanjikan. Salah satunya, Farhan (24) salah satu petani millenial asal Desa Sungai Rambah Kecamatan Sambas yang saat ini menanam cabe sebanyak 4.000 batang.

Bagi Farhan dunia pertanian tidaklah asing. Dirinya telah terjun menekuni usaha pertanian sejak SMA hingga selesai. Dalam mengelola lahan dan panen, ia merangkul karyawan sebanyak 4 orang untuk membantunya. “Untuk cabe memang saya tanam sebanyak 4000 batang. Saat ini sudah masa panen,” katanya.

Setiap kali panen, Farhan mendapatkan 100-120 kg. Ia menjual dengan harga Rp 50.000/kg, sehingga sekali panen mendapatkan Rp 5-6 juta. ”Saat ini juga saya sudah panen 10 kali panen, jika tidak di serang hama atau penyakit target saya bisa panen 35 panen,” ujarnya.

Kalangan petani milenial Kabupaten Sambas, ia mengajan untuk menangkap peluang baik sektor pertanian.  Sebab peluang usaha di pertanian sangat terbuka lebar. ”Kita bisa menjadi seorang pengusaha pada sektor pertanian,” katanya.

Farhan juga berharap pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah bisa hadir dan mensuport keberadaan Petani Millenial di Kabupaten Sambas. Bukan hanya membantu peningkatan kapasitas SDM pertanian, tapi juga membantu petani milenial alat dan mesin pertanian.

Di tempat yang berbeda Juliadi, Ketua Jaringan Pertanian Nasional Komisariat Daerah Kabupaten Sambas sangat mengapresiasi langkah petani millenial Kabupaten Sambas dalam menangkap peluang baik sektor pertanian.

Menurut Juliadi, sejak 2016 petani milenial Kabupaten Sambas sudah melakukan berbagai kegiatan pertanian. Misalnya, menggarap lahan kosong menjadi lahan produktif dan sebagian besar petani milenial bertanam cabe.

”Sampai sekarang produksi dan penyuplai cabe terbesar di pasar Plamboyan dari Kabupaten Sambas yang merupakan hasil petani milenial. Bahkan saya mengatakan saat ini Kabupaten Sambas bukan hanya sebagai lumbung pangan tetapi juga sebagai lumbung cabe,” tuturnya.

Untuk itu, Juliadi berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat hadir untuk petani milenial sebagai penerus pembangunan pertanian di setiap daerah. ”Bagaimana kita dorong petani milenial untuk bisa melek terhadap teknologi. Keinginan kita juga petani milenial bisa mendorong pola smart farming atau pertanian modern,” ungkapnya.

Dengan smart farming, menurut Juliadi sebagai langkah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk olahan, sehingga memiliki daya jual yang baik. ”Konsep itu juga kami juga di elemen organisasi pertanian. Kami mengajak pemerintah daerah untuk bisa mensuport langkah kami ini,” katanya.

Reporter : Juliadi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018