Kamis, 18 Juli 2024


Aminudi Amin, Nikmati Aroma Wangi Bisnis Sampah

14 Jun 2024, 14:36 WIBEditor : Yulianto

Aminudi Amin menikmati aroma wangi bisnis sampah | Sumber Foto:HA IPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Depok---Sampah tak selamanya ‘kotor’. Bahkan bagi Aminudi Amin, sampah justru membawa berkah. Alumni Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University ini memutuskan berwirausaha dan kini menjadi CEO Biomagg Sinergi Internasional dalam korporasi AWINA Group.

Tak ada kesuksesan tanpa ada usaha. Jalan panjang pun harus dilalui Aminudi saat merintis bisnis. Awalnya ia memulai usahanya dengan berbudidaya ikan lele. Setelah satu tahun, ia mengalami dua masalah dalam pembudidayaan, yakni harga tengkulak yang cenderung fluktuatif dan harga pakan yang terus mengalami peningkatan.

“Saya awalnya ternak lele. Namun, saat itu harga pakan lele membuat omset saya turun. Sejak saat itu, saya mulai mencari alternatif lain untuk kebutuhan pakan,” ujar pebisnis kelahiran Medang Ara, 3 Desember 1989 ini.

Menurutnya, Indonesia juga masih impor sumber bahan baku protein berupa tepung ikan mencapai 105,7 juta dolar per tahun. Karena pakan menyumbang biaya sampai 67 persen dari total biaya operasional, ia pun mencoba mencari alternatif pakan.

Berbekal ilmu yang ditekuni semasa kuliahnya di IPB University, dirinya mencoba mencari literatur tentang potensi serangga sebagai pakan alternatif potensial. Sampai akhirnya ia mengembangkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) untuk menghasilkan pakan ikan.

Setelah mengetahui alternatif ini, timbullah pertanyaan bibitnya dari mana. “Akhirnya saya memutuskan untuk memancing lalat ini dari alam. Saya banyak belajar dari youtube dan jurnal ilmiah demi mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk mengembangkannya,” ungkap penyuka tokoh Mohamad Hatta ini.

Saat itu, ia harus memutuskan, terus mengelola usaha lele atau mengembangkan waste management sampah organik untuk memperoleh maggot. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Aminudi memutuskan fokus mengelola sampah organik dan menghasilkan produk, berupa pakan ternak berbasis maggot.

Tekadnya makin kuat untuk mendirikan perusahaan Biomagg. Perusahaan tersebut menyediakan solusi pengolahan sampah organik skala industrial secara bertanggung jawab dan terpercaya. “Seiring berjalannya waktu, pengembangan BSF ini diperuntukkan mengolah sampah organik dan lahirlah Biomagg,” katanya.

Perusahaan yang berada di kawasan Depok ini berdiri pada tahun 2016, tanpa karyawan. Kini Biomagg sudah punya lebih dari 27 karyawan dan 120 reseller. Tak hanya itu, pengolahan sampah ini juga sudah punya tiga titik cabang di Cikarang, Salatiga dan Lampung. Berkat usahanya ini ia meraih Juara 1 Young Entrepreneur Leadership Program Bank Indonesia 2021.

Dengan modal hanya Rp 500 ribu, Aminudi  memulai usahanya. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
Sumber : alumniipbpedia.com
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018