
Mahasiswa Polbangtan membuktikan bahwa sedap malam bukan hanya bunga hias, tapi juga peluang bisnis menjanjikan! Dengan usaha mandiri, mereka sukses panen besar dan raup cuan melimpah.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Mahasiswa Polbangtan membuktikan bahwa sedap malam bukan hanya bunga hias, tapi juga peluang bisnis menjanjikan! Dengan usaha mandiri, mereka sukses panen besar dan raup cuan melimpah.
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sukses melakukan panen bunga sedap malam melalui Proyek Usaha Mandiri (PUM) pada Jumat (29/11/2024).
Kegiatan ini berlangsung di lahan Teaching Factory Kampus Polbangtan Bogor dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dengan bimbingan Dosen Dwiwanti Sulistyowati.
Proyek ini bertujuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari perkuliahan ke dalam praktik nyata.
Melalui PUM, mahasiswa diajarkan untuk merancang, mengelola, dan menjalankan bisnis dengan pendekatan komprehensif, mulai dari perencanaan hingga pemasaran.
Bunga sedap malam yang dipanen berjumlah sekitar 100 hingga 150 tangkai, berasal dari 25 kg bibit yang diperoleh dari petani di Cianjur.
Hasil panen ini kemudian dijual ke toko-toko bunga di Bogor, menghasilkan omzet antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per panen.
Rencananya, penanaman akan diperluas untuk meningkatkan produksi, mengingat potensi keuntungan yang menjanjikan.
PUM tidak hanya melatih keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga mengasah kemampuan soft-skill, seperti berkomunikasi, bernegosiasi, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Hal ini diharapkan mampu memperkuat jiwa kewirausahaan mereka untuk siap menghadapi dunia usaha di masa depan.
Ke depan, program ini akan menjadi agenda rutin khusus bagi mahasiswa AGH untuk membangun strategi bisnis yang mumpuni, sekaligus mendorong mereka menjalankan bisnis dari hulu ke hilir.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian untuk menghadapi tantangan global.
“Generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi dan kreativitas di bidang pertanian. Kami berharap mereka terus mengasah keterampilan agar bisa menjadi agen perubahan dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa pendidikan vokasi di bidang pertanian tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengembangkan gagasan dan solusi kreatif.
“Ini bukti bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak generasi yang kompeten secara teknis dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan pertanian Indonesia,” tuturnya.