
Ahmad Pati Bersama Penyuluh Pertanian Petrus Payong
TABLOIDSINARTANI.COM, Alor, NTT – Bermodal lahan seluas 0,5 hektare di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, seorang petani bernama Ahmad Pati berhasil mengubah hidupnya.
Tak hanya sukses secara ekonomi, Ahmad bahkan pernah melangkah hingga ke Istana Negara untuk bertemu langsung Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ketua Kelompok Tani "Bunga Bara" ini membudidayakan sekitar 150 pohon cabe yang diselingi tanaman kangkung, kacang panjang, terung, semangka, dan pepaya. Dari cabe saja, ia mampu meningkatkan ekonomi keluarga. Belum lagi tambahan dari hasil panen komoditas lainnya.
"Saya tidak pernah malu jadi petani. Dari tanah ini, saya bisa sekolahkan anak-anak dan mencukupi kebutuhan keluarga," ujar Ahmad saat ditemui di kebunnya.
Ketekunan Ahmad tak hanya membuahkan hasil di ladang, tapi juga prestasi di berbagai ajang. Ia pernah meraih juara 1 lomba cerdas cermat dan kupas kelapa di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Pada 2007, ia mewakili NTT dalam ajang Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) di Palembang.
Puncak pencapaiannya terjadi setahun kemudian. Ahmad dinobatkan sebagai Juara 1 Lumbung Pangan tingkat Provinsi NTT pada 2008, hingga akhirnya mendapat undangan ke Istana Merdeka.
"Waktu itu saya sampai terharu. Tidak pernah mimpi bisa berdiri di Istana, bertemu langsung Presiden. Semua ini karena saya tekun bertani" kenangnya.
Kini, meski usia terus bertambah, Ahmad tetap aktif mengolah lahannya. Ia terus menanam berbagai sayuran dan buah, sambil membagikan semangat dan pengalamannya kepada petani muda di daerahnya.
"Anak-anak muda jangan gengsi jadi petani. Tanah tidak pernah bohong, asal kita rajin, pasti ada hasil," pesan Ahmad.
Kisah Ahmad Pati menjadi bukti bahwa pertanian bukan hanya soal cangkul dan tanah, tapi tentang dedikasi, keberanian bermimpi, dan semangat untuk terus maju.