Thursday, 10 September 2026


Jadi Kepala BRIN, Ini Profile Prof. Arif Satria

11 Nov 2025, 16:15 WIBEditor : Yulianto

Prof. Arif Satria, Kepala BRIN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Setelah sempat digadang-gadang menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akhirnya Presiden Prabowo resmi menunjuk Prof. Arif Satria (Rektor IPB University) menjadi Kepala BRIN menggantikan Tri Handoko, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/11).  Perubahan ini menandai babak baru kepemimpinan riset dan inovasi nasional. Bersamaan dengan itu, Amarulla Octavian dilantik sebagai Wakil Kepala BRIN.

Sebelum memimpin BRIN, Arif adalah Rektor IPB University untuk dua periode, 2017–2022 dan 2023–2028. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN.

Dengan pengalaman Arif di dunia pendidikan dan riset, Presiden Prabowo berharap BRIN dapat lebih berperan dalam pengembangan inovasi dan riset yang mendukung kemajuan industri tanah air. Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di lembaga riset terbesar Indonesia, dengan harapan menghadirkan inovasi yang lebih nyata bagi masyarakat.

Arif sendiri menekankan pentingnya integritas dan kerja keras. Ia berjanji akan memimpin BRIN dengan prinsip transparansi, meritokrasi, dan kolaborasi. “Tugas kita bukan sekadar jabatan, tapi bagaimana hasil riset dan inovasi benar-benar bermanfaat untuk rakyat dan pembangunan bangsa,” katanya.

Sebagai nahkoda baru BRIN, Arif diharapkan bisa menjadi motor penggerak riset yang lebih proaktif, menghasilkan inovasi yang mendukung swasembada pangan, teknologi, dan penguatan daya saing industri nasional.

Jika melihat latar belakang pendidikan, maka Arif sangat kentara dengan dunia riset. Menjalani pendidikan dasar hingga menengah atas di Pekalongan, Ia mendapat gelar sarjana dari IPB mengambil program pendidikan ilmu ekonomi pertanian yang diselesaikan tahun 1995.

Ia kemudian menjalani pendidikan magister sosiologi pedesaan di IPB hingga tahun 1999. Gelar doktor ia peroleh pada tahun 2006 dari Department of Marine Social Science Universutas Kagoshima. Pada tahun 2019, ia diangkat menjadi guru besar tetap dalam bidang ekologi-politik di IPB.

Arif sempat terpilih sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) untuk periode 2010- 2017 yang menjadikan dekan termuda di IPB. Ia turut terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan terkait kelautan dan perikanan, termasuk penyusunan UU Perikanan No. 31/2004, Revisi UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, penyusunan Konsep Ekonomi Biru, dan sejumlah Peraturan Pemerintah serta Peraturan Menteri.

Menjadi Rektor IPB, Arif Satria banyak melakukan perubahan. Salah satunya menjadi IPB sebagai Kampus Agro Maritim. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018