
Mentan Andi Amran Sulaiman
TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan 13 unit hand tractor kepada wisudawan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Bantuan tersebut diberikan sebagai modal awal agar para lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.
Bantuan diserahkan dalam pengukuhan Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8). Salah satu penerima bantuan, Roy Pulan, wisudawan Polbangtan Yogyakarta-Magelang asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Roya mengatakan, hand tractor tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu petani di daerah asalnya. Saat ini menurutnya, masih terdapat petani di wilayah Cindai Alus dan sekitarnya yang menggarap lahan secara manual karena belum optimal menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Untuk hand tractor ini rencana ke depannya akan saya manfaatkan di daerah saya karena banyak petani yang belum menggunakan alat-alat seperti alsintan ini. Mereka masih manual menggarap sawah,” ujar Roy.
Lulusan Program Studi Teknologi Benih tersebut mengatakan bantuan itu akan digunakan tidak hanya untuk kegiatan usaha, tetapi juga untuk mendorong petani agar lebih mengenal dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian. “Rencananya ke depannya saya akan menggunakan alat tersebut untuk membantu pertanian, khususnya di daerah saya tepatnya di Kota Banjarbaru,” katanya.
Roy juga berencana memberikan pelatihan kepada petani mengenai penggunaan alsintan, termasuk hand tractor dan transplanter. Langkah tersebut dinilai penting karena penggunaan teknologi pertanian akan lebih optimal apabila disertai pengetahuan dan pendampingan. “Saya akan melakukan pelatihan mengenai bagaimana cara menggunakan hand tractor, transplanter, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Roy mengakui, tantangan di dunia pertanian adalah regenerasi petani. Apalagi sebagian petani di daerahnya masih didominasi generasi yang lebih tua sehingga diperlukan keterlibatan anak muda untuk membawa teknologi dan cara kerja pertanian yang lebih modern.
Pemberian 13 unit hand tractor tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lulusan pendidikan vokasi menjadi pelaku utama pertanian modern.
Percepat Modernisasi
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Karena itu, dukungan kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pemberian sarana yang memungkinkan mereka langsung bergerak di lapangan. Jadi and tractor yang diberikan kepada para wisudawan menurut Amran, harus dipandang sebagai modal produktif, bukan sekadar bantuan.
“Jangan berpikir uang itu hanya untuk dipakai. Kalau dapat uang, bagaimana uang itu bisa diputar lagi untuk menghasilkan. Kalau punya uang, jangan hanya membeli untuk kebutuhan, tetapi pikirkan bagaimana uang itu bisa menjadi modal untuk mengembangkan usaha,” ujar Amran.
Di hadapan para wisudawan, Mentan Amran juga berpesan agar generasi muda pertanian berani membangun masa depan dengan kerja keras dan konsistensi. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan dalam membangun usaha tidak dapat dicapai secara instan.
“Kalau sudah mimpi besar, bertindak besar, persisten, insyaallah kamu jadi. Jangan mulai hari ini hanya mengatakan mau sukses, tetapi tidak bergerak. Harus berjuang, harus kerja keras,” tegasnya.
Amran juga berharap para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.
Ia menilai pengalaman membangun usaha dari bawah akan memberikan pelajaran penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana mendapatkan modal, mengelola usaha, menghadapi risiko, hingga mengembangkan bisnis.