Sabtu, 25 Mei 2019


Hendi Avanda, Kreatif Kembangkan Snack Rumput Laut

26 Okt 2018, 20:28 WIBEditor : GESHA

Dengan semangat dan tekad kuat, Vanda kini menjadi pengusaha sukses dengan snack rumput laut | Sumber Foto:VANDA

Snack Kekinian Dari Rumput Laut

TABLOIDSINARTANI, Jakarta --- Berangkat dari kegemarannya ngemil snack rumput laut, Hendi Avanda bereksperimen dan memutuskan merintis bisnis snack rumput laut. 

Dunia sempat tercengang dengan adanya pengusaha muda asal Thailand, Top Ittipat yang sukses mendobrak dunia dengan snack rumput lautnya.

Mungkin juga terinspirasi sukses pengusaha Top Tao Kae Noi asal Thailand tersebut, Hendi Avanda kini menjelma menjadi pebisnis muda yang mengandalkan snack rumput laut olahannya.

Dari oleh-oleh  seorang teman yang dibawa pulang dari Korea, Vanda pun memiliki angan-angan memproduksi sendiri. Snack rumput laut yang ada di pasaran saat itu memang banyak berasal dari negeri ginseng. 

“Awalnya penasaran saja kok bisa sampai tipis seperti ini. Jenis rumput laut apa yang digunakan?. Saya akhirnya eksperimen menggorengnya sampai perhitungan waktu kadaluarsanya,” ceritanya.

Hampir di sepanjang tahun 2011, Vanda berkeliling Indonesia untuk mencari bahan baku, yakni rumput laut.

Dari banyak jenis rumput laut, yang dinilai pas untuk snack-nya  yakni jenis porphyra. Dan sayangnya, setelah berkeliling beberapa daerah di tanah air, Vanda pulang dengan tangan kosong.

Mulai dari pantai selatan di Gunungkidul, Kepulauan Seribu, Jepara, Pacitan, dirinya tidak menemukan jenis rumput laut yang dicari.

Namun begitu ia ke wilayah Indonesia timur, rumput laut porphyra sempat ia temui. Tapi kualitasnya belum cukup baik untuk dijadikan snack dan dipasarkan luas.

”Jalan satu-satunya ya saya impor. Hingga kini juga masih impor,” ujarnya yang mendatangkan rumput laut  porphyra setidaknya hampir satu ton  untuk kebutuhan produksi selama satu bulan.

Berkembang Pesat

Menempati rumah kontrakan di Perum Graha Palem Indah A10, Condongcatur, Sleman, Panda Rumput Laut pun diproduksi setiap hari. Mulai dari pengolahan hingga pengemasan. Setiap harinya, produksi snack ini mencapai 400 bungkus.

Nama Panda diambil dari nama panggilannya Vanda yang kebanyakan orang Jawa lebih sering memanggilnya Panda.

Bulan Maret 2012, ia mulai memasarkan produknya itu. Vanda menerangkan bahwa modal awal yang dia keluarkan untuk membangun bisnis snack rumput laut ini adalah Rp 15 juta.

Modal itu termasuk biaya eksperimen yang mencapai Rp 3 juta. Uang itu ia dapatkan dari menjual asetnya saat berjualan aksesoris ponsel ditambah dengan tabungan hasil bekerjanya memasang spanduk oli di bengkel-bengkel.

Produksi 'Panda Seaweed Chips' itu dia dikerjakan sendiri, dari mencari bahan baku hingga pemasaran.

Vanda bercerita bahwa saat itu dia masih menawarkan makanannya secara langsung kepada pembeli di pasar mingguan Sunday Morning (Sunmor) yang ada di sekitar UGM.

Karena ingin produknya itu juga dijual di supermarket, Vanda kemudian mengurus berbagai perizinan makanannya.

Setelah mendapatkan izin Agustus 2012, produknya akhirnya bisa masuk di supermarket lokal Jogja. Karena pasar Jogja sudah tidak dapat menampung, akhirnya dia pun melakukan ekspansi di kota-kota lainnya.

Saat ini 'Panda Seaweed Chips' hasil olahannya itu telah tersebar di 120 toko di 9 kota besar di Indonesia.

Untuk memenuhi pesanan 15 ribu pcs 'Panda Seaweed Chips' tiap bulannya, dia dibantu oleh 6 karyawan. Dalam waktu dekat Vanda juga akan membuka outlet makanannya di Jogja City Mall.

Tak hanya ingin mengembangkan varian rasa, Vanda juga me-nyimpan mimpi untuk membudidayakan sendiri rumput laut porphyra, agar tidak mengandalkan impor tapi bisa me-manen sendiri. Mengingat kebutuhan bahan baku terus meningkat, untuk memenuhi  jumlah produksi.

”Karena petani rumput laut kita sebenarnya bisa membudidayakan porphyra. Selama ini rumput laut jenis ulva yang  biasa dibuat es, sudah cukup berkembang. Nantinya hasil budidaya tidak hanya untuk produksi Panda, tapi juga produk makanan lain yang terbuat dari rumput laut,” ujar Vanda.

 

 

Reporter : YN
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018